Iklan

Pertanyaan

Tuliskan kondisi politik dan ekonomi Filipina pasca pemilu tahun 1981.

Tuliskan kondisi politik dan ekonomi Filipina pasca pemilu tahun 1981.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

05

:

23

:

36

Klaim

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

Filipina setelah pemilu 1981 mengalami gejolak politik dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Filipina setelah pemilu 1981 mengalami gejolak politik dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada 1981, Presiden Marcos kembali memenangkan pemilihan umum presiden di Filipina. Ia kembali menjabat sebagai presiden selama masa 6 tahun ke depan. Pasca kemenangannya ini, terjadi gejolak politik dan ekonomi di Filipina. Keadaan perekonomian serta politik di Filipina semakin memburuk. Masyarakat pendukung tokoh oposisi Filipina yaitu Beniqno Aquino pun melakukan kritik besar-besaran kepada pemerintah. Hal ini mengakibatkan terjadinya kemerosotan keamanan nasional dan Filipina masuk ke dalam situasi darurat. Tentunya gejolak politik ini juga membawa pengaruh dalam bidang perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Filipina telah menyentuh angka 3,8% di tahun 1981 dan 2,6% tahun 1982. Defisit rekening giro menanjak dari $2,29 milyar pada tahun 1981 menjadi $ 3,33 milyar dalam 1982. Pertumbuhan PDB (Pertumbuhan Domestik Bruto) negara Filipina terus menurun dibandingan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Dengan demikian, Filipina setelah pemilu 1981 mengalami gejolak politik dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Pada 1981, Presiden Marcos kembali memenangkan pemilihan umum presiden di Filipina. Ia kembali menjabat sebagai presiden selama masa 6 tahun ke depan. Pasca kemenangannya ini, terjadi gejolak politik dan ekonomi di Filipina. Keadaan perekonomian serta politik di Filipina semakin memburuk. Masyarakat pendukung tokoh oposisi Filipina yaitu Beniqno Aquino pun melakukan kritik besar-besaran kepada pemerintah. Hal ini mengakibatkan terjadinya kemerosotan keamanan nasional dan Filipina masuk ke dalam situasi darurat.

Tentunya gejolak politik ini juga membawa pengaruh dalam bidang perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Filipina telah menyentuh angka 3,8% di tahun 1981 dan 2,6% tahun 1982. Defisit rekening giro menanjak dari $2,29 milyar pada tahun 1981 menjadi $ 3,33 milyar dalam 1982. Pertumbuhan PDB (Pertumbuhan Domestik Bruto) negara Filipina terus menurun dibandingan dengan negara-negara ASEAN lainnya. 

Dengan demikian, Filipina setelah pemilu 1981 mengalami gejolak politik dan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

David Sunandi

Makasih ❤️

Parisya Samarta

Mudah dimengerti

Nacha Arnanda Mahantika

Pembahasan tidak lengkap

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada 4 Juli 1946 Filipina baru saja merdeka, walaupun Filipina merupakan negara yang baru berdiri namun kondisi ekonominya dapat dikatakan stabil. Stabilitas ekonomi dan politik Filipina dikarenakan….

1

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia