Roboguru

Tokoh yang ditunjuk Presiden Soekarno untuk mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatra ialah …

Pertanyaan

Tokoh yang ditunjuk Presiden Soekarno untuk mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatra ialah …

  1. Dr. Soebandrio

  2. Mr. A.A. Maramis

  3. Sutan Syahrir

  4. Amir Syarifudin

  5. Syarifuddin Prawiranegara

Pembahasan Soal:

Sebagai konsekuensi dari Perjanjian Renville, pasukan-pasukan Siliwangi di Jawa Barat yang sebelumnya merupakan basis gerilya Indonesia yang tidak dapat direbut Belanda harus hijrah ke Yogyakarta. Kota ini adalah bagian dari wilayah Indonesia berdasarkan Garis van Mook dan oleh para pemimpin Indonesia dijadikan sebagai ibu kota republik. Keputusan untuk hijrah ini diikuti perpindahan besar atau long march Divisi Siliwangi ke Surakarta dan Yogyakarta pada 17 Januari 1948. Di Yogyakarta, rakyat, pemerintah dan TNI bersatu aktif melancarkan serangan gerilya ke wilayah-wilayah yang dikuasai Belanda. Meskipun melanggar gencatan senjata, serangan-serangan tersebut dilakukan karena adanya kekhawatiran dari para tokoh bangsa Indonesia bahwa Belanda berniat menguasai sepenuhnya wilayah Republik Indonesia.

Situasi keamanan di Jawa semakin memburuk. Dengan alasan itu dan tudingan bahwa Indonesia sering melanggar gencatan senjata, Belanda mengepung Kota Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Aksi militer ini dikenal dengan nama Agresi Militer Belanda II. Kota Yogyakarta berhasil dikuasai dan para pemimpin Indonesia di tawan Belanda. Soekarno dan Hatta diasingkan ke Bangka. Sebelumnya, kedua tokoh ini ditempatkan di Prapat, Sumatra Utara. Bersama kedua tokoh ini, diasingkan pula tokok-tokoh lain, seperti Sutan Syahrir, Moh. Roem, Agus Salim, dan A.G. Pringgodigdo.

Sehari sebelum ditahan, yaitu pada 18 Desember, para pemimpin Indonesia ini sempat menggelar sidang kabinet. Sidang tersebut memutuskan untuk mengirim radiogram kepada Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara yang saat itu tengah berada di Sumatra untuk membentuk PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dengan pusat di Bukittinggi. Jika Syafruddin Prawiranegara tidak berhasil, dikirim juga radiogram kepada Menteri Maramis, L.N. Pallar dan dr. Sudarsono yang sedang berada di India agar PDRI dapat dibentuk di India. Mendengar ibu kota lumpuh dan sejumlah tokoh ditangkap, Syafruddin Prawiranegara bersama Kol. Hidayat, panglima tentara dan teritorium Sumatera mengunjungi Teuku Mohammad Haasan, Gubernur Sumatera di kediamannya mengadakan perundingan. Kemudian mereka langsung menuju Halaban, perkebunan teh yang berjarak 15 kilometer di selatan Kota Payakumbuh. Di sana mereka mengadakan rapat dengan sejumlah tokoh pada 22 Desember 1948. Kemudian mereka membentuk PDRI, sejak saat itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda dan tokoh-tokoh PDRI diburu Belanda. Mereka harus menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Adapun Susunan pemerintahan PDRI sebagai berikut:

  1. Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai ketua merangkap Perdana Menteri, Menteri Pertahanan dan Menteri Penerangan.
  2. Mr. T.M. Hassan sebagai wakil ketua merangkap Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, dan Menteri Agama.
  3. Ir. S.M. Rasyid sebagai Menteri Keamanan merangkap Menteri Sosial, Pembangunan dan Pemuda.
  4. Mr. Lukman Hakim sebagai Menteri Keuangan merangkap Menteri Kehakiman.
  5. Ir. Sitompul sebagai Menteri Pekerjaan Umum merangkap Menteri Kesehatan.
  6. Maryono Danubroto sebagai Sekretaris PDRI.
  7. Jenderal Sudirman sebagai Panglima Besar Tentara.
  8. Kolonel A.H. Nasution sebagai Panglima Tentara Teritorial Jawa.
  9. Kolonel Hidayat sebagai Panglima Tentara Teritorial Sumatra.

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Mardiana

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dari diskripsi di atas, jika memperhatikan aspek act adalah ....

Pembahasan Soal:

Syafrudin Prawiranegara merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau memiliki peran besar dalam mempertahankan kemerdekaan di Indonesia pada masa revolusi. Hal ini terkait dengan perananannya yang berhasil mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Bukit Tinggi ketika Soekarno Hatta ditangkap oleh Belanda di Yogyakarta akibat agresi militer II. Tindakan tersebut menyelamatkan Indonesia dari kekosongan kekuasaan sehingga tetap menjadi negara yang berdaulat.

Dengan demikian, berdasarkan narasi tersebut aspek act yang dilakukan oleh Syafrudin Prawiranegara adalah membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Ketokohan Sjafruddin Prawiranegara bagi perjuangan bangsa Indonesia sehingga ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah adalah...

Pembahasan Soal:

Syafruddin Prawiranegara (1911-1989) adalah seorang tokoh perjuangan kemerdekaan, yang pernah menjadi pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949 PDRI didirikan di Bukittinggi, Sumatera Barat sebagai akibat dari keadaan darurat akibat serangan Belanda dalam Agresi Militer II ke ibukota Indonesia saat itu, Yogyakarta. Pemerintahan darurat ini dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesejahteraan. Agresi Militer Belanda II terjadi pada 19 Desember 1948. Pada Agresi Militer II, Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, dan menangkap pemimpin Republik Indonesia, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Muhammad Hatta. Meski para pimpinan Republik Indonesia tertangkap, perjuangan terus berlanjut, karena Indonesia sudah memiliki rencana dalam kondisi ini. Sesuai rencana, Syafruddin Prawiranegara menjadi presiden sementara di Bukittinggi, dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).  

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Di bawah ini negara yang membantu Indonesia menembus blokade ekonomi Belanda melalui jalur politik adalah....

Pembahasan Soal:

Setelah kemerdekaan Indonesia, Belanda berambisi ingin menguasai kembali wilayah Indonesia. Keinginan untuk menguasai Indonesia terlihat jelas ketika Belanda melakukan blokade ekonomi sejak bulan November 1945. Dalam pelaksanaannya, Belanda memusatkan blokade di jalur perdagangan laut. Pemerintah Indonesia berusaha menembus blokade ekonomi Belanda dengan melaksanakan diplomasi beras ke India. Tindakan tersebut dilakukan atas inisiatif Perdana Menteri Sultan Sjahrir. Pada tahun 1946 pemerintah Indonesia mendengar bahwa rakyat India dilanda bencana kelaparan. Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia mengalami surplus beras sekitar 200.000-400.000 ton. Akhirnya, pemerintah Indonesia memutuskan mengirim bantuan beras 500.000 ton kepada India. Bagi Indonesia, bantuan beras ke India tersebut mengandung muatan politis.undefined


Jadi, jawaban yang tepat adalah D.undefined

1

Roboguru

Latar belakang peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang adalah adanya desas-desus Jepang ....

Pembahasan Soal:

Pertempuran Lima Hari di Semarang terjadi pada tanggal 14-19 Oktober 1945. Peristiwa ini diawali dengan kaburnya tentara Jepang yang ditawan oleh para pemuda Indonesia. Semula tawanan itu akan dipindahkan dari Cepiring ke Bulu. Para tawanan itu berhasil kabur dan bergabung dengan pasukan Kido Butai dibawah pimpinan Jenderal Nakamura dan Mayor Kido. Pada tanggal 14 Oktober 1945, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak dan pada saat itu pun terdengar berita bahwa Jepang telah meracuni sumber air (reservoir siranda) dan berhasil melucuti delapan orang polisi yang berjaga di sana.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

1

Roboguru

Pemimpin pemberontakan PKI Madiun tahun 1948 adalah....

Pembahasan Soal:

Pemberontakan PKI di Madiun diawali dengan jatuhnya kabinet RI yang pada waktu itu dipimpin oleh Amir Sjarifuddin karena kabinetnya tidak mendapat dukungan lagi sejak disepakatinya Perjanjian Renville. Lalu dibentuklah kabinet baru dengan Mohammad Hatta sebagai perdana menteri, namun Amir beserta kelompok-kelompok sayap kiri lainnya tidak setuju dengan pergantian kabinet tersebut. Dalam sidang Politbiro PKI pada tanggal 13-14 Agustus 1948, Musso, seorang tokoh komunis Indonesia yang lama tinggal di Uni Soviet (sekarang Rusia) ini menjelaskan tentang “pekerjaan dan kesalahan partai dalam dasar organisasi dan politik” dan menawarkan gagasan yang disebutnya “Jalan Baru untuk Republik Indonesia”. Musso menghendaki satu partai kelas buruh dengan memakai nama yang bersejarah, yakni PKI. Untuk itu harus dilakukan fusi tiga partai yang beraliran Marxsisme-Leninisme: PKI ilegal, Partai Buruh Indonesia (PBI), dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). PKI hasil fusi ini akan memimpin revolusi proletariat untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang disebut "Komite Front Nasional".undefined


Dengan demikian, maka jawaban yang benar adalah A.undefined

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved