Suatu reaksi kesetimbangan dapat digeser ke arah yang kita kehendaki dengan cara mengubah konsentrasi salah satu zat, mengubah suhu, dan mengubah tekanan atau volume gas. Pengaruh dari faktor-faktor luar tersebut terhadap kesetimbangan dapat diramalkan berdasarkan pemahaman terhadap asas Le Chatelier.
''Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), sistem tersebut akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut".
- Pengaruh konsentrasi
Jika konsentrasi salah satu zat diperbesar, kesetimbangan akan bergeser dari arah zat tersebut.
Jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah zat tersebut.
- Pengaruh tekanan dan volume
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terkecil.
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terbesar.
- Pengaruh suhu
Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi endoterm.
Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi eksoterm.
Pada reaksi:
reaksi ke arah C dan D merupakan reaksi eksotermik, maka reaksi sebaliknya (ke arah A dan B) adalah reaksi endotermik. Bila suhu dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah reaksi endoterm, yaitu ke arah kiri pada reaksi tersebut.
Nilai tetapan kesetimbangan hanya dipengaruhi oleh suhu. Pada reaksi di atas, nilai K adalah 2,5. Jika suhu dinaikkan dan reaksi bergeser ke arah kiri (ke arah A dan B), maka berdasarkan persamaan K:
konsentrasi A dan B akan bertambah sehingga nilai penyebut akan lebih besar dari sebelumnya, dan K akan bernilai kurang dari 2,5.
Jadi, jawaban yang tepat adalah B.