Salah satu jenis diastereoisomer adalah isomer geometri (cis-trans), yaitu kelompok senyawa dengan rumus molekul sama tetapi dengan geometri gugus dalam ruang yang berbeda. Isomer cis menunjukkan geometri dua gugus dalam posisi ruang yang sepihak, sedangkan isomer trans menunjukkan geometri dua gugus dalam'posisi ruang yang berseberangan (menyilang). Isomer ini dapat terjadi pada senyawa-senyawa alkena, misalnya 2-butena.
Untuk dapat menjawab soal di atas, maka terlebih dahulu perlu dibuat struktur dari senyawa d dan e. Struktur kedua senyawa tersebut adalah sebagai berikut.
d. 3-heksena

Senyawa 3-heksena memiliki isomer geometri karena pada kedua atom C rangkap mengikat dua gugus yang berbeda (gugus
dan atom H). Jadi 3-heksena memiliki 2 senyawa, yaitu cis-3-heksena (gambar atas) dan trans-3-heksena (gambar bawah).
e. 2,3-dimetil-2-butena

Senyawa 2,3-dimetil-2-butena tidak memiliki isomer geometri karena kedua atom C rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang sama, yaitu gugus
.
Dengan demikian, maka senyawa 3-heksena memiliki isomer geometri yaitu cis-3-heksena dan trans-3-heksena, sedangkan senyawa 2,3-dimetil-2-butena tidak memiliki isomer geometri.
Jadi, senyawa yang dapat berisomer cis-trans adalah senyawa 3-heksena.