Iklan
Pertanyaan
Perhatikan kutipan drama berikut!
(Musik mengalun dalam irama nyeri. Lampu menyala. Yatim dengan pakaian sederhana dan ikat kepala, duduk di ruang tamu rumah Radin. Kemudian Radin muncul dengan pakaian santai. Bercakap dengan Yatim, sahabatnya)Radin: Ya, beginilah rumahku, Yatim. Sudah tiga puluhan tahun kita berpisah. Bagaimana istri dan anak-anakmu? Baik-baik saja kan?
Yatim: Ya, begitulah. Keluarga baik, sehat walafiat. Ada apa kok meminta saya untuk datang kemari, Radin? Aku senang kau masih ingat namaku.
Radin: Oh, ya. Sebenarnya sudah lama aku ingin ketemu denganmu. Tapi, ya, karena berbagai kesibukan, aku jadi lupa tentang banyak hal. Juga orang-orang di kampung. Bagaimana kabar Yanti, Muna, dan Laila? Masihkah engkau pernah bertemu dengan mereka? Enak seperti kau, Yatim. Tenteram hidup di desa.
Yatim: Enak menurut orang kota,tapi di desa kan biasa saja, masih seperti dulu. Ngurusi anak-anak kampung, biar mereka tetap sekolah. Pemerintah kan belum bisa mengurusi anak-anak di kampung.
Radin: Kau masih ingat dulu, waktu kau jatuh dari pohon, lalu aku yang membawamu ke tukang pijat? Tapi, sekarang, Yatim, akulah yang jatuh dari pohon. Maukah engkau membawaku ke tukang pijat?
Yatim: Ah, Radin. Kau ini ada-ada saja.
Radin: Oh ya, bagaimana usahamu? Lancar? Wah, sudah lama aku ingin mengembangkan usaha di desa! Jika kau bersedia, saya bisa membantu segala kebutuhan yang diperlukan.
Yatim: Seperti cita-citamu, kau telah menjadi orang besar. Aku bahagia punya sahabat sepertimu. Namun, aku tak kalah bahagia menjadi diriku sendiri. Menerima hid up di desa dan berusaha sebagaimana orang desa.
Radin: Yatim, Yatim. Masa kau lupa bahwa setiap manusia itu punya pilihan. Punya nasibnya sendiri-sendiri.
Yatim: Ya, ya. Karena itu, aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah pilih kasih dalam memberi rezeki agar manusia terhindar dari iri dan dengki. Tuhan tidak pernah salah dalam menciptakan makhluk agar manusia terhindar dari kesombongan dan berbangga hati. Tuhan tidak pernah memberi tahu berapa panjang usia man usia agar manusia tidak lupa bahwa, hidup ini hanya sementara.
Dikutip dari: Hamdy Salad, "Tiga Bayangan" dalam Tak Ada Bintang di Dadanya, Yogyakarta, Interlude, 2016
Tentukan nilai kehidupan dalam kutipan naskah drama tersebut!
Iklan
N. Juliana
Master Teacher
1
5.0 (1 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia