Bilangan oksidasi unsur Cr pada K2Cr2O7 adalah +6; Cu pada CuSO4 adalah +2; Fe pada FeOadalah +2; P pada Mg3(PO4)2 adalah +5; dan Mn pada MnSO4 adalah +2.
Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa dapat ditentukan dengan beberapa aturan berikut.
- Bilangan oksidasi unsur bebas dan netral adalah 0.
- Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa netral adalah 0
- Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa ion sama dengan muatan ionnya
- Unsur golongan IA dan IIA dalam senyawa memiliki biloks berturut-turut +1 dan +2
- Bilangan oksidasi atom H umumnya yaitu +1, kecuali jika berikatan pada unsur logam yang disebut sebagai senyawa hidrida.
- Bilangan oksidasi atom O umumnya -2.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat diketahui bahwa bilangan oksidasi:
f. Cr pada K2Cr2O7
K2Cr2O72(1)+2Cr+7(−2)2CrCr====00+12+6
g. Cu pada CuSO4
CuSO4 merupakan senyawa yang memiliki muatan total 0, anion SO42− memiliki muatan ion -2 sehingga muatan Cu adalah +2.
h. Fe pada FeO
Bilangan oksidasi O adalah -2, sehingga bilangan oksidasi Fe adalah +2.
i. P pada Mg3(PO4)2
Reaksi pengionan senyawa Mg3(PO4)2 adalah:
Mg3(PO4)2⇌3Mg2++2PO43−
Muatan ion PO43− adalah -3, sehingga biloks P adalah:
PO43−P+4(−2)P===−3−3+5
j. Mn pada MnSO4
MnSO4 merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, anion SO42− memiliki muatan ion -2 sehingga muatan Mn adalah +2.