Iklan

Pertanyaan

Tentukan bilangan oksidasi unsur yang dicetak tebal pada zat berikut. f. K 2 ​ Cr 2 ​ O 7 ​ g. Cu SO 4 ​ h. Fe O i. Mg 3 ​ ( P O 4 ​ ) 2 ​ j. Mn SO 4 ​

Tentukan bilangan oksidasi unsur yang dicetak tebal pada zat berikut.

f. 
g. 
h. 
i. 
j. 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

06

:

38

Klaim

Iklan

B. Rohmawati

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Bilangan oksidasi unsur Cr pada K 2 ​ Cr 2 ​ O 7 ​ adalah +6; Cu pada Cu SO 4 ​ adalah +2; Fe pada Fe O adalah +2; P pada Mg 3 ​ ( P O 4 ​ ) 2 ​ adalah +5; dan Mn pada Mn SO 4 ​ adalah +2. Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa dapat ditentukan dengan beberapa aturan berikut. Bilangan oksidasi unsur bebas dan netral adalah0. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa netral adalah 0 Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa ion sama dengan muatan ionnya Unsur golongan IA dan IIA dalam senyawa memiliki biloks berturut-turut +1 dan +2 Bilangan oksidasi atom H umumnya yaitu +1, kecuali jika berikatan pada unsur logam yang disebut sebagai senyawa hidrida. Bilangan oksidasi atom O umumnya -2. Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat diketahui bahwa bilangan oksidasi: f. Cr pada K 2 ​ Cr 2 ​ O 7 ​ K 2 ​ Cr 2 ​ O 7 ​ 2 ( 1 ) + 2 Cr + 7 ( − 2 ) 2 Cr Cr ​ = = = = ​ 0 0 + 12 + 6 ​ g. Cu pada Cu SO 4 ​ Cu SO 4 ​ merupakan senyawa yang memiliki muatan total 0,anion SO 4 2 − ​ memiliki muatan ion -2 sehingga muatan Cu adalah +2. h. Fe pada Fe O Bilangan oksidasi O adalah -2, sehingga bilangan oksidasi Fe adalah +2. i. P pada Mg 3 ​ ( P O 4 ​ ) 2 ​ Reaksi pengionan senyawa Mg 3 ​ ( P O 4 ​ ) 2 ​ adalah: Mg 3 ​ ( PO 4 ​ ) 2 ​ ⇌ 3 Mg 2 + + 2 PO 4 3 − ​ Muatan ion PO 4 3 − ​ adalah -3, sehingga biloks P adalah: PO 4 3 − ​ P + 4 ( − 2 ) P ​ = = = ​ − 3 − 3 + 5 ​ j. Mn pada Mn SO 4 ​ Mn SO 4 ​ merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, anion SO 4 2 − ​ memiliki muatan ion -2 sehingga muatan Mn adalah +2.

Bilangan oksidasi unsur  pada  adalah +6;  pada  adalah +2;  pada adalah +2;  pada  adalah +5; dan  pada  adalah +2.

Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa dapat ditentukan dengan beberapa aturan berikut.

  1. Bilangan oksidasi unsur bebas dan netral adalah 0.
  2. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa netral adalah 0
  3. Jumlah bilangan oksidasi unsur pembentuk senyawa ion sama dengan muatan ionnya
  4. Unsur golongan IA dan IIA dalam senyawa memiliki biloks berturut-turut +1 dan +2
  5. Bilangan oksidasi atom H umumnya yaitu +1, kecuali jika berikatan pada unsur logam yang disebut sebagai senyawa hidrida.
  6. Bilangan oksidasi atom O umumnya -2.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat diketahui bahwa bilangan oksidasi:

f.  pada 


 

g.  pada 

 merupakan senyawa yang memiliki muatan total 0, anion  memiliki muatan ion -2 sehingga muatan  adalah +2.

h.  pada 

Bilangan oksidasi  adalah -2, sehingga bilangan oksidasi  adalah +2.

i.  pada 

Reaksi pengionan senyawa  adalah:

Muatan ion  adalah -3, sehingga biloks  adalah:


j.  pada  

 merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, anion  memiliki muatan ion -2 sehingga muatan  adalah +2.space

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Berapakah bilangan oksidasi masing-masing unsur dalam ion berikut? CrO 4 2 − ​

1

3.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia