Bilangan oksidasi unsur N pada NO2 adalah +4; C pada CaCO3 adalah +4; S pada Na2SO4 adalah +6; N pada (NH4)2SO4 adalah -3; dan Mnpada K2MnO4 adalah +6.
Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa dapat ditentukan dengan memerhatikan beberapa aturan sebagai berikut.
- Bilangan oksidasi unsur bebas dan netral adalah 0.
- Jumlah biloks unsur penyusun senyawa netral adalah 0.
- Biloks unsur golongan IA dalam senyawa adalah +1
- Bilangan oksidasi atom H umumnya yaitu +1, kecuali jika berikatan pada unsur logam yang disebut sebagai senyawa hidrida.
- Bilangan oksidasi atom O umumnya -2.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka dapat diketahui bahwa bilangan oksidasi:
a. N pada NO2
NO2N+2(−2)N===00+4
b. C pada CaCO3
CaCO3 merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, anion CO32− memiliki muatan ion -2 sehingga muatan C:
CO32−C+3(−2)C===−2−2+4
c. S pada Na2SO4
Na2SO4 merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, anion SO42− memiliki muatan ion -2 sehingga muatan S:
SO42−S+4(−2)S===−2−2+6
d. N pada (NH4)2SO4
Reaksi pengionan senyawa (NH4)2SO4 adalah:
(NH4)2SO4⇌2NH4++SO42−
Muatan ion NH4+ adalah +1, sehingga biloks N adalah:
NH4+N+4(+1)N===+1+1−3
e. Mnpada K2MnO4
K2MnO4 merupakan senyawa tidak bermuatan sehingga muatan totalnya adalah 0, reaksi ionisasinya adalah:
K2MnO4⇌2K++MnO42−
Muatan ion MnO42− adalah -2, sehingga biloks Mn adalah:
MnO4−2Mn+4(−2)Mn===−2−2+6