Aturan Bilangan Oksidasi yang dapat digunakan:
- Jumlah bilangan oksidasi seluruh atom-atom dalam suatu ion sama dengan muatan ion tersebut
- Jumlah bilangan oksidasi seluruh atom-atom dalam senyawa netral = 0
- Bilangan oksidasi hidrogen = +1, kecuali dalam hidrida logam
- Bilangan oksidasi oksigen = -2, kecuali dalam senyawa peroksida
- Bilangan oksidasi unsur golongan logam IA sesuai dengan golongannya
- Unsur golongan VIIA memiliki beberapa bilangan oksidasi, sehingga untuk menentukan biloks nya diitinjau dari keelektronegatifannya. Jika berikatan dengan atom yang lebih kecil keelektronegatifannya maka biloksnya negatif, sedangkan jika berikatan dengan atom yang lebih besar keelektronegatifannya maka biloksnya negatif
Berdasarkan aturan di atas, bilangan oksidasi masing masing unsur ditentukan sebagai berikut:
1.
(menggunakan aturan no 1 dan 4)
2.
(menggunakan aturan no 2 dan 6)
keelektronegatifan Al < Cl, sehingga biloks Cl = -1

3.
(menggunakan aturan no 2, 4 dan 5)

4. 
Reaksi ionisasi: 
(Menggunakan aturan no 1, 3 dan 4)
5.
(menggunakan aturan no 2, 3 dan 4)
6. 
Reaksi ionisasi:
(Menggunakan aturan no 1, 3 dan 4) sehingga biloks Sr = +2, biloks O = -2 dan biloks H = +1
7.
(menggunakan aturan no 2, 3 dan 4)

8.
(mengunakan aturan no 1, 4 dan 5)

9.
(menggunakan aturan no 2 dan 6)
Keelektronegatifan C < F, biloks F = -1

10.
(menggunakan aturan no 4 dan 5)
Sehingga, biloks K = + 1 dan biloks O = -2
Bilangan Oksidasi masing-masing unsur dituliskan sebagai berikut:

Jadi, nilai bilangan oksidasi tiap tiap unsur dapat dilihat pada penjelasan di atas.