Roboguru

Tentukan bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik yang mungkin dimiliki oleh elektron yang menempati subtingkat energi 3d!

Pertanyaan

Tentukan bilangan kuantum utama, azimut, dan magnetik yang mungkin dimiliki oleh elektron yang menempati subtingkat energi 3d!space 

Pembahasan Soal:

Cara menentukan bilangan kuantum:

  1. Bilangan kuantum utama, n = 1 (K), 2 (L), 3 (M), 4 (N), dst
  2. Bilangan kuantum azimut, l = n - 1
  3. Bilangan kauntum magnetik, m = 2l + 1

Maka elektron pada subtingkat energi 3d:

  • Bilangan kuantum utama, n = 3
  • Bilangan kuantum azimut, l = 2 karena terdapat pada subkult d
  • Bilangan kuantum magnetik, m = -2, -1, 0, +1, +2 karena  

Oleh karena itu elektron pada 3d memiliki n = 3; l = 2; m = -2, -1, 0, +1, +2.

Jadi, jawaban yang benar elektron pada 3d memiliki n = 3; l = 2; m = -2, -1, 0, +1, +2.space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Chandra

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 14 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Hal yang benar tentang subkulit 4f adalah ....

Pembahasan Soal:

Subkulit 4f memiliki:

  • Bilangan kuantum utama sebesar 4 atau kulit N.
  • Terletak pada subkulit f sehingga bilangan kuantum azimuthnya sebesar 3. Subkulit ini memiliki 7 kotak orbital. Setiap orbital dapat ditempati maksimum 2 elektron sehingga jumlah elektron yang dapat menempati adalah 14 elektron.
  • Bilangan kuantum magnetik pada subkulit f adalah -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3.


Jadi, jawaban yang tepat adalah A dan C.

0

Roboguru

Subkulit p memiliki 3 orbital dengan nilai = -1, 0, dan +1. Apakah pengisian elektron pada subkulit p harus dimulai dari orbital dengan nilai = -1? Jika tidak, jelaskan mengapa demikian!

Pembahasan Soal:

Pengisian elektron pada subkulit harus dimulai pada italic m subscript l= -1 (dimulai sebelah kiri). Hal ini dilakukan mengikuti aturan Aufbau dalam pengisian elektron, yaitu pengisian elektron dimulai pada tingkat energi terendah menuju tingkat energi yang lebih tinggi. Jadi pengisian harus dimulai dari sebelah kiri.

Jadi, pengisian harus dimulai dari orbital dengan nilai italic m subscript l= -1 karena mengikuti aturan Aufbau.

0

Roboguru

Jumlah orbital dan elektron maksimal yang dapat mengisi sub kulit dengan l = 2 adalah ...

Pembahasan Soal:

Nilai l = 2 menunjukkan elektron terdapat pada subkulit d, sehingga jumlah orbital pada subkulit d adalah 5 dengan jumlah elektron maksimal:

 

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell capital sigma space elektron end cell equals cell capital sigma space orbital cross times 2 end cell row blank equals cell 5 cross times 2 end cell row blank equals cell 10 space elektron end cell end table 

Oleh karena itu, jumlah elektron maksimal yang dapat mengisi sub kulit dengan l = 2 adalah 10.

Jadi, jawaban yang benar adalah E.space 

0

Roboguru

Sebuah elektron dalam suatu atom menempati subkulit 4s. Berapakah nilai bilangan kuantum n dan l?

Pembahasan Soal:

Bilangan kuantum n atau bilangan kuantum utama menyatakan tingkat energi orbital atau nomor kulit yang ditempati elektron. Pada subkulit 4s, nilai n adalah 4 atau elektron berada pada kulit ke-4.

Bilangan kuantum l atau bilangan kuantum azimuth menyatakan subkulit, yaitu kumpulan orbital-orbital dengan nilai n dan l sama. Pada subkulit 4s, elektron berada pada subkulit s yang memiliki nilai l = 0. Subkulit ini berbentuk bulat.


Jadi, elektron tersebut memiliki nilai bilangan kuantum n = 4 dan l = 0.

0

Roboguru

Mengapa tingkat energi subkulit 4s lebih rendah dari subkulit 3d?

Pembahasan Soal:

Semakin tinggi tingkat energi, semakin besar dari ukuran orbital. Akibatnya, subkulit-subkulit atom dengan nilai n yang berbeda dapat mengalami tumpang tindih (overlapping). Pada orbital 4s dan 3d, tumpang tindih yang terjadi mampu menurunkan tingkat energi dari 4s sehingga tingkat energi dari 4s lebih rendah dari 3d.


Jadi, tingkat energi subkulit 4s lebih rendah dari subkulit 3d karena terjadinya tumpang tindih antara subkulit-subkulit tersebut.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved