Teks diskusi adalah teks yang disusun untuk menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda terhadap suatu permasalahan.
Adapun kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks diskusi, diantaranya:
A. Konjungsi (kata penghubung) adalah kata tugas yang fungsinya menghubungkan antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf. Kata penghubung antarklausa biasanya terletak di tengah-tengah kalimat, sedangkan kata penghubung antarkalimat di awal kalimat (setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru), adapun kata penghubung antar paragraf letaknya di awal paragraf.
Contoh konjungsi:
- Farida sedang membaca dan adiknya sedang bermain catur.
- Saya mau pergi kalau pekerjaan rumah saya selesai.
- Engkau berangkat sekarang atau engkau ketinggalan kereta.
Konjungsi juga dapat menghubungkan 2 kata atau frasa, contohnya:
- Toni dan Ali
- Hidup atau mati
B. Kohesi leksikal adalah kepaduan yang dicapai melalui pemilihan kata. Kohesi leksikal itu dapat berbentuk, antara lain dengan pengulangan, sinonim, antonim, dan hiponim.
Contoh kohesi leksikal, yaitu:
- Di samping itu, salah satu keuntungan dari penggunaan telepon seluler di sekolah adalah telepon seluler dapat digunakan sebagai alat bantu, terutama telepon seluler yang dilengkapi dengan beberapa aksesoris, seperti kalkulator, kamera, dan internet.
- Di samping itu, salah satu keuntungan dari penggunaan telepon seluler di sekolah adalah telepon seluler dapat digunakan sebagai alat bantu, terutama telepon seluler yang dilengkapi dengan beberapa aksesori, seperti kalkulator, kamera, dan internet. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa dalam bidang akademik.
Berdasarkan contoh pertama tersebut dapat dikemukakan bahwa supaya padu, penulis mengulang kata telepon seluler beberapa kali. Sementara itu, pada contoh kedua frasa beberapa aksesoris, dan kata aplikasi ini merupakan sinonim.
C. Kohesi gramatikal adalah kepaduan yang dicapai dengan menggunakan elemen dan aturan gramatikal. Kohesi gramatikal, antara lain dapat terbentuk melalui rujukan, substitusi, dan elipsis.
Contoh kohesi gramatikal:
- Masyarakat yang setuju bahwa siswa boleh membawa telepon seluler ke sekolah karena hal itu dapat memudahkan orang tua untuk dapat menghubungi anaknya.
- Ketika telepon seluler berdering di kelas, meskipun hanya mode getar, guru akan kehilangan beberapa saat kesempatan mengajar karena terganggu. Hal itu akan merugikan seluruh kelas.
Berdasarkan contoh pertama tersebut, penggunaan kata "-nya" pada kata "anaknya" merujuk pada orang tua, sedangkan pada contoh kedua frasa hal ini merujuk pada kalimat guru akan kehilangan kesempatan mengajar.