Iklan

Pertanyaan

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10. [...] (1) Sebagai gambaran, berdasarkan temuan arkeologi di Gua Harimau, Sumatra Selatan, manusia prasejarah Homo sapiens terindikasi penyakit menular yang disebabkan bakteri. (2) Ada pula indikasi mengalami radang persendian yang disebabkan oleh rematik atau tuberkulosis. (3) Selain itu, sekitar periode Perang Jawa 1825—1830, sudah terjadi pandemi kolera dan pes. (4) Pada 1818, kolera menyebar ke Jawa dan Sumatra melalui perdagangan. (5) Sekitar 1855, pandemi pes melintasi dunia, termasuk membunuh dua pertiga penduduk di Jawa Tengah dan sepertiga penduduk Banten. (6) Menurut Sofwan Noerwidi, peneliti Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, respons peradaban manusia Indonesia dalam menyikapi wabah sangat beragam, antara lain isolasi, mengembangkan pengobatan lokal, pola hidup sehat, tata ulang permukiman, dan menjadi lebih religius. (7) Sultan Agung Mataram dikisahkan memindahkan ibu kota dari Kotagede ke Yogyakarta dan Pleret karena alasan kesehatan. (8) Pemerintah kolonial Belanda memberangus rumah-rumah penduduk yang memakai dinding anyaman bambu agar mengurangi risiko sarang tikus yang berpotensi menyebabkan penyakit pes. (9) Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional I Made Geria mengatakan bahwa, kisah manusia Indonesia beradaptasi terhadap wabah belum banyak terungkap. (10) “Kearifan lokal menyangkut harmonisasi hubungan manusia dan alam itu penting. Saya rasa, di seluruh penjuru Nusantara memiliki kearifan lokal,” katanya. (Sumber: diadaptasi dari https://kompas.id/baca/bebas-akses/2020/04/22/kearifan-lokal-bisa-jadi-acuan-hadapi-wabah/ pada 30 April 2020) Simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah ....

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10.

         [...]

         (1) Sebagai gambaran, berdasarkan temuan arkeologi di Gua Harimau, Sumatra Selatan, manusia prasejarah Homo sapiens terindikasi penyakit menular yang disebabkan bakteri. (2) Ada pula indikasi mengalami radang persendian yang disebabkan oleh rematik atau tuberkulosis. (3) Selain itu, sekitar periode Perang Jawa 1825—1830, sudah terjadi pandemi kolera dan pes. (4) Pada 1818, kolera menyebar ke Jawa dan Sumatra melalui perdagangan. (5) Sekitar 1855, pandemi pes melintasi dunia, termasuk membunuh dua pertiga penduduk di Jawa Tengah dan sepertiga penduduk Banten.

         (6) Menurut Sofwan Noerwidi, peneliti Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, respons peradaban manusia Indonesia dalam menyikapi wabah sangat beragam, antara lain isolasi, mengembangkan pengobatan lokal, pola hidup sehat, tata ulang permukiman, dan menjadi lebih religius. (7) Sultan Agung Mataram dikisahkan memindahkan ibu kota dari Kotagede ke Yogyakarta dan Pleret karena alasan kesehatan. (8) Pemerintah kolonial Belanda memberangus rumah-rumah penduduk yang memakai dinding anyaman bambu agar mengurangi risiko sarang tikus yang berpotensi menyebabkan penyakit pes. (9) Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional I Made Geria mengatakan bahwa, kisah manusia Indonesia beradaptasi terhadap wabah belum banyak terungkap. (10) “Kearifan lokal menyangkut harmonisasi hubungan manusia dan alam itu penting. Saya rasa, di seluruh penjuru Nusantara memiliki kearifan lokal,” katanya.

(Sumber: diadaptasi dari https://kompas.id/baca/bebas-akses/2020/04/22/kearifan-lokal-bisa-jadi-acuan-hadapi-wabah/ pada 30 April 2020)

 

Simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah ....

  1. manusia masa kini perlu belajar dari kearifan lokal untuk menghadapi wabah

  2. masyarakat Nusantara mampu mengatasi pandemi dengan kearifan lokal

  3. manusia Indonesia sudah terbiasa menghadapi wabah pada masa lalu

  4. manusia prasejarah terkena wabah saat tinggal di gua

  5. masa perang dapat mendatangkan wabah kolera dan pes

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

09

:

24

Klaim

Iklan

F. Freelancer9

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah manusia masa kini perlu belajar dari kearifan lokal untuk menghadapi wabah . Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah manusia masa kini perlu belajar dari kearifan lokal untuk menghadapi wabah. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan

Simpulan merupakan kesudahan pendapat (pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya). Paragraf pertama teks di atas membahas gambaran atau contoh wabah yang ada di masa lalu. Paragraf kedua membahas respons-respons masyarakat di masa lalu saat menghadapi wabah; respons tersebut dapat menjadi kearifan lokal. Dalam paragraf kedua, disebutkan pula bahwa kearifan lokal tersebut penting dan perlu terus digali lagi. Jadi, simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah manusia masa kini perlu belajar dari kearifan lokal untuk menghadapi wabah . Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Simpulan merupakan kesudahan pendapat (pendapat terakhir yang berdasarkan pada uraian sebelumnya). Paragraf pertama teks di atas membahas gambaran atau contoh wabah yang ada di masa lalu. Paragraf kedua membahas respons-respons masyarakat di masa lalu saat menghadapi wabah; respons tersebut dapat menjadi kearifan lokal. Dalam paragraf kedua, disebutkan pula bahwa kearifan lokal tersebut penting dan perlu terus digali lagi. Jadi, simpulan yang dapat ditarik dari teks di atas adalah manusia masa kini perlu belajar dari kearifan lokal untuk menghadapi wabah. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan paragraf berikut! (1) Karya sinematografi seperti film atau seri drama televisi memungkinkan penonton keluar dari rutinitas mereka selama satu atau dua jam. (2) Di tengah masa karantina ...

2

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia