Iklan

Pertanyaan

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal di bawah ini. Kehidupan Serangga Terancam Akibat Krisis Iklim di Indonesia Krisis iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dianggap mengancam keanekaragaman hayati sampai titik terkecil, termasuk serangga penyerbuk. Terdapat beberapa serangga penyerbuk yang terancam, seperti tawon besar di Amerika Utara dan Eropa yang mudah kepanasan dan mati. Peristiwa matinya tawon besar tersebut disebabkan olehdua hal, yaitu (1) tubuhnya yang berbulu dan relatif lebih besar daripada lebah serta (2) warna gelapnya. Tak hanya tawon besar, lebah madu dan kupu-kupu juga menderita akibat perubahan iklim yang terjadi. Ancaman krisis iklimmenjadi kekhawatiran besar yang perlu dihadapi dan disadari bersama. Di Indonesia, dampak krisis iklim ini terlihat dari beberapa bencana alam yang terus […] dan makin parah. Profesor Riset Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rosichon Ubaidillah, mengatakan bahwa krisis iklim juga berdampak pada rusaknya habitat keanekaragaman hayati Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa krisis iklim berdampak pada meningkatnya fenomena pergeseran 1 biogeografi sertaketidakcocokan tanaman berbunga dan penyerbuknya yang selanjutnya dapat mengakibatkan kepunahan. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dampak perubahan iklim telah menyentuh bumi hingga titik terkecil, seperti serangga penyerbuk yang berperan penting dalam regenerasi dan reproduksi tanaman dalam ekosistem hutan ataupun sistem pertanian. Sekitar 80 sampai 90 persen tanaman berbunga bergantung pada penyerbukan alami oleh serangga untuk beregenerasi dan memproduksi buah atau makanan yang berguna sebagai bahan makanan hewan lain. Krisis iklim juga telah 2 mempengaruhi perilaku makan, kawin, dan migrasi serangga penyerbuk. Ironisnya, krisis iklim tidak hanya berdampak pada serangga penyerbuk itu saja, tetapi juga pada proses penyerbukan yang terjadi. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan temperatur bumi yang berimbas padalamanya waktu penyerbukan, berbunga, hingga produksi buah sehingga akan mengganggu konservasi 3 agroekosistem dan eksosistem liar. Pranita, Ellyvon. 2020. "Krisis Iklim Bikin Serangga Penyerbuk di Ekosistem Indonesia Terancam". Kompas.com . Diakses dan diadaptasi pada 20 Agustus 2020.https://sains.kompas.com/read/2020/01/12/095907823/krisis-iklim-bikin-serangga-penyerbuk-di-ekosistem-indonesia-terancam?page=all. Kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpangpada kalimat kedua paragraf kedua adalah .…

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal di bawah ini.


Kehidupan Serangga Terancam Akibat Krisis Iklim di Indonesia

   Krisis iklim yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dianggap mengancam keanekaragaman hayati sampai titik terkecil, termasuk serangga penyerbuk. Terdapat beberapa serangga penyerbuk yang terancam, seperti tawon besar di Amerika Utara dan Eropa yang mudah kepanasan dan mati. Peristiwa matinya tawon besar tersebut disebabkan oleh dua hal, yaitu (1) tubuhnya yang berbulu dan relatif lebih besar daripada lebah serta (2) warna gelapnya. Tak hanya tawon besar, lebah madu dan kupu-kupu juga menderita akibat perubahan iklim yang terjadi.

   Ancaman krisis iklim menjadi kekhawatiran besar yang perlu dihadapi dan disadari bersama. Di Indonesia, dampak krisis iklim ini terlihat dari beberapa bencana alam yang terus […] dan makin parah. Profesor Riset Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rosichon Ubaidillah, mengatakan bahwa krisis iklim juga berdampak pada rusaknya habitat keanekaragaman hayati Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa krisis iklim berdampak pada meningkatnya fenomena pergeseran 1biogeografi serta ketidakcocokan tanaman berbunga dan penyerbuknya yang selanjutnya dapat mengakibatkan kepunahan.

   Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dampak perubahan iklim telah menyentuh bumi hingga titik terkecil, seperti serangga penyerbuk yang berperan penting dalam regenerasi dan reproduksi tanaman dalam ekosistem hutan ataupun sistem pertanian. Sekitar 80 sampai 90 persen tanaman berbunga bergantung pada penyerbukan alami oleh serangga untuk beregenerasi dan memproduksi buah atau makanan yang berguna sebagai bahan makanan hewan lain.

   Krisis iklim juga telah 2mempengaruhi perilaku makan, kawin, dan migrasi serangga penyerbuk. Ironisnya, krisis iklim tidak hanya berdampak pada serangga penyerbuk itu saja, tetapi juga pada proses penyerbukan yang terjadi. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya perubahan temperatur bumi yang berimbas pada lamanya waktu penyerbukan, berbunga, hingga produksi buah sehingga akan mengganggu konservasi 3agroekosistem dan eksosistem liar.

Pranita, Ellyvon. 2020. "Krisis Iklim Bikin Serangga Penyerbuk di Ekosistem Indonesia Terancam". Kompas.com. Diakses dan diadaptasi pada 20 Agustus 2020. https://sains.kompas.com/read/2020/01/12/095907823/krisis-iklim-bikin-serangga-penyerbuk-di-ekosistem-indonesia-terancam?page=all.


Kata yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang pada kalimat kedua paragraf kedua adalah .…space space 

  1. menambahkanspace space 

  2. meningkatspace space 

  3. berpotensispace space 

  4. memburukspace space 

  5. terasimilasispace space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

26

:

33

Klaim

Iklan

D. Setyowati

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah B.

jawaban yang tepat adalah B.undefined  

Pembahasan

Kalimat dua paragraf kedua berbunyi Di Indonesia, dampak krisis iklim ini terlihat dari beberapa bencana alam yang terus [ … ] dan makin parah . Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah kata meningkat. Pada kalimat tersebut, terdapat frasa makin parah yang menunjukkan bahwa bencana alam terus terjadi atau bahkan intensitas kejadiannya meningkat. Sementara itu, kata pada pilihan jawaban lain tidak tepat karena alasan-alasan berikut. Kata menambahkan merupakan verba transitif atau kata kerja yang membutuhkan objek, sementara dalam kalimat di atastidak terdapat objek. Kata berpotensi menunjukkan sesuatu yang belum terjadi. Dalam kalimat di atas, sesuatu yang dimaksud (bencana alam) sudah terjadi. Hal itu terlihat dari frasa makin parah . Sesuatu yang dikatakan makin parah menandakan bahwa sesuatu tersebut telah terjadi. Kata memburuk tidak tepat dengan konteks kalimat. Bencana alam merupakan suatu keadaan yang tidak bisa membaik maupun memburuk. Kata terasimilasi berasal dari kata dasar asimilasi yang salah satu maknanya adalah 'penyesuaian (peleburan) sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan sekitar'. Makna katatersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

Kalimat dua paragraf kedua berbunyi Di Indonesia, dampak krisis iklim ini terlihat dari beberapa bencana alam yang terus [] dan makin parah. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah kata meningkat. Pada kalimat tersebut, terdapat frasa makin parah yang menunjukkan bahwa bencana alam terus terjadi atau bahkan intensitas kejadiannya meningkat. Sementara itu, kata pada pilihan jawaban lain tidak tepat karena alasan-alasan berikut.

  • Kata menambahkan merupakan verba transitif atau kata kerja yang membutuhkan objek, sementara dalam kalimat di atas tidak terdapat objek.
  • Kata berpotensi menunjukkan sesuatu yang belum terjadi. Dalam kalimat di atas, sesuatu yang dimaksud (bencana alam) sudah terjadi. Hal itu terlihat dari frasa makin parah. Sesuatu yang dikatakan makin parah menandakan bahwa sesuatu tersebut telah terjadi.
  • Kata memburuk tidak tepat dengan konteks kalimat. Bencana alam merupakan suatu keadaan yang tidak bisa membaik maupun memburuk.
  • Kata terasimilasi berasal dari kata dasar asimilasi yang salah satu maknanya adalah 'penyesuaian (peleburan) sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan sekitar'. Makna kata tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.undefined  

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini! ... Ilmuwan AS mengembangkan perangkat untuk mengurangi waktu deteksi bakteri dari beberapa hari menjadi hanya beberapa menit. Perangkat i...

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia