Teks 2 HP Baru     Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.     Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.     “Yah ... Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?” kata Rani pada ayahnya.     “Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.     “Tapi, Yah ... semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orangtuanya saat terpaksa pulang telat.”      “Lha kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata ayah lagi.     Rani hampir saja menangis.     “Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.     Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.     “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”     Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.     “Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”     “Hm ... Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani.     “Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.     “Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”     “Rani janji, Yah. Makasih ya Ayah,” janji Rani sambil memeluk Ayahnya. Apa yang diajukan Rani pada Ayahnya?

Pertanyaan

Teks 2


HP Baru


    Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.

    Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.

    “Yah ... Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?” kata Rani pada ayahnya.

    “Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.

    “Tapi, Yah ... semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orangtuanya saat terpaksa pulang telat.” 

    “Lha kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata ayah lagi.

    Rani hampir saja menangis.

    “Tak hanya itu, Yah ... Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu Ayahnya.

    Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.

    “Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”

    Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.

    “Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak. Bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”

    “Hm ... Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal ....” ayah seakan sengaja menggoda Rani.

    “Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.

    “Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”

    “Rani janji, Yah. Makasih ya Ayah,” janji Rani sambil memeluk Ayahnya.


Apa yang diajukan Rani pada Ayahnya?undefined

  1. ...

  2. ...

R. Trihandayani

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan

Perhatikan kutipan dialog berikut ini!

      Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk Ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada Ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.

    Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.

    “Yah ... Rani benar-benar perlu HP. Belikan ya Yah?” kata Rani pada ayahnya.

Berdasarkan kutipan dialog tersebut, Rani meminta ayahnya untuk dibelikan HP karena ia sangat membutuhkannya.

undefined
Jadi, hal yang diajukan Rani kepada ayahnya adalah meminta dibelikan HP.undefined 
 

546

3.7 (12 rating)

Pertanyaan serupa

Teks 1 Sumber: http://fotojurnalistiku.blogspot.co.id Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?” Penjual: “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.” Pembeli: “Boleh kurang kan, bang?” Penjual: “Belu...

87

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia