a) Jika ke dalam sistem larutan penyangga tersebut ditambahkan larutan HBr, maka ion H+ dari HBr akan dinetralisasi oleh komponen basa konjugasi yaitu HCO3− sehingga harga pH dapat dipertahankan.
b) Jika ke dalam sistem larutan penyangga tersebut ditambahkan larutan KOH, maka ion OH− dari KOH akan dinetralisasi oleh komponen asam lemah yaitu H2CO3 sehingga harga pH dapat dipertahankan.
Larutan penyangga merupakan larutan yang jika ditambahkan sedikit asam / basa, maka harga pH nya tidak berubah. Campuran antara larutan H2CO3 dan HCO3− merupakan larutan penyangga asam karena terdiri dari asam lemah (H2CO3) dan basa konjugasinya (HCO3−). Dalam larutan tersebut, terdapat kesetimbangan kimia:
H2CO3(aq) ⇌ HCO3−(aq) + H+(aq)
a) Jika ke dalam larutan penyangga tersebut ditambahkan larutan HBr yang merupakan asam kuat, maka ion H+ dari HBr akan menambah konsentrasi ion H+ pada larutan dan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kiri. Asam yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponen basa konjugasi yaitu HCO3−.
HCO3−(aq) + H+(aq) ⇌ H2CO3(aq)
Dengan demikian, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion H+, sehingga pH dapat dipertahankan.
b) Jika ke dalam larutan penyangga tersebut ditambahkan larutan KOH yang merupakan basa kuat, maka ion OH− dari KOH akan dinetralisasi oleh komponen asam lemah yaitu H2CO3 dan membentuk ion HCO3− dan air.
H2CO3(aq) + OH−(aq) ⇌ HCO3−(aq) + H2O(l)
Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion H+, sehingga pH dapat dipertahankan.