Iklan

Pertanyaan

Study kasus DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum Hulu merupakan salah satu DAS di Indonesia yang mempunyai fungsi penting bagi masyarakat Jawa Barat maupun Jakarta. Luas DAS Citarum Hulu sekitar 2.340,88 km 2 dengan jumlah penduduk 5,7 juta jiwa di tahun 2001 (Wangsaatmaja, 2003). Di Kawasan DAS Citarum Hulu mengalir sungai utama, yaitu Citarum. Air sungai ini digunakan sebagai sumber air minum, pertanian, perikanan, serta merupakan sumber air bagi tiga waduk (volume total 6.147 juta m 3 ) untuk keperluan irigasi seluas 300.000 ha dan pembangkit tenaga listrik Pulau Jawa dan Bali dengan daya total 5.000 giga watt hours. Tekanan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat telah menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Indikasi kerusakan ini dapat dirasakan dengan semakin menurunnya debit ekstrem minimum dan meningkatnya debit ekstrem maksimum serta meningkatnya nilai koefi sien run off air (Widiati, 1998), sehingga menimbulkan fenomena banjir dan kekeringan yang merugikan bagi penduduk. Meningkatnya aktivitas pemukiman dan industri serta aktivitas penduduk lainnya juga telah menimbulkan permasalahan khususnya terhadap kualitas air Citarum. Memburuknya kualitas air sungai ini diakibatkan masih banyaknya aktivitas industri, perumahan maupun perternakan yang membuang limbahnya langsung ke Citarum maupun anak-anak sungainya tanpa diolah terlebih dahulu, termasuk di dalamnya limbah padat (sampah). Kualitas udara kota besar di Cekungan Bandung juga mengalami penurunan akibat meningkatnya industri dan jumlah kendaraan bermotor, yang ditandai dengan terjadinya fenomena hujan asam, dan meningkatnya konsentrasi pencemar udara. Pertanyaan Jelaskan pendapat anda mengenai strategi pembangunan lingkungan berkelanjutan yang tepat untuk kasus diatas!

Study kasus
    DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum Hulu merupakan salah satu DAS di Indonesia yang mempunyai fungsi penting bagi masyarakat Jawa Barat maupun Jakarta. Luas DAS Citarum Hulu sekitar 2.340,88 km2 dengan jumlah penduduk 5,7 juta jiwa di tahun 2001 (Wangsaatmaja, 2003). Di Kawasan DAS Citarum Hulu mengalir sungai utama, yaitu Citarum.
    Air sungai ini digunakan sebagai sumber air minum, pertanian, perikanan, serta merupakan sumber air bagi tiga waduk (volume total 6.147 juta m3) untuk keperluan irigasi seluas 300.000 ha dan pembangkit tenaga listrik Pulau Jawa dan Bali dengan daya total 5.000 giga watt hours.
    Tekanan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat telah menyebabkan perubahan penggunaan lahan. Indikasi kerusakan ini dapat dirasakan dengan semakin menurunnya debit ekstrem minimum dan meningkatnya debit ekstrem maksimum serta meningkatnya nilai koefi sien run off air (Widiati, 1998), sehingga menimbulkan fenomena banjir dan kekeringan yang merugikan bagi penduduk. Meningkatnya aktivitas pemukiman dan industri serta aktivitas penduduk lainnya juga telah menimbulkan permasalahan khususnya terhadap kualitas air Citarum.
    Memburuknya kualitas air sungai ini diakibatkan masih banyaknya aktivitas industri, perumahan maupun perternakan yang membuang limbahnya langsung ke Citarum maupun anak-anak sungainya tanpa diolah terlebih dahulu, termasuk di dalamnya limbah padat (sampah).
    Kualitas udara kota besar di Cekungan Bandung juga mengalami penurunan akibat meningkatnya industri dan jumlah kendaraan bermotor, yang ditandai dengan terjadinya fenomena hujan asam, dan meningkatnya konsentrasi pencemar udara.

Pertanyaan
Jelaskan pendapat anda mengenai strategi pembangunan lingkungan berkelanjutan yang tepat untuk kasus diatas!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

01

:

20

:

59

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Pembahasan
lock

Masalah pada soal adalah: ada pencemaran di DAS Citarum dan pencemaran udara di cekungan Bandung yang ditanyakan adalah bagaimana strategi mengatasinya sesuai dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan untuk kasus pada soal Pembangunanberwawasanlingkungan adalahpembangunan berkelanjutanyang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya. Strategi yang dapat dilakukan untuk DAS Citarum adalah sebagai berikut. tidak buang sampah sembarangan sebagai bentuk pengurangan pencemaran sungai Citarum. Mengawasi dan menindak tegas masyarakat sampai industri yang membuang limbah ke sungai Citarum Pembangunan di DAS Citarum harus sesuai denganRencana Tata Ruang Wilayah yang telah dibuat supaya terjadi keselarasan antara pembangunan dengan alam sekitar. Strategi mengatasi pencemaran udara di Cekungan Bandung Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor memperbanyak tanaman dan pepohonan industri harus menyaring asap buangan yang dilepaskan ke udara agar tidak berbahaya

 

Masalah pada soal adalah: ada pencemaran di DAS Citarum dan pencemaran udara di cekungan Bandung

yang ditanyakan adalah bagaimana strategi mengatasinya sesuai dengan pembangunan lingkungan berkelanjutan untuk kasus pada soal

Pembangunan berwawasan lingkungan adalah pembangunan berkelanjutan yang mengoptimalkan manfaat sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan cara menserasikan aktivitas manusia dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.

Strategi yang dapat dilakukan untuk DAS Citarum adalah sebagai berikut.

  1. tidak buang sampah sembarangan sebagai bentuk pengurangan pencemaran sungai Citarum.
  2. Mengawasi dan menindak tegas masyarakat sampai industri yang membuang limbah ke sungai Citarum 
  3. Pembangunan di DAS Citarum harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang telah dibuat supaya terjadi keselarasan antara pembangunan dengan alam sekitar.

Strategi mengatasi pencemaran udara di Cekungan Bandung

  1. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor
  2. memperbanyak tanaman dan pepohonan
  3. industri harus menyaring asap buangan yang dilepaskan ke udara agar tidak berbahaya

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

3

Iklan

Pertanyaan serupa

Pemanfaatan sumber daya alam harus sesuai dengan pembangunan berkelanjutan yaitu adanya..

1

4.3

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia