Iklan

Pertanyaan

Strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa ...

Strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa ...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

10

:

22

:

42

Klaim

Iklan

F. Kurniararasanty

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Jawaban terverifikasi

Jawaban

strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa terwujud dalam dua perlawanan sebelum abad ke-20 masehi yang cenderung masih bersifat kedaerahan serta perlawanan sesudah abad ke-20 masehi yang sudah memiliki skala nasional dalam perjuangannya.

strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa terwujud dalam dua perlawanan sebelum abad ke-20 masehi yang cenderung masih bersifat kedaerahan serta perlawanan sesudah abad ke-20 masehi yang sudah memiliki skala nasional dalam perjuangannya.

Pembahasan

Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada awalnya dilatarbelakangi oleh motif ekonomi, yakni untuk melakukan perdagangan rempah yang merupakan komoditas utama pada saat itu. Akan tetapi, melihat kekayaan rempah di Nusantara, pada akhirnya praktik imperialisme, kolonialisme dan sistem monopoli perdagangan mulai dijalankan oleh bangsa Eropa. Menghadapi praktik penjajahan tersebut, memicu berbagai perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Adapun penerapan strategi yang dilakukan dalam melakukan perlawanan terhadap bangsa Eropa, tergambar dalam dua hal, Perlawanan sebelum abad ke-20 masehi, memiliki ciri perlawanan yang masih bersifat kedaerahan, perlawanan masih berfokus pada satu tokoh yang dianggap memiliki karisma, perlawanan masih mengandalkan perang fisik dalam arti penggunaan senjata yang sebenarnya dan sistem perlawanan belum teroganisir dengan baik sebab masih dalam skala kedaerahan, Perlawanan sesudah abad ke-20 masehi, memiliki ciri perlawanan yang sudah bersifat nasional sehingga sistem pergerakan sudah teroganisir dengan baik, perlawanan tidak selalu mengandalkan perang fisik melainkan menggunakan organisasi sebagai sarana pergerakan untuk memperjuangkan hak sehingga ciri berikutnya berkaitan dengan sosok pemimpin yang tidak hanya mengandalkan pada seseorang melainkan melalui regenerasi melalui pembinaan kader organisasi. Perlawanan terhadap bangsa Indonesia, meskipun memiliki dua pola yang berbeda pada masanya, tetapi pada intinya satu, yaitu mengusir penjajahan. Pada konteks strategi yang pertama karena sifatnya masih kedaerahan sehingga orientasinya terletak pada pengusiran para penjajah dari tanah wilayah mereka. Sementara pada konteks strategiyang kedua, orientasinya juga terletak pada keinginannya untuk bisa merdeka sepenuhnya secara nation-state merdeka bangsa dan negaranya. Dengan demikian, strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa terwujud dalam dua perlawanan sebelum abad ke-20 masehi yang cenderung masih bersifat kedaerahan serta perlawanan sesudah abad ke-20 masehi yang sudah memiliki skala nasional dalam perjuangannya.

Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara pada awalnya dilatarbelakangi oleh motif ekonomi, yakni untuk melakukan perdagangan rempah yang merupakan komoditas utama pada saat itu. Akan tetapi, melihat kekayaan rempah di Nusantara, pada akhirnya praktik imperialisme, kolonialisme dan sistem monopoli perdagangan mulai dijalankan oleh bangsa Eropa.
Menghadapi praktik penjajahan tersebut, memicu berbagai perlawanan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia. Adapun penerapan strategi yang dilakukan dalam melakukan perlawanan terhadap bangsa Eropa, tergambar dalam dua hal, 

  • Perlawanan sebelum abad ke-20 masehi, memiliki ciri perlawanan yang masih bersifat kedaerahan, perlawanan masih berfokus pada satu tokoh yang dianggap memiliki karisma, perlawanan masih mengandalkan perang fisik dalam arti penggunaan senjata yang sebenarnya dan sistem perlawanan belum teroganisir dengan baik sebab masih dalam skala kedaerahan,
  • Perlawanan sesudah abad ke-20 masehi, memiliki ciri perlawanan yang sudah bersifat nasional sehingga sistem pergerakan sudah teroganisir dengan baik, perlawanan tidak selalu mengandalkan perang fisik melainkan menggunakan organisasi sebagai sarana pergerakan untuk memperjuangkan hak sehingga ciri berikutnya berkaitan dengan sosok pemimpin yang tidak hanya mengandalkan pada seseorang melainkan melalui regenerasi melalui pembinaan kader organisasi.

Perlawanan terhadap bangsa Indonesia, meskipun memiliki dua pola yang berbeda pada masanya, tetapi pada intinya satu, yaitu mengusir penjajahan. Pada konteks strategi yang pertama karena sifatnya masih kedaerahan sehingga orientasinya terletak pada pengusiran para penjajah dari tanah wilayah mereka. Sementara pada konteks strategi yang kedua, orientasinya juga terletak pada keinginannya untuk bisa merdeka sepenuhnya secara nation-state merdeka bangsa dan negaranya.

Dengan demikian, strategi perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan bangsa Eropa terwujud dalam dua perlawanan sebelum abad ke-20 masehi yang cenderung masih bersifat kedaerahan serta perlawanan sesudah abad ke-20 masehi yang sudah memiliki skala nasional dalam perjuangannya.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

10

Mentari ester marthen

Pembahasan lengkap banget

Pelsa

Bantu banget Makasih ❤️

Dewi Fatmawati

Jawaban tidak sesuai

Iklan

Pertanyaan serupa

Penderitaan indonesia menumbuhkan benih perlawanan di berbagai daerah,tetapi perjuangan rakyat untuk mengusir penjajah belum berhasil karena ...

4

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia