Roboguru

Strategi Belanda yang paling ampuh menghadapi perlawanan dari para penguasa lokal adalah dengan melakukan politik...

Pertanyaan

Strategi Belanda yang paling ampuh menghadapi perlawanan dari para penguasa lokal adalah dengan melakukan politik...

  1. Pecah belah

  2. Alienasi

  3. Aliansi

  4. Etis

  5. Balas budi

Pembahasan Soal:

Salah satu strategi VOC dalam menghadapi perlawanan dari para penguasa lokal adalah dengan menerapkan politik pecah belah (divide et impera). Penerapan politik ini dilakukan dengan cara mencampuri urusan internal kerajaan. Selain itu, menawarkan bantuan kepada kerajaan-kerajaan yang tengah berkonflik. VOC akan menawarkan bantuan kepada salah satunya. Jika kerja sama itu berhasil, VOC akan mengikat kerajaan yang telah dibantunya dengan perjanjian-perjanjian yang menguntungkan VOC. Politik ini sangat berhasil sehingga satu per satu wilayah yang potensial secara ekonomis dapat dikuasai VOC. Dengan cara ini juga perdagangan antarpulau, seperti Makassar, Aceh, Mataram dan Banten, akhirnya dapat mereka kuasai sepenuhnya.

Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perhatikan pernyataan berikut ini! Monopoli perdagangan Ekstirpasi Hongi tochten Divide et Impera Poenale Sanctie Sewa Tanah Kebijakan-kebijakan VOC di Nusantara ditunjukkan oleh nomor ...

Pembahasan Soal:

Kebijakan-kebijakan VOC antara lain:

  • Monopoli perdagangan.
  • Ekstirpasi yakni  menebang rempah-rempah yang jumlahnya berlebih.
  • Hongi tochten atau pelayaran hongi yakni pelayaran yang dilakukan VOC dalam rangka mengawasi perdagangan.
  • Devide et impera, yakni politik adu domba, sebagai contoh di Kerajaan Gowa-Tallo antara Sultan Hasanuddin dan Raja Bone yaitu Aru Palaka. 

Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah A.space space space

0

Roboguru

Untuk menghindari persaingan di antara perusahaan dagang Belanda dan memperkuat diri agar dapat bersaing dengan perusahaan dagang negara lain, pemerintah Belanda memberikan keistimewaan kepada VOC unt...

Pembahasan Soal:

Perdagangan Belanda di Nusantara, merupakan aset penting bagi pemerintah Belanda untuk meningkatkan perekonomianya. Maka VOC, sebagai kongsi dagang yang melaksanakan perdagangan di Nusantara mendapatkan perhatian khusus bagi pemerintah Belanda. Dalam mendukung aktivitas perdaganganya di Nusantara agar mendapatkan keuntungan yang besar, pemerintah Belanda memberikan hak istimewa bagi VOC agar lebih leluasa dalam menjalankan perdagangan dan mendapatkan keuntungan yang besar di Nusantara. Hak tersebut disebut dengan hak Octrooi.

Dalam hak Octrooi, VOC diberikan hak untuk 

  1. Monopoli dagang
  2. Membentuk angkatan perang sendiri
  3. Melakukan peperangan 
  4. Mengadakan perjanjian dengan penguasa lokal
  5. Mencetak uang sendiri
  6. Mengangkat pegawai sendiri dan
  7. Mendirikan pemerintah di negeri jajahan.

Jadi, jadi untuk menjalakan pemerintahan di Indonesia, pemerintah Belanda memberikan keistimewaan kepada VOC yang ditunjukan dengan diberikanya hak Octrooi kepada VOC.

0

Roboguru

Sebutkan kebijakan monopoli perdagangan Belanda!

Pembahasan Soal:

Pendudukan Belanda di Indonesia telah berlangsung selama berabad-abad. Pada masa pendudukan tersebut banyak kebijakan yang diambil oleh Belanda di Indonesia, salah satunya adalah kebijakan monopoli perdagangan. Beberapa kebijakan monopoli perdangan yakni sebagai berikut.

  • Verplichte Leverantie: Kebijakan ini mewajibkan penduduk atau produsen setempat untuk menyerahkan hasil produksi berupa komoditas tertentu dengan harga yang telah ditetapkan oleh VOC.
  • Contingenten: Kebijakan ini merupakan kewajiban rakyat untuk membayar pajak sesuai dengan harga yang ditentukan VOC. Pembayaran pajak ini menggunakan hasil bumi. Pembayaran ini juga dilakukan tanpa sistem ganti rugi.
  • Hak Ekstirpasi: Kebijakan pemusnahan komoditas tertentu oleh VOC bila harga barang yang dimaksud sedang jatuh dan tidak akan bisa menciptakan laba dalam perdagangan.
  • Pelayaran Hongi: Pelayaran Hongi merupakan kebijakan ekonomi VOC untuk mengawasi tindakan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku serta menghukum pelanggarnya.
  • Preanger Stelsel: Kebijakan yang mewajibkan penduduk setempat untuk menanam komoditas kopi dengan tujuan menjualnya kepada VOC dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya.

Dengan demikian, kebijakan monopoli perdagangan Belanda terdiri dari Pelayaran Hongi, Hak Ekstirpasi, Preanger Stelsel, Contingenten, dan Verplichte Leverantie

0

Roboguru

Jelaskan bagaimana penderitaan bangsa Indonesia akibat penjajahan pada masa VOC!

Pembahasan Soal:

Vereenigde Oost-Indische Compagnie ( VOC) atau Perusahaan Belanda Hindia Timur adalah perusahaan dagang yang dibentuk pemerintah Belanda pada Maret 1602. Dalam menjalankan tugasnya, VOC memiliki hak istimewa atau biasa disebut sebai hak oktroi. Hak istimewa tersebut dan kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh VOC banyak berdampak terhadap penderitaan masyarakat pribumi. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari hak monopoli dimana masyarakat hanya bisa menjual barang dagangan kepada VOC dengan harga yang sangat murah, kerja paksa yang dilakukan oleh VOC menyebabkan banyak masyarakat yang meninggal, pemungutan pajak berupa hasil bumi yang menekan rakyat, hingga pengambil alihan lahan masyarakat secara paksa.

Dengan demikian, penderitaan rakyat Indonesia akibat penjajahan VOC disebabkan oleh peraturan monopoli, sistem kerja paksa, pemungutan pajak, dan pengambilan lahan secara paksa.

1

Roboguru

Perhatikan informasi-informasi berikut. Menambah jumlah tanaman sehingga harga dapat meningkat. Menentukan luas areal penanaman dan jumlah tanaman rempah-rempah. Memberlakukan dua jenis pajak kep...

Pembahasan Soal:

Dalam sejarah panjang pemerintahan VOC yang berlangsung dari tahun 1602-1799, tercatat ada 32 gubernur jenderal VOC yang pernah berkuasa di Nusantara. Secara garis besar, dalam VOC menerapkan sejumlah kebijakan sebagai berikut.

  1. Memberlakukan dua jenis pajak kepada rakyat, yaitu contingenten dan verplichte leverantie. Contingenten adalah pajak wajib berupa hasil bumi yang langsung dibayarkan kepada VOC. Pajak ini diterapkan di daerah jajahan Jangsung VOC, misalnya di Batavia. Sementara itu, verplichte leverentie adalah penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditentukan VOC. Verplichte leverantie berlaku di daerah jajahan yang tidak secara langsung dikuasai VOC, misalnya di Kerajaan Mataram Islam. Pada contingenten, sebagian dari hasil bumi wajib diserahkan kepada pemerintah sebagai pajak. Pada verplichte leverantie, rakyat wajib menjual sebagian dari hasil buminya kepada VOC dengan harga yang ditentukan VOC-tentu harganya murah sebab diperhitungkan sebagai pajak. Kedua jenis pajak ini dipungut oleh elite-elit pribumi yang bekerja pada VOC.
  2. Menyingkirkan pedagang-pedagang lain, baik dari negaranegara lain maupun pedagang Jawa, Melayu, Arab, dan Tiongkok dari aktivitas perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal itu dilakukan untuk memonopoli penjualan dan perdagangan rempah-rempah di Indonesia. Sebagai bagian dari kebijakan itu, VOC melarang para pedagang Maluku menjual rempah-rempahnya kepada bangsa Eropa lain.
  3. Menentukan luas areal penanaman rempah-rempah serta menentukan jumlah tanaman rempah-rempah. Kebijakan ini secar·a khusus diberlakukan di Maluku, untuk tanaman cengkih dan pala.
  4. Melakukan kebijakan ekstirpasi, yaitu menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya tidak berlebihan sehingga harga tetap dapat dipertahankan. Untuk mendukung kebijakan ekstirpasi, Belanda memberlakukan apa yang disebut pelayaran hongi.
  5. Mewajibkan kerajaan-kerajaan yang telah terikat perjanjian dengan VOC untuk menyerahkan upeti setiap tahun kepada VOC.
  6. Mewajibkan rakyat menanarn tanaman tertentu, terutarna kopi, dan hasilnya dijual kepada VOC dengan harga yang sudah ditentukan oleh VOC. Kebijakan seperti ini ini pernah diberlakukan di Tanah Pasundan atau Tanah Sunda pada awal abad ke XVIII (tahun 1720-an) di bawah Gubernur Jenderal Hendrick Zwaardecroon. Bibit kopinya didatangkan dari Malabar, India. Dari Priangan, VOC memperluas daerah budi daya kopi hingga ke Sumatra, Bali, Sulawesi, dan Timor.

 Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved