Hidrokarbon tak jenuh adalah hidrokarbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua (alkena) atau tiga (alkuna).
Etilena adalah senyawa alkena dengan rumus molekul
yang memiliki nama IUPAC etena. Sebagai senyawa alkena, etilena memiliki ikatan rangkap dua, sehingga etilena merupakan hidrokarbon tak jenuh. Berikut adalah struktur dari etilena.

Asetilena merupakan senyawa alkuna dengan rumus molekul
yang memiliki nama IUPAC etuna. Sebagai senyawa alkuna, asetilena memiliki ikatan rangkap tiga, sehingga asetilena merupakan hidrokarbon tak jenuh. Berikut adalah struktur asetilena.

Berdasarkan penjelasan di atas, etilena dan asetilena merupakan hidrokarbon tak jenuh, sehingga pernyataan benar.
Reaksi adisi adalah terputusnya ikatan rangkap yang dapat mengakibatkan terbentuknya senyawa jenuh atau alkana.
Hidrokarbon jenuh adalah hidrokarbon yang pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal, hidrokarbon ini disebut juga sebagai alkana. Reaksi yang dialami alkana umumnya reaksi substitusi dan tidak dapat mengalami reaksi adisi karena ikatan pada rantai karbonnya tunggal.
Sebagai senyawa alkena dan alkuna, etilena dan asetilena dapat mengalami reaksi adisi. Salah satu ikatan pada ikatan rangkap pada alkena dan alkuna mudah terputus bila bereaksi dengan zat lain sehingga mengakibatkan terbentuknya senyawa jenuh atau alkana, sehingga alasan benar.
Akan tetapi, alasan etilena dan asetilena disebut sebagai senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah karena memiliki ikatan rangkap, bukan karena dapat mengalami reaksi adisi, maka dapat disimpulan bahwa pernyataan dan alasan tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.
Dengan demikian pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat, sehingga jawabannya adalah B.