Roboguru

Sistem kasta membagi masyarakat ke dalam empat kasta. Berikut yang tidak termasuk ke dalam empat kasta dalam agama Hindu adalah ...

Pertanyaan

Sistem kasta membagi masyarakat ke dalam empat kasta. Berikut yang tidak termasuk ke dalam empat kasta dalam agama Hindu adalah ...

  1. brahmana

  2. kesatria

  3. wasya 

  4. sudra

  5. paria

Pembahasan Soal:

Dalam bahasa Sansekerta dan istilah Agama Hindu, konsep kasta memiliki nama “Varna”. Kasta adalah pembagian masyarakat berdasarkan kelompok-kelompok kelas yang berperingkat (berstratifikasi). Terdapat empat kelompok kelas dalam konsep kasta ini, yaitu Brahmana (kaum agamawan), Ksatria (kaum bangsawan), Waisya (kaum masyarakat biasa seperti petani, pengrajin dan pedagan), dan Sudra (kaum pekerja kasar seperti buruh, dan lainnya). Sedangkan masyarakat yang tidak tergabung dalam sistem kasta, mereka adalah yang dianggap melanggar tata aturan kasta disebut dengan paria.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 14 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Golongan masyarakat yang terdiri atas budak dan pekerja kasar dalam struktur sosial masyarakat Hindu disebut ...

Pembahasan Soal:

Kasta Sudra sebagai perlambang kaki terdiri atas orang-orang dravida yang masuk kedalam masyarakat aria dan berkedudukan sebagai hamba sahaya atau budak.

0

Roboguru

Silpin merupakan sebutan bagi orang yang berperan penting dalam membangun candi, relief ataupun arca pada masa kerajaan Hindu dan Buddha. Tidak sembarang orang dapat menjadi silpin, adapun golongan ma...

Pembahasan Soal:

Silpin merupakan tokoh yang berperan dalam berbagai pembangunan arsitektur candi dan relief yang ada di Nusantara. Orang yang menjadi Silpin hanyalah orang yang berada di kasta Brahmana.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.undefined 

0

Roboguru

Prasasti Kedukan Bukit berisi tentang ...

Pembahasan Soal:

Di Sumatra sekitar abad ke-7 diketahui terdapat tiga kerajaan, yakni kerajaan Tulangbawang, Melayu dan Sriwijaya. Salah satu kerajaan yang dikenal cukup luas adala kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak Buddha yang berdiri sekitar abad ke-7 di Sumatra. Sumber Informasi mengenai perkembangan kerajaan Sriwijaya diketahui dari berita Tiongkok dan prasasti-prasasti, dimulai dari prasasti Kedukan Bukit (683 M) hingga prasasti Karang Berahi (686 M). Prasasti pertama yang ditemukan adalah prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 605 Saka (683 M), prasasti ini ditemukan di Tepi Sungai Tatang, dekat Palembang. Prasasti ini berisi mengenai seorang Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci (siddhayatra) dengan menggunakan perahu. Ia berangkat dari Minangtamwan dengan membawa 20.000 tentara.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Mengapa bahasa Melayu cepat berkembang di Nusantara?

Pembahasan Soal:

Bahasa Melayu digunakan hampir pada semua pelabuhan-pelabuhan di Kepulauan Nusantara.Sejak zaman kuno bahasa itu sudah menjadi bahasa resmi negara Melayu (Jambi). Bahkan, pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, bahasa Melayu dijadikan bahasa resmi dan bahasa ilmu pengetahuan. Bahasa Melayu tumbuh menjadi bahasa perantara dan menjadi lingua franca di seluruh Kepulauan Nusantara. Perkembangannya semakin pesat pada masa Islam dan erat dengan kehidupan masyarakat hingga masa Pergerakan Nasional. Hal ini dapat dilihat pada saat terjadi kongres pemuda yang akan menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi. Dengan demikian, bahasa Melayu dapat berkembang cepat karena beberapa hal antara lain: digunakan oleh kerajaan besar sebagai bahasa resmi, bersifat sederhana, serta mudah diterima masyarakat.

4

Roboguru

Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa, bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Kalimat tersebut terdapat pada kitab …

Pembahasan Soal:

Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa merupakan salah satu potongan kalimat yang terdapat dalam kitab Sutasoma karya Mpu Tantular. Kalimat tersebut bermakna bahwa walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua. Secara garis besar, Kitab Sutasoma bercerita mengenai Pangeran Sutasoma. Di dalamnya juga mengajarkan toleransi beragama, khususnya antara Hindu dan Buddha. Kitab tersebut ditulis menggunakan aksara Bali dalam bahasa Jawa Kuno, dengan bahan naskah terbuat dari daun lontar.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved