Iklan

Pertanyaan

Bacalah cerpen berikut!

Menemukan Dompet

    Berbulan-bulan sudah aku menanti panggilan kerja. Hari-hariku terasa seperti penuh kebingungan dan tanpa arah. Bahkan, kerjaanku hanya luntang luntung tak karuan di rumah.Mengalami kebingungan harus melakukan apa. Ingin memulai usaha namun tak punya modal.
    Pada suatu hari, aku berniat untuk berjumpa dengan sahabt untuk menceritakan masalahku ini. Ketika sedang berada di jalan menuju rumah sahabatku, tepatnya di bagian samping jalan ujung dari tortoar, aku melihat sebuah dompet berwarna cokelat.
    Aku mengambil dompet tersebut kemudian akupun membuka dan melihat isinya. Di dalam dompet tersebut ada SIM, KTP, beberapa surat penting, tabungan yang isinya sangat banyak dan sebuah kartu kredit.
    Dalam fikiran sempat muncul keinginan untuk menggunakan isi dari dompet tersebut. Namun aku berubah fikiran dan berfikir harus mengembalikan dompet tersebut kepada yang memiliki. Selang beberapa saat sesudah aku pulang dari rumah sahabatku, akupun mengembalikan dompet tersebut. Mencoba mencari alamat pemilik yang ada di KTP.
    "Permisi pak, apakah benar ini alamat pak Herman?" Tanyaku
    "Iya benar, Anda siapa?" Tanya seorang tukang kebun
    "Saya Andi, ingin bertemu dengan bapak Herman. Ada urusan yang sangat penting."
    Kebetulan pak Herman ada di rumah dan aku diminta untuk masuk ke dalam rumah. Kemudian duduk di dekat beliau sembari menyerahkan dompet yang tadinya aku temukan.
    "Kamu tinggal dimana Nak? Terus kerja dimana?" Tanya pak Herman dengan sangat penasaran.
    "Di kompleks Asri Cempaka Pak. Kebetulan saya masih menganggur dan menunggu panggilan kerja. Namun sudah beberapa bulan belum ada panggilan." Tambahku
    "Kamu sarjana apa?" Tanyanya
    "Ekonomi Managemen pak"
    "Baiklah nak. Di perusahaan saya sedang membutuhkan staff administrasi. Jika kamu tertarik silahkan besok mengunjungi kantor saya jam 9 pagi. Ini kartu nama saya." Sambung pak Herman.
    "Sungguh Pak?" Tanyaku penasaran.
    "lya Nak. Saya sangat memerlukan karyawan yang jujur dan penuh dedikasi sepertimu"
    "Terima kasih pak.""
    Aku seolah tidak percaya dan yakin bahwa ini merupakan keajaiban.space 

Setelah membaca cerpen tersebut, buatlah puisi yang isinya beracuan sama, namun variasi judul yang berbeda dengan tetap mengacu pada kaidah penulisan puisi (rima, diksi, majas)!

Setelah membaca cerpen tersebut, buatlah puisi yang isinya beracuan sama, namun variasi judul yang berbeda dengan tetap mengacu pada kaidah penulisan puisi (rima, diksi, majas)!space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

05

:

29

Klaim

Iklan

M. Rozalina

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Jambi

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Hal yang paling pertama dilakukan dalam mengubah cerpen tersebut menjadi puisi adalah membaca dan memahami cerpen tersebut. Cerpen tersebut menceritakan seorang yang mendapatkan keberuntungan dan kemudahan dengan berlaku jujur. Kita harus menemukan gagasan yang ingin disampaikan serta pesannya jika memungkinkan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kaidah penulisan puisi. Kita bisa membuat puisi narasi yang panjang atau puisi pendek. Berikut adalah kaidahnya: 1. Tentukan Tema dan Judul Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita menentukan temanya, yaitu kesetiaan. 2. Menentukan Kata Kunci Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi kesetiaan, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan keabadian tersebut. Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait. 3. Menggunakan Gaya Bahasa Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Salah satunya adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora misalnya. 4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat. Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu: Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan

Hal yang paling pertama dilakukan dalam mengubah cerpen tersebut menjadi puisi adalah membaca dan memahami cerpen tersebut.

Cerpen tersebut menceritakan seorang yang mendapatkan keberuntungan dan kemudahan dengan berlaku jujur.

Kita harus menemukan gagasan yang ingin disampaikan serta pesannya jika memungkinkan. Selain itu, kita juga harus memperhatikan kaidah penulisan puisi.

Kita bisa membuat puisi narasi yang panjang atau puisi pendek.

Berikut adalah kaidahnya:

1. Tentukan Tema dan Judul

Pertama, pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi agar puisi kita lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja kita menentukan temanya, yaitu kesetiaan.

2. Menentukan Kata Kunci

Setelah menentukan tema, langkah-langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan kata kunci dan kemudian mengembangkan kata tersebut. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi kesetiaan, maka selanjutnya adalah menemukan kata kunci yang berkaitan dengan keabadian tersebut. Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.

3. Menggunakan Gaya Bahasa

Langkah menulis puisi selanjutnya adalah dengan menggunakan gaya bahasa. Salah satunya adalah dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora misalnya.

4. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin

Selanjutnya adalah mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun kata-kata, larik-larik puisi menjadi bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.

Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:

  •     Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu
  •     Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir
  •     Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakanspace 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

19

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan hal-hal berikut! Segala sesuatu yang dirasakan dan dialami penyair Sesuatu yang pernah didengar atau dibaca penyair Hasil imajinasi penyair dan pembaca puisi Ide yang muncul ...

1

3.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia