Hemokromatosis adalah penyakit ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan. Apabila tidak ditangani, zat besi akan menumpuk di dalam organ tubuh dan memicu penyakit serius, seperti gagal jantung. Zat besi didapatkan tubuh dari makanan yang dikonsumsi. Namun pada penderita hemokromatosis, zat besi dari makanan akan diserap secara berlebihan dan tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh. Kondisi tersebut menyebabkan zat besi menumpuk di organ hati, jantung, pankreas, dan sendi. Jika penumpukan zat besi terjadi secara terus-menerus, organ-organ tersebut akan mengalami kerusakan.
Gejala dan tanda saat tubuh kelebihan zat besi biasanya muncul di usia paruh baya. Adapun berbagai gejala umum yang muncul seperti: kelelahan, sakit perut, lemah dan lesu, nyeri sendi, hilangnya gairah seksual, kerusakan hati, periode menstruasi yang tiba-tiba berhenti, perubahan warna kulit menjadi abu-abu akibat endapan zat besi berlebih, dan perbesaran hati
Pengobatan hemokromatosis bertujuan mengembalikan dan menjaga kadar zat besi yang normal di dalam tubuh, serta mencegah kerusakan organ dan komplikasi akibat penumpukan zat besi. Beberapa tindakan yang dilakukan dokter untuk mengatasi hemokromatosis adalah dengan membuang darah dan pemberian obat-obatan yang dapat membantu mengikat dan membuang kelebihan zat besi dalam tubuh melalui urine atau tinja. Obat ini dinamakan kelasi, contohnya adalah deferiprone.
Dengan demikian, penyakit dengan gejala kelebihan zat besi disebut hemokromatosis. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengobati orang dengan penyakit ini adalah dengan melakukan pembuangan darah dan pemberian obat kelasi yang dapat mengikat zat besi dan membuangnya melalui urin dan tinja.