Roboguru

Seorang wanita terbaring koma selama 10 tahun setelah mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan kerusakan otak permanen. Wanita tersebut dapat bertahan hidup dengan bantuan alat bantu medis. Keluarganya meminta supaya ia dibiarkan meninggal dengan melepas alat bantu. Otoritas hukum melarang pelepasan alat bantu medis pada wanita tersebut. Setelah dimusyawarahkan, akhirnya disepakati untuk melepas alat bantu medis pada wanita tersebut. Wanita tersebut meninggal 12 hari setelah pemberian makanan lewat tabung dihentikan. Bagaimana pendapatmu mengenai kasus tersebut? Apakah sebaiknya harus dilakukan pada pasien yang mengalami mati otak?

Pertanyaan

Seorang wanita terbaring koma selama 10 tahun setelah mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan kerusakan otak permanen. Wanita tersebut dapat bertahan hidup dengan bantuan alat bantu medis. Keluarganya meminta supaya ia dibiarkan meninggal dengan melepas alat bantu. Otoritas hukum melarang pelepasan alat bantu medis pada wanita tersebut. Setelah dimusyawarahkan, akhirnya disepakati untuk melepas alat bantu medis pada wanita tersebut. Wanita tersebut meninggal 12 hari setelah pemberian makanan lewat tabung dihentikan. Bagaimana pendapatmu mengenai kasus tersebut? Apakah sebaiknya harus dilakukan pada pasien yang mengalami mati otak?space 

Pembahasan Soal:

Mati otak merupakan kondisi ketika seluruh aktivitas otak terhenti secara permanen. Hal ini terjadi ketika suplai darah dari tubuh ke otak terhenti sehingga jaringan otak pun mati dan tidak bisa berfungsi. Dokter akan melakukan tes yang sesuai dengan pedoman medis dan diterima secara hukum untuk mendiagnosis mati otak pada pasien. Tes ini termasuk pemeriksaan klinis yang menunjukkan bahwa seseorang tidak memiliki refleks otak dan tidak dapat bernapas sendiri.

Jika hasil diagnosis dari dokter menyatakan bahwa seorang pasien mengalami mati otak, peralatan pendukung kehidupan secara hukum sudah dapat dihentikan. Beberapa pihak berpendapat bahwa dokter memiliki wewenang dan tanggung jawab untuk menghentikan mesin napas dan segala jenis perawatan mesin napas dan segala jenis perawatan pendukung kehidupan lainnya ketika seorang pasien meninggal dan bahkan alternatif pilihan untuk melanjutkan perawatan tidak perlu disampaikan kepada keluarga. Beberapa lainnya berpendapat tetap harus meminta izin dari keluarga untuk melepas mesin napas dan menghentikan perawatan.space space 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 12 April 2021

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved