Untuk mengetahui senyawa X yang dimaksud, dengan cara :
1)
endapan putih yang dapat larut dalam amonia.
Larutan AgNO3 jika direaksikan dengan senyawa klorida akan menghasilkan endapan putih. Reaksi ion halida dalam senyawa AgNO3 :
.
2)
terbentuk gas yang dapat menghasilkan asap putih bila dilewatkan pada kertas saring yang dibasahi amonia.
gas pada hasil reaksi tersebut adalah
sehingga senyawa X adalah senyawa yang mengandung ion
.
3)
larutan yang berwarna merah darah.
Senyawa X tersebut adalah senyawa yang mengandung kation
. Hal ini dikarenakan larutan KCNS jika bereaksi dengan larutan yang mengandung kation
akan menghasilkan larutan berwarna merah darah. Larutan berwarna darah ini merupakan hasil pembentukan ion kompleks dari
.
4)
endapan biru berlin
Senyawa X merupakan senyawa yang mengandung kation
. Hal ini dikarenakan larutan kalium ferosianida sering digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan besi dalam jaringan biologis. Kalium ferosianida bereaksi dengan besi dalam larutan dan menghasilkan pigmen biru yang tidak larut, yang biasanya dikenal dengan endapan biru berlin atau endapan biru prusia.
Jadi, kemungkinan senyawa X adalah D.
.