Iklan
Pertanyaan
Seorang siswa bernama Steven ingin melakukan percobaan mengenai kerja dua hormon pada kucing Wisma Kartini. Dua hormon tersebut ia duga berperan dalam mengatur sifat agresif dan frekuensi "mengeong" dari kucing, yang disimbolkan sebagai hormon A dan B berturut-turut. Selama pelatnas, ia telah mempelajari beberapa macam mekanisme resepsi sinyal eksternal oleh sel. Steven mengambil sampel sel dari bagian plasenta 4 individu Kucing berfenotipe bukan calico yang baru melahirkan, kemudian melakukan kultur sel dari sampel tersebut. Dari keempat kucing, diketahui 2 di antaranya (individu W dan X) bersifat agresif dan sangat sering mengeong, satu (individu Y) bersifat tidak agresif dan suka mengeong, sedangkan sisanya (individu Z) tidak agresif dan pendiam. Keempat individu tersebut diketahui kawin dengan pejantan yang sama, yaitu bersifat agresif dan suka mengeong. Setelah 1 bulan mengkultur sel, ia melakukan isolasi · membran, kemudian melakukan analisis SDS PAGE untuk melihat keberadaan reseptor hormon A seperti pada gambar berikut.
Dari data tersebut, tentukan apakah pernyataan berikut benar (B) atau salah (S)!
Kemungkinan anak dari individu W memiliki fenotipe tidak agresif adalah 0,25.
Benar
Salah
Iklan
N. Puspita
Master Teacher
1
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia