Persilangan antara dua sifat yang berbeda disebut dengan persilangan dihibrid. Berdasarkan soal tersebut, tanaman kacang kapri biji bulat berwarna hijau dapat kita asumsikan memiliki genotipe HHkk, sedangkan tanaman kacang kapri biji kisut berwarna kuning dapat kita asumsikan memiliki genotipe hhKK. Gen H (bulat) bersifat dominan terhadap gen h (kisut), sedangkan gen K (kuning) bersifat dominan terhadap gen k (hijau). Persilangan untuk mendapatkan keturunan pertama (F1) dapat dijabarkan sebagai berikut.
P1 : ♀ hhKK > < ♂ HHkk
(biji kisut, kuning) (biji bulat, hijau)
G1 : hK Hk
F1: 100% HhKk
(biji bulat, kuning)
Apabila keturunan pertama (F1) disilangkan dengan sesamanya, maka persilangan yang terjadi adalah sebagai berikut.
P2: ♀ HhKk > < ♂ HhKk
(biji bulat, kuning) (biji bulat, kuning)
G2 : HK, Hk, hK, hk HK, Hk, hK, hk
P2:

Fenotipe pada F2:
- Biji bulat kuning: nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13
- Biji bulat hijau: nomor 6, 8, 14
- Biji kisut kuning: nomor 11, 12, 15
- Biji kisut hijau: nomor 16
Rasio fenotipe F2 adalah biji bulat kuning : biji bulat hijau : biji kisut kuning : biji kisut hijau = 9 : 3 : 3 : 1
Apabila jumlah hasil panen F2 yang diperoleh sebanyak 6.400 biji kacang kapri, maka jumlah F2 yang berfenotipe biji bulat warna kuning dan biji kisut warna hijau secara berurutan adalah sebagai berikut.


Jadi, persilangan kedua menghasilkan biji kapri bulat warna kuning sebanyak 3.600 biji dan biji kapri kisut warna hijau sebanyak 400 biji.