Iklan

Pertanyaan

Seorang pemain bola sepak menendang bola dengan energi sebesar 230 J sehingga bola melambung membentuk lintasan parabola seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Mengapa energi kinetik bola di S lebih kecil daripada energi yang diberikan oleh tendangan kaki pemain?

Seorang pemain bola sepak menendang bola dengan energi sebesar 230 J sehingga bola melambung membentuk lintasan parabola seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

Mengapa energi kinetik bola di S lebih kecil daripada energi yang diberikan oleh tendangan kaki pemain?space 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

09

:

09

Klaim

Iklan

O. Salu

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sam Ratulangi

Jawaban terverifikasi

Jawaban

energi kinetik di titik S lebih kecil dari energi semula karena faktor gesekan udara yang mengubah sebagian energi menjadi energi bunyi dan panas.

energi kinetik di titik S lebih kecil dari energi semula karena faktor gesekan udara yang mengubah sebagian energi menjadi energi bunyi dan panas.space 

Pembahasan

Saat bola ditendang berlaku hukum kekekalan energi, sehingga total energinya tetap di setiap titik lintasan. Saat bola ditendang di titik P bola kemudian bergerak sehingga memiliki energi kinetik. Selanjutnya bolabergerak naik sehingga energi potensialnya semakin besar sementara energi kinetiknya semakin kecil hingga mencapai titik R dengan energi potensial maksimum dan sebaliknya energi kinetik menjadi minimum. Setelah melewati titik puncak R bola kemudian berbalik turun sehingga energi potensial semakin berkurang dan sebaliknya energi kinetik semakin besar dan mencapai tanah lagi di titik S dengan energi potensial minimum sedangkan energi kinetiknya maksimum. Karena selama perjalanan terjadi gesekan dengan udara maka sebagian energi yang dimiliki bola beubah menjadi bentuk energi lain, seperti energi bunyi dan energi panas, sehingga energi kinetik di titik S tidak akan sama besar dengan energi kinetik awal. Dengan demikian, energi kinetik di titik S lebih kecil dari energi semula karena faktor gesekan udara yang mengubah sebagian energi menjadi energi bunyi dan panas.

Saat bola ditendang berlaku hukum kekekalan energi, sehingga total energinya tetap di setiap titik lintasan.

Saat bola ditendang di titik P bola kemudian bergerak sehingga memiliki energi kinetik. Selanjutnya bola bergerak naik sehingga energi potensialnya semakin besar sementara energi kinetiknya semakin kecil hingga mencapai titik R dengan energi potensial maksimum dan sebaliknya energi kinetik menjadi minimum. Setelah melewati titik puncak R bola kemudian berbalik turun sehingga energi potensial semakin berkurang dan sebaliknya energi kinetik semakin besar dan mencapai tanah lagi di titik S dengan energi potensial minimum sedangkan energi kinetiknya maksimum. Karena selama perjalanan terjadi gesekan dengan udara maka sebagian energi yang dimiliki bola beubah menjadi bentuk energi lain, seperti energi bunyi dan energi panas, sehingga energi kinetik di titik S tidak akan sama besar dengan energi kinetik awal.

Dengan demikian, energi kinetik di titik S lebih kecil dari energi semula karena faktor gesekan udara yang mengubah sebagian energi menjadi energi bunyi dan panas.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

5

jodohnya mark lee

Mudah dimengerti

Iklan

Pertanyaan serupa

Beban digantungkan pada ujung tali, sedangkan ujung tali lainnya dipakukan ke titik P. Beban mulai dari posisi 1 mengayun ke posisi terjauh di sisi berlawanan pada posisi 2, kemudian beban bergetar be...

2

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia