Roboguru

Semangat dan komitmen kebangsaan dapat dilihat dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia mulai dari sebelum masa Kebangkitan Nasional sampai pada masa perjuangan mengisi kemerdekaan. Setidaknya ada 5 masa perjuangan bangsa Indonesia. Apa perbedaan dan kesamaan dari ke-5 masa tersebut?

Pertanyaan

Semangat dan komitmen kebangsaan dapat dilihat dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia mulai dari sebelum masa Kebangkitan Nasional sampai pada masa perjuangan mengisi kemerdekaan. Setidaknya ada 5 masa perjuangan bangsa Indonesia. Apa perbedaan dan kesamaan dari ke-5 masa tersebut?

Pembahasan Soal:

Bangsa Indonesia telah mengalami sejarah panjang perjuangannya menuju kemerdekaan. Setidaknya ada 5 masa perjuangan yang dilewati bangsa Indonesia, yaitu masa perjuangan melawan kolonial Belanda, masa pergerakan nasional, masa perjuangan melawan pendudukan Jepang, masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan masa mengisi kemerdekaan. Adapun perbedaan perjuangan dari masa-masa tersebut yaitu:

  1. Masa Perjuangan Melawan Kolonial Belanda, pada masa ini perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya bergantung pada pemimpin (raja,bangsawan,pemuka agama). Perlawanannya masih bersifat fisik dan kedaerahan. Belum adanya kesadaran untuk bersatu dan merdeka sehingga menyebabkan Belanda mudah mengadu domba rakyat Indonesia. 
  2. Masa Pergerakan Nasional, pada masa ini mulai muncul kesadaran nasional. Rakyat Indonesia mulai menyadari perjuangan pada masa sebelumnya mengalami kegagalan, sehingga pada masa ini, dengan tumbuhnya kesadaran nasional, perjuangan rakyat Indonesia berubah menjadi menggunakan organisasi. Perjuangannya dilakukan melalui organisasi yang bersifat nasional dan dipimpin oleh kaum terpelajar dengan cara diplomasi, kritik lewat media massa, dan lain sebagainya.
  3. Masa Pendudukan Jepang, pada masa ini rakyat Indonesia melakukan 3 cara perlawanan yaitu; 1). Perlawanan kooperatif dilakukan oleh tokoh-tokoh nasional yang memanfaatkan organisasi bentukan Jepang sebagai alat pemersiap kemerdekaan Indonesia, 2). Perlawanan melalui gerakan bawah tanah yang umumnya dilakukan para pemimpin bangsa kita yang bekerja di instansi-instansi pemerintahan. Mereka kelihatannya sebagai pegawai, namun dibalik itu mereka melakukan kegiatan, 3). Perlawanan bersenjata dilakukan oleh rakyat Indonesia di berbagai daerah.
  4. Masa Mempertahankan Kemerdekaan, pada masa ini perjuangan rakyat Indonesia dilakukan untuk mempertahakan kedaulatan RI dari kekuasaan Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Perjuangan tersebut dilakukan dengan 2 cara, yaitu perjuangan melalui diplomasi dan perjuangan fisik. Perjuangan fisik dilakukan melalui pertempuran yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Perjuangan diplomasi dilakukan melalui perundingan, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan. 
  5. Masa Mengisi Kemerdekaan, meskipun sudah merdeka bukan berarti perjuangan berhenti. Kemerdekaan yang telah susah payah digapai, sudah sepatutnya diisi dengan nilai-nilai positif yang sesuai dengan jiwa dan semangat kemerdekaan oleh kaum muda.

Persamaan perjuangan dari kelima masa tersebut adalah semangat perjuangan yang begitu gigih dimiliki oleh rakyat Indonesia yang tidak pernah putus asa pada setiap masa untuk lepas dari penjajahan dan menjadi negara yang merdeka.

Dengan demikian, perbedaan perjuangan pada masa Kolonial Belanda bersifat fisik dan belum ada kesadaran nasional. Pada masa Pergerakan Nasional mulai muncul kesadaran nasional membuat bentuk perlawanan beralih menggunakan organisasi-organisasi. Pada masa Pendudukan Jepang, perlawanan dilakukan melalui jalan kooperatif, gerakan bawah tanah dan bersenjata. Pada masa Mempertahankan Kemerdekaan, perjuangan dilakukan melalui perlawanan fisik dan diplomasi. Pada masa Mengisi Kemerdekaan, perjuangan dilakukan dengan nilai-nilai positif yang sesuai dengan jiwa dan semangat kemerdekaan oleh kaum muda. Sedangkan persamaan perjuangan dari kelima masa tersebut adalah rakyat Indonesia memiliki semangat yang pantang menyerah dalam berjuang.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Terakhir diupdate 20 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pemimpin pasukan sekutu yang tewas dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya adalah ...

Pembahasan Soal:

Pasukan sekutu yang tergabung dalam Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Interneers (RAPWI) termasuk di dalamnya ada Inggris dan Belanda (NICA) memasuki kota Surabaya tanggal 25 Oktober 1945.
Kedatangan pasukan Sekutu ke Surabaya menimbulkan ketegangan dan kontak fisik ketika pasukan Sekutu melakukan penyerbuan ke penjara untuk membebaskan perwira-perwira Sekutu pada 27 Oktober 1954. Akibatnya, terjadi insiden baku tembak antara arek-arek Surabaya dan Sekutu sehingga menyebabkan tewasnya pemimpin pasukan Britania Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby, yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu Pertempuran Surabaya 10 November 1945. 

Jadi, pemimpin pasukan Sekutu yang tewas dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya, adalah Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

0

Roboguru

Sebutkan dasar bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur diplomasi !

Pembahasan Soal:

Diketahui bahwa perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tidak hanya di lakukan secara fisik saja, tetapi juga dilakukan melalui jalur diplomasi. Perjuangan siplomasi berkebalikan dengan perjuangan fisik karena lebih mengutamakan perundingan, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan. Diplomasi sama sekali tidak menggunakan kekuatan senjata sehingga tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Perjuangan diplomasi ini berlangsung dari tahun 1945-1950 yang dimulai dengan perundingan Linggarjati dan diakhiri dengan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Dengan demikian, dasar perjuangan kemerdekaan melalui jalur diplomasi adalah tidak digunakannya kekuatan senjata, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan.

0

Roboguru

Perhatikan beberapa judul lagu berikut! Rayuan Pulau Kelapa Halo-Halo Bandung Sepasang Mata Bola Indonesia Raya Anging Mamiri Lagu ciptaan Ismail Marzuki ditunjukkan pada nomor...

Pembahasan Soal:

Dalam waktu rentang 27 tahun menjadi komponis, Ismail Marzuki telah menciptakan hingga 250 lagu. Banyak penghargaan seni yang diberikan kepada Ismail karena dedikasi, perjuangan dan kecintaannya pada Tanah Air. Salah satunya adalah Piagam Wijayakusuma yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961. Berikut 10 lagu ciptaan Ismail Marzuki yang masih dikenang hingga kini:

  1. Gugur Bunga (1945)
  2. Rayuan Pulau Kelapa (1944)
  3. Juwita Malam (1950)
  4. Indonesia Pustaka (1949)
  5. Wanita (1948)
  6. Sabda Alam (1950)
  7. Rindu Lukisan (1950)
  8. Halo Halo Bandung (1946)
  9. O Sarinah (1931)
  10. Sepasang Mata Bola (1946)

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Buatlah perbandingan dari beberapa sifat pergerakan nasional dari tahun 1900-an hingga tahun 1930-an!

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1900-an, pergerakan nasional adalah sebagai berikut.

  1. Pergerakan nasional diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial dan budaya. Hal ini terlihat dari beberapa organisasi yang muncul pada saat ini seperti (1) Budi Utomo yang bertujuan untuk memajukan pengajaran dan kebudayaan; (2) Sarekat Islam yang bertujuan untuk memajukan perdagangan, membantu para anggotanya yang kesulitan, dan memajukan kehidupan agama Islam; dan (3) Muhammadiyah yang bertujuan untuk memajukan pendidikan dan pengajaran yang berdasarkan agama Islam.
  2. Sifat gerakannya moderat dan kooperatif atau kerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda. Hal ini tercermin dengan beberapa anggota Budi Utomo dan Sarekat Islam yang ditempatkan di Volksraad atau Dewan Rakyat, sebuah lembaga perwakilan di Hindia Belanda. 
  3. Pergerakan nasional bersifat kedaerahan dengan mementingkan golongannya sendiri. Misalnya, dalam tujuan Budi Utomo, tujuannya hanya terfokus untuk penduduk Jawa dan Madura. Selain itu, beberapa organisasi kepemudaan daerah lainnya juga lebih bersifat kedaerahan seperti Jong Bataks Bond (organisasi pemuda suku Batak dari Sumatera), Jong Sumatranen Bond (pemuda Sumatera terutama dari suku Minang dan Melayu), dan Jong Cleebes (organisasi pemuda Sulawesi terutama suku Minahasa).

Sedangkan pada tahun 1930-an, pergerakan nasional adalah sebagai beriku.

  1. Adanya rasa persatuan setelah Sumpah Pemuda 1928 sehingga bersifat nasional. Sumpah Pemuda 1928 menyatukan berbagai pemuda yang berasal dari suku bangsa, agama, dan budaya yang berbeda sehingga timbul rasa persatuan dengan menjunjung gerakan yang bersifat nasional. Realisasi dari Sumpah Pemuda tersebut adalah adanya satu wadah bagi berbagai  organisasi pemuda lokal yang bernama Indonesia Muda pada tahun 1930.
  2. Organisasi bergerak di bidang politik. Organisasi yang muncul pada periode ini banyak yang bergerak di bidang politik dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Salah satu organisasi ini adalah Partai Indonesia yang didirikan pada tahun 1931.
  3. Pergerakan bersifat non-kooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Belanda dan menuntut kemerdekaan Indonesia. Akibat pemerintah kolonial Belanda yang semakin bertindak represif kepada organisasi pergerakan nasional, banyak para tokoh pergerakan yang ditangkap dan diasingkan. Salah satunya adalah Ir. Soekarno yang diasingkan ke kota Ende, Pulau Flores pada tahun 1934. Hal ini dipicu karena tindakan non-kooperatif para tokoh pergerakan yang menuntut kemerdekaan Indonesia.

Jadi, perbedaan dari pergerakan nasional tahun 1900-an hingga 1930-an adalah pada 1900-an pergerakan nasional diwarnai dengan perjuangan untuk memperbaiki kondisi sosial dan budaya, sifat gerakannya moderat dan kooperatif atau kerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda, dan pergerakan nasional bersifat kedaerahan dengan mementingkan golongannya sendiri. Sedangkan pada tahun 1930-an adalah adanya rasa persatuan setelah Sumpah Pemuda 1928 sehingga pergerakan bersifat nasional, organisasi bergerak di bidang politik, dan pergerakan bersifat non-kooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan pemerintah Belanda serta menuntut kemerdekaan Indonesia. space

0

Roboguru

Alasan digunakannya jalur organisasi untuk perjuangan meraih kemerdekaan adalah….

Pembahasan Soal:

Gerakan rakyat yang dimotori para cendikiawan ini menghindari cara-cara kekerasan, kecuali dalam kasus pemberontakan PKI pada tahun 1926-1927 di Jawa dan Sumatera Barat. Alasan digunakan jalur organisasi untuk perjuangan meraih kemerdekaan karena bangsa Indonesia sadar bahwa mereka tidak sanggup untuk menandingi kekuatan persenjataan, keuangan, organisasi serta militer yang dimiliki Belanda. Penggunaan media masa untuk menyuarakan aspirasi dianggap sebagai upaya persuasi dan diplomasi. Pada saat itu banyak tokoh terpelajar yang memprakarsai terbitnya berbagai media yang melakukan kritik serta agitasi menentang berbagai kebijakan pemerintah kolonial Belanda.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved