Roboguru

Sebutkan tokoh yang terkenal menyebarkan Islam di daerah timur Indonesia! Beri penjelasan tentang perannya!

Pertanyaan

Sebutkan tokoh yang terkenal menyebarkan Islam di daerah timur Indonesia! Beri penjelasan tentang perannya!

Pembahasan Soal:

Islam tak hanya tumbuh subur di Jawa dan Sumatra. Jauh di bagian timur Indonesia, Islam masuk dan berkembang pesat. Ternate dan Tidore di Maluku Utara merupakan dua kerajaan yang menjadi kunci penyebaran Islam di sana. Maluku terdiri dari empat kepulauan, yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan kerajaan bercorak Islam di kepulauan Maluku yang paling menonjol. Masuknya Islam ke Maluku pun melalui para pedagang. Ternate dan Tidore telah menjalin hubungan perdagangan dan pelayaran dengan Pelabuhan Tuban dan Gresik. Bahkan pada abad tersebut, pelabuhan-pelabuhan di bawah Kerajaan Majapahit telah didatangi pedagang Muslim. Seorang alim dari tanah Jawa, Maulana Hussein, yang mengajarkan Alquran di Maluku. Sang alim juga mengenalkan kaligrafi Arab hingga menarik perhatian raja Ternate dan masyarakatnya. Namun, Islam belum mendapatkan tempat di sana. Hingga akhirnya pada masa pemerintahan Zainal Abidin, agama Islam mulai berkembang secara pesat. Ia terkenal sangat giat mendakwahkan Islam. Tak hanya di Ternate, ia juga berdakwah di kepulauan sekitar, bahkan hingga Filipina Selatan. Setelah Sultan Zainal Abidin mangkat, pemerintahan di Ternate berturut-turut dipegang oleh Sultan Sirullah, Sultan Hairun, dan Sultan Baabullah.space

Dengan demikian, tokoh yang terkenal menyebarkan Islam di daerah timur Indonesia adalah Sultan Zainal Abidin dengan perannya menyebarkan agama Islam di wilayah Indonesia bagian Timur terutama Maluku (Ternate dan Tidore).

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 12 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jelaskan proses Islamisasi di Maluku

Pembahasan Soal:

Proses Islamisasi di Maluku tidak dapat dilepaskan dari peran para ulama-ulama Jawa serta Sultan Zainal Abidin. Sunan Giri adalah salah satu ulama Jawa yang memperkenalkan Islam kepada Raja Ternate yang bernama Zainal Abidin pada tahun 1486 M. Zainal Abidin bertekad untuk menjadikan Kerajaan Ternate sebagai kerajaan Islam sehingga ia mulai mengganti gelar raja yang awalnya adalah Kolano menjadi Sultan. Ia pernah belajar untuk memperdalam agama Islam di pesantren Sunan Giri pada tahun 1494. Dalam perjalanan pulang ke Ternate dari Jawa seusai masa studinya selesai, ia membawa seorang ulama yang membantu dalam menyebarkan Islam dan pengaruh Ternate di Maluku. Sesampainya di Ternate, Sultan Zainal Abidin mengembangkan Islam dengan mendirikan berbagai sekolah Islam dengan ulama-ulama yang berasal dari Jawa serta membentuk lembaga Jolebe yang bertugas untuk membantu sultan dalam mengawasi pelaksanaan syariat Islam di Kerajaan Ternate. Hal ini banyak diikuti oleh raja-raja lain di Maluku seperti Kerajaan Jailolo dan Kerajaan Bacan sehingga Islam dapat dengan mudah menyebar ke seluruh Maluku.

Jadi, proses Islamisasi di Maluku tidak dapat dilepaskan dari peran ulama-ulama Jawa seperti Sunan Giri dan Sultan Zainal Abidin. Proses Islamisasi di Maluku mulai terasa sejak Sultan Zainal Abidin dari Kerajaan Ternate memeluk agama Islam setelah dikenalkan oleh Sunan Giri. Setelah menyelesaikan pendalaman agamanya di pesantren Sunan Giri di Jawa, ia mengembangkan agama Islam di Kerajaan Ternate dengan mendirikan sekolah-sekolah Islam dan membentuk lembaga Jolebe. Upaya ini diikuti oleh kerajaan-kerajaan lain di Maluku seperti Kerajaan Jailolo dan Kerajaan Bacan sehingga agama Islam dapat menyebar dengan luas di Maluku. space

0

Roboguru

Ceritakan hubungan antara kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama dari Gresik!

Pembahasan Soal:

Hubungan antara Kerajaan Ternate Tidore dengan tokoh-tokoh ulama dari Gresik terjadi ketika Kerajaan Ternate dan Tidore yang terletak di Kepulauan Maluku, antara Sulawesi dan Papua berinteraksi dengan pedagang Jawa yang datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah. Pusat pemerintahan Ternate yang berada di Sampalu merupakan pusat pemerintahan yang sangat strategis. Selain pada pedagangan Jawa yang beragama Islam berinteraksi di Kerajaan Ternate dan Tidore. Ajaran Islam yang yang disebarkan di Maluku oleh salah satu dari sembilan ulama yang terkenal dengan sebutan Wali Songo. Nama ulama itu Maulana Malik Ibrahim yang masyarakat umum mengenalnya sebagai Sunan Gresik.

Jadi, jawaban nya hubungan antara Kerajaan Ternate dan Tidore dengan tokoh-tokoh ulama dari Gresik adalah untuk menyebarkan agama islam yang di Siarkan Pertama kali oleh Maulana Malik

0

Roboguru

Sejak abad ke-15 Masehi, Islam telah masuk dan berkembang di Kepulauan Maluku. Islam masuk dan berkembang di Maluku melalui ....

Pembahasan Soal:

Masuknya Islam ke Nusantara tidak lepas dari proses interaksi pedagang-pedagang Islam yang singgah di Maluku. Selama masa persinggahannya, pedagang-pedagang beragama Islam ini melakukan interaksi dengan masyarakat setempat. Dalam proses interaksi itu, mereka sambil menyampaikan risalah ajaran Islam. Hal inilah yang mengawali penyebaran Islam di Maluku. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.undefined 

0

Roboguru

Kemukakan alasan Sultan Nuku menyerang Ternate pada tahun 1801!

Pembahasan Soal:

Sultan Nuku merupakan Sultan Tidore ke-30 yang berkuasa dan membawa banyak perubahan, seperti perluasan wilayah kekuasaan mulai dari Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, Pulau Seram dan sekitarnya hingga Papua dan Gugusan Pulau Raja Ampat. Sultan Nuku adalah salah satu pejuang yang mati-matian berjuang melawan penjajah, beliau sangat menentang kehadiran Belanda di tanah Maluku.

Akibat politik devide et impera yang dilakukan Belanda dengan cara mengadu domba kerajaan Ternate dengan Tidore lewat strateginya yaitu bersekutu dengan kerajaan Ternate. Belanda dengan Ternate mulai melakukan penyerangan ke Tidore, namun mengalami kegagalan. Bahkan kerajaan Tidore dan Sultan Nuku melakukan serangan balasan ke Ternate dan mendapatkan kemenangan.

Dengan demikian,  alasan Sultan Nuku menyerang Ternate pada tahun 1801 karena Sultan Nuku menentang kehadiran Belanda di Maluku dan melakukan serangan balik terhadap Belanda yang menerapkan politik devide et impera dengan cara bersekutu dengan kerajaan Ternate.

0

Roboguru

Persekutuan politik antara Tidore beserta kerajaan-kerajaan di daerah timur Indonesia disebut dengan ….

Pembahasan Soal:

Uli Siwa merupakan sebutan bagi persekutuan politik antara kerajaan-kerajaan di daerah timur Indonesia. Uli Siwa meliputi sembilan kerajaan, di antaranya Tidore, Jailolo, Kai, Makyan, Halmahera, hingga Papua Barat. Persekutuan tersebut berada di bawah pimpinan dari Kesultanan Tidore yang pada saat itu berselisih dengan persekutuan Uli Lima yang dipimpin Kesultanan Ternate. Jadi, jawaban yang tepat adalah A.undefined 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved