Roboguru

Sebutkan dasar bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur diplomasi !

Pertanyaan

Sebutkan dasar bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui jalur diplomasi !

Pembahasan Soal:

Diketahui bahwa perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan tidak hanya di lakukan secara fisik saja, tetapi juga dilakukan melalui jalur diplomasi. Perjuangan siplomasi berkebalikan dengan perjuangan fisik karena lebih mengutamakan perundingan, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan. Diplomasi sama sekali tidak menggunakan kekuatan senjata sehingga tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Perjuangan diplomasi ini berlangsung dari tahun 1945-1950 yang dimulai dengan perundingan Linggarjati dan diakhiri dengan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Dengan demikian, dasar perjuangan kemerdekaan melalui jalur diplomasi adalah tidak digunakannya kekuatan senjata, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 31 Juli 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pemimpin pasukan sekutu yang tewas dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya adalah ...

Pembahasan Soal:

Pasukan sekutu yang tergabung dalam Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Interneers (RAPWI) termasuk di dalamnya ada Inggris dan Belanda (NICA) memasuki kota Surabaya tanggal 25 Oktober 1945.
Kedatangan pasukan Sekutu ke Surabaya menimbulkan ketegangan dan kontak fisik ketika pasukan Sekutu melakukan penyerbuan ke penjara untuk membebaskan perwira-perwira Sekutu pada 27 Oktober 1954. Akibatnya, terjadi insiden baku tembak antara arek-arek Surabaya dan Sekutu sehingga menyebabkan tewasnya pemimpin pasukan Britania Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby, yang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu Pertempuran Surabaya 10 November 1945. 

Jadi, pemimpin pasukan Sekutu yang tewas dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya, adalah Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

0

Roboguru

Bangsa Indonesia berjuang agar bisa terbebas dari belenggu penjajahan. Terjadinya insiden di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang pada awal kemerdekaan menunjukkan wujud …

Pembahasan Soal:

Indonesia resmi merdeka setelah naskah proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno pada 17 Agustus 1945. Namun, masih banyak pihak yang belum menerima kemerdekaan Indonesia, termasuk Belanda dan para sekutu.

Pasca Perang Dunia Kedua, Jepang mengakui kekalahan dari Sekutu. Oleh karena itu, Sekutu mulai mengambil alih daerah kekuasaan Jepang. Tugas sekutu di Indonesia adalah untuk menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, melucuti dan memulangkan tentara Jepang, membebaskan tentara Sekutu yang ditawan Jepang.

Tapi, Belanda kemudian beraliansi dengan tentara Sekutu berusaha merebut kembali Indonesia. Hal ini dimulai pada 29 September 1945 ketika AFNEI (Allied Forces Netherland East Indies) mulai mendarat di Tanjung Priok. Pasukan Sekutu diboncengi NICA (Netherland Indies Civil Administration).

Setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu tersebut diboncengi NICA yang dengan terang-terangan ingin menegakkan kembali kekuasaan Hindia-Belanda maka sikap Indonesia pun berubah menjadi curiga dan mulai memerangi mereka. Perlawanan dilakukan di berbagai daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Semarang.

Dengan demikian, perlawanan-perlawanan di berbagai daerah merupakan wujud atau upaya untuk mempertahankan kemerdekaan sehingga penjajahan tidak terjadi kembali di Indonesia.

0

Roboguru

Tingginya semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan, dibuktikan oleh berbagai peristiwa perlawanan sejak masuknya tentara Sekutu ke Indonesia. Peristiwa yang tidak tergolong dal...

Pembahasan Soal:

Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia mendapat tantangan baru, dimana sekutu yang datang membawa Belanda yang ingin menjajah kembali wilayah Indonesia. Maka dari itu muncul perlawanan sebagai upaya mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan RI. Adapun strategi yang dilakukan ialah dengan cara bersenjata dan berdiplomasi. Perjuangan bersenjata atau fisik dilakukan melalui berbagai pertempuran. Dan strategi ini tidak sedikit menimbulkan korban yang berjatuhan, terutama dari bangsa Indoensia. Adapun peristiwa-peristiwa yang terkait dengan upaya mempertahankan kemerdekaan dengan cara bersenjata atau fisik antara lain:

  1. Pertempuran Medan Area yang terjadi di Medan pada 13 Oktober 1945
  2. Pertempuran Ambarawa di Ambarawa pada 26 Oktober 1945
  3. Pertempuran Bojong Kokosan yang terjadi di Jawa Barat tepatnya di Sukabumi pada 9 Desember 1945
  4. Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi di Bandung pada 23 Maret 1946

Berdasarkan penjelasan diatas, jawaban yang tepat ialah B. 

0

Roboguru

Apakah perbedaan perjuangan secara diplomasi dan konfrontasi?

Pembahasan Soal:

Upaya mempertahankan serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cara diplomasi serta konfrontasi. Diplomasi merupakan upaya mempertahankan kemerdekaan secara damai dan melalui perundingan. Sedangkan konfrontasi merupakan upaya untuk mempertahankan atau memperjuangkan kemerdekaan dengan cara berperang atau perjuangan fisik. 

Dengan demikian, perjuangan diplomasi dilakukan melalui perundingan sedangkan konfrontasi melalui peperangan.

0

Roboguru

Pada masa Priode ill. Masa Proklamasi dan Perang Kemerdekaan pejuangan bangsa Indonesia dilakukan dengan mengangkat senjata, berjuang dalam bidang politik dan melakukan diplomasi. Coba berikan masing-...

Pembahasan Soal:

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, seluruh negara jajahan Jepang di Asia Tenggara diambil alih oleh pasukan Sekutu yaitu AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Tugas AFNEI adalah menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang, membebaskan tentara Sekutu yang ditahan Jepang, melucuti serta mengumpulkan orang-orang Jepang untuk dipulangkan ke negerinya. Kedatangan tentara Sekutu ternyata juga disertai dengan kedatangan NICA (Netherland Indies Civil Administration) yang bertujuan ingin kembali menegakkan kekuasaan Belanda di Indonesia. Tentara AFNEI bersama NICA sampai ke Indonesia pertama kali pada tanggal 16 September 1945 di Tanjung Priok. Kemudian, Indonesia melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan, salah satunya dengan melalui perjuangan bersenjata. 

Salah satu perjuangan bersenjata dalam mempertahankan kemerdekaan adalah Pertempuran Medan Area. Peristiwa ini terjadi karena beberapa peristiwa. Pertama adalah insiden yang dilakukan oleh salah satu penghuni hotel di Jalan Bali, Medan tanggal 13 Oktober 1945, yang menginjak lencana merah putih. Para pemuda Indonesia yang marah kemudian menyerang hotel tersebut sehingga timbul banyak korban. Kedua adalah adanya ultimatum dari pimpinan tentara Sekutu di Sumatera Utara yaitu T.E.D. Kelly tanggal 18 Oktober kepada rakyat Indonesia untuk menyerahkan senjatanya kepada Sekutu. Hal ini memicu perlawanan antara rakyat Medan dengan sekutu. Terlebih pada tanggal 1 Desember 1945, pihak Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut pinggiran kota Medan.

Peristiwa ini menimbulkan pertempuran yang lebih besar antara rakyat Medan melawan Sekutu. Sekutu bersama NICA melancarkan aksi besar-besaran sejak 10 Desember 1945, serta mengusir dan menindas rakyat Indonesia. Rakyat Medan merespon pada tanggal 10 Agustus 1946 dengan membentuk Komando Resimen Laskar Rakyat Medan Area untuk melanjutkan perlawanan terhadap Sekutu dan NICA. Pertempuran Medan Area berakhir tanggal 1 Desember 1946 setelah pihak NICA mengajukan gencatan senjata kepada pihak Republik.

Dengan demikian, contoh perjuangan  bangsa Indonesia dengan mengankat senjata adalah Pertempuran Medan Area yang disebabkan oleh insiden yang dilakukan oleh salah satu penghuni hotel di Jalan Bali, Medan tanggal 13 Oktober 1945, yang menginjak lencana merah putih dan adanya ultimatum dari pimpinan tentara Sekutu di Sumatera Utara yaitu T.E.D. Kelly tanggal 18 Oktober kepada rakyat Indonesia untuk menyerahkan senjatanya kepada Sekutu.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved