Roboguru

Sebutkan dan jelaskan pengertian Panca Usaha Tani!

Pertanyaan

Sebutkan dan jelaskan pengertian Panca Usaha Tani! space space

  1. ... space space

  2. ... space space

Pembahasan Soal:

Panca usaha tani merupakan suatu upaya meningkatkan produktivitas lahan yang meliputi lima langkah terpadu. Lima langkah terpadu yang termasuk dalam panca usaha tani adalah penggunaan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama, dan irigasi. Penggunaan bibit unggul harus merupakan benih yang telah dipilih dan dipilah sehingga teruji kualitasnya. Pengolahan tanah yang baik harus memperhatikan struktur tanah serta unsur-unsur hara yang terkandung didalamnya. Pemupukan serta pengendalian hama dapat menggunakan bahan-bahan terbarukan. Sedangkan irigasi berkaitan dengan penyediaan air demi menunjang kegiatan pertanian. 

Dengan demikian, panca usaha tani merupakan suatu upaya meningkatkan produktivitas lahan yang meliputi lima langkah terpadu.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

K. Ivan

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 02 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Usaha yang dilakukan dalam Panca Usaha Tani adalah ....

Pembahasan Soal:

Panca usaha tani merupakan suatu upaya meningkatkan produktivitas lahan yang meliputi lima langkah terpadu. Lima langkah terpadu yang termasuk dalam panca usaha tani adalah penggunaan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama, dan irigasi. Penggunaan bibit unggul harus merupakan benih yang telah dipilih dan dipilah sehingga teruji kualitasnya. Pengolahan tanah yang baik harus memperhatikan struktur tanah serta unsur-unsur hara yang terkandung didalamnya. Pemupukan serta pengendalian hama dapat menggunakan bahan-bahan terbarukan. Sedangkan irigasi berkaitan dengan penyediaan air demi menunjang kegiatan pertanian. 

Dengan demikian, usaha yang dilakukan dalam panca usaha tani yakni penggunaan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama, dan irigasi.

0

Roboguru

Berikut ini yang tidak termasuk dampak negatif revolusi hijau bagi petani Indonesia yaitu ...

Pembahasan Soal:

Dampak negatif dari revolusi hijau bagi petani Indonesia di antaranya sebagai berikut.
1) Sistem panen secara bersama-sama pada masa sebelumnya mulai digeser oleh sistem upah. Pembeli memborong seluruh hasil pertanian dan biasanya menggunakan sedikit tenaga kerja. Akibatnya, kesempatan kerja di perdesaan menjadi berkurang.
2) Pengaruh ekonomi uang di dalam berbagai hubungan sosial  di daerah perdesaan makin kuat
3) Kebergantungan pada pupuk kimia dan zat kimia pembasmi hama berdampak pada tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani.
4) Meningkatnya produksi pangan tidak diikuti oleh pendapatan petani secara keseluruhan karena penggunaan teknologi modern hanya dirasakan oleh petani kaya.

 

0

Roboguru

Petani mampu meningkatkan pendapatannya dengan menggunakan mesin dalam kegiatan pertanian. Pernyataan tersebut menunjukkan perkembangan teknologi pertanian dapat ....

Pembahasan Soal:

Dampak positif dari penggunaan atau pemanfaatan teknologi pertanian bagi petani adalah peningkatan pendapatan petani itu sendiri. Hal tersebut disebabkan oleh proses produksi yang cepat serta hasil produksi yang lebih banyak dibandingkan proses produksi menggunakan tenaga manusia atau hewan. Perubahan proses produksi pertanian dari tenaga manusia atau hewan ke tenaga mesin disebut dengan Revolusi Hijau. Di Indonesia, Revolusi Hijau ditandai dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi dilakukan dengan cara membuka lahan baru. Sedangkan intensifikasi dilakukan dengan cara optimalisasi pengolahan lahan (Panca Usaha Tani).

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.

0

Roboguru

Pengaruh positif dan pengaruh negatif dari IPTEK dapat dilihat dari berbagai bidang, bukan hanya ekonomi, sosial budaya dan pendidikan. Sekarang identifikasi pengaruh positif dan negatif dari bidang b...

Pembahasan Soal:

Perkembangan IPTEK di bidang pertanian disebut dengan Revolusi Hijau. Revolusi Hijau merupakan sebuah usaha dalam mengembangkan teknologi pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan. Revolusi ini dengan kata lain mengubah pertanian yang sebelumnya menggunakan teknologi tradisional, menjadi pertanian dengan teknologi mesin yang modern. Revolusi Hijau ini berfokus pada penemuan varietas bibit unggul biji-bijian seperti gandum, padi, dan jagung. Upaya tersebut turut didorong dengan penggunaan pupuk kimia, agrokimia, pasokan air yang terkontrol (yang umumnya melibatkan irigasi), dan metode penanaman yang lebih baru, yang lebih modern. Penemuan varietas bibit unggul dan keterlibatan penggunaan produk-produk teknologi modern ini merupakan satu paket yang harus dilakukan dalam Revolusi Hijau.

Di Indonesia, gerakan Revolusi Hijau ini terjadi pada zaman Orde Baru. Saat itu pemerintah memasukkan program tersebut untuk meningkatkan hasil pertanian melalui kebijakan modernisasi pertanian. Sekalipun program ini dilaksanakan secara nasional dan intens di masa Orde Baru, tapi ternyata ide mengenai gerakan Revolusi Hijau ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 1950-an.  Ide modernisasi pertanian pertama kali digemakan pada tahun 1960 oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, dalam sebuah kegiatan yang dinamakan Demonstrasi Massal atau yang disingkat Demas. Demas merupakan usaha untuk memaksimalkan hasil pertanian, agar bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan cara menerapkan prinsip-prinsip bertani yang modern di sekelompok petani tradisional. Demas pada saat itu menerapkan penggunaan varietas bibit unggul, pupuk kimia, pestisida, perbaikan tata cara bertanam, dan penyediaan sarana irigasi yang baik. Kegiatan ini kemudian berkembang dan dikenal dengan nama Panca Usaha Tani. Pemerintah Orde Baru kemudian pada tahun 1964 memformulasikan program tersebut menjadi program pembangunan pertanian, dengan nama Bimbingan Massal atau Bimas.

Pemerintah Orde Baru kemudian mengembangkan program Bimas menjadi Inmas atau Intensifikasi Massal. Program ini dilaksanakan pada tahun 1969. Format program ini sebenarnya hampir sama dengan Bimas, yang berbeda adalah Inmas memiliki target pengoptimalan produktivitas lahan dan kualitas hasil pertanian, terutama padi. Pemerintah pada saat itu juga memberikan subsidi varietas bibit unggul, pupuk, pestisida, dan teknologi pertanian lainnya. Program Inmas menerapkan sistem intensifikasi pertanian, yaitu pengelolaan lahan pertanian dengan sebaik-baiknya, terutama di lahan pertanian yang sempit. Program ini dilakukan melalui Panca Usaha Tani dan dilanjutkan dengan program Sapta Usaha Tani, yaitu dengan melakukan pengolahan tanah yang baik, pengairan yang teratur, pemilihan bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman serta pengolahan pascapanen. 
 

Oleh sebab itu, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Pelaksanaan Revolusi Hijau pada masa Orde Baru dapat dikatakan menuai keberhasilan. Keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan ....

Pembahasan Soal:

Revolusi Hijau merupakan upaya peningkatan hasil produksi dari yang tadinya menggunakan tenaga manusia atau hewan kemudian diubah menggunakan tenaga mesin atau mekanisasi. Dalam perkembangannya, Revolusi Hijau diterapkan di sejumlah kawasan atau negara-negara berkembang, tak terkecuali di Indonesia. Revolusi Hijau di Indonesia ditandai dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi dilakukan dengan perluasan lahan pertanian. Sedangkan intensifikasi dilakukan dengan Panca Usaha Tani, yakni pengolahan lahan, irigasi, pemupukan, pemberantasan hama, dan penggunaan bibit unggul. Pelaksanaan Revolusi Hijau di Indonesia terbilang berhasil pada tahun 1980-an. Hal tersebut ditandai dengan berhasilnya Indonesia menjadi negara swasembada beras serta peningkatan hasil pertanian dan nilai ekspor tanaman perkebunan.

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah C.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved