Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), arti dari kontemporer adalah masa kini, sehingga makna puisi kontemporer adalah puisi yang dibuat pada masa kini. Puisi ini tidak memiliki ikatan bentuk dan irama. Selain itu, yang menjadikan momen kekinian adalah kebebasan penyair untuk menciptakannya. Puisi kontemporer seringkali berusaha menonjolkan bentuk grafis atau fisik (bunyi) puisi dalam penyampaiannya.
Contoh puisi kontemporer ialah puisi Shang Hai karya Sutardji Calzoum Bachri, Tapi karya Sutardji Calzoum Bachri, dan Pupus karya Abdul Malik.
Salah satu puisi tersebut, yaitu:
Tapi
Karya : Sutardji Calzoum Bachri
aku bawakan bunga padamu
tapi
Kau bilang masih aku bawakan resah padamu
tapi
kau bilang hanya aku bawakan darahku padamu
tapi
kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku
padamu
tapi
kau bilang meski
aku bawakan dukaku
padamu
tapi
kau bilang tapi
aku bawakan mayatku
padamu
tapi
kau bilang hampir
aku bawakan arwahku
tapi
kau bilang kalau
tanpa apa aku datang
padamu.
Dengan demikian, contoh puisi kontemporer ialah puisi Shang Hai karya Sutardji Calzoum Bachri, Tapi karya Sutardji Calzoum Bachri, dan Pupus karya Abdul Malik.