Roboguru

Sebutkan 5 Pahlawan Nasional yang berjuang sebelum masa kebangkitan Nasional!

Pertanyaan

Sebutkan 5 Pahlawan Nasional yang berjuang sebelum masa kebangkitan Nasional!

Pembahasan Soal:

Perlawanan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah dipimpin oleh tokoh-tokoh dari berbagai daerah. Mereka biasanya merupakan seorang raja atau figur yang dihormati oleh rakyatnya. Tokoh-tokoh tersebut antara lain adalah Pattimura, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sultan Agung, dan Sisingamangaraja.

Dengan demikian Pahlawan Nasional yang berjuang sebelum masa kebangkitan Nasional antara lain adalah Pattimura, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Sultan Agung, dan Sisingamangaraja.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Jasmine

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Terakhir diupdate 30 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Pilihlah jawaban yang paling tepat! Berdasarkan pernyataan tersebut, nama pahlawan dan asal daerahnya ditunjukkan pada pasangan nomor-nomor berikut ini

Pembahasan Soal:

Berdasarkan tabel diatas, maka dapat mencocokkan nama Pahlawan berdasarkan wilayah asalnya yaitu

1. Pangeran Diponegoro - 4 Jawa Tengah

2. Tuanku Imam Bonjol - 1 Minangkabau

3. Pattimura - 2 Maluku

4. Pangeran Antasari - Kalimantan

Maka jawaban yang tepat adalah (1-4): (2-1); (3-2); dan (4-3) yaitu B

0

Roboguru

Raden Mas Ontowiryo atau lebih terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro adalah putra dari ....

Pembahasan Soal:

Pangeran Diponegoro dengan nama kecil Raden Mas Ontowiryo lahir pada 11 November 1785 di Yogyakarta. Putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III ini dikenal karena menjadi pimpinan Perang Diponegoro saat tahun 1825 sampai 1830. Bibit-bibit yang nantinya akan meletuskan Perang Diponegoro mulai muncul setelah terjadi pemberontakan terhadap keraton pada 1822. Kepemimpinan yang seharusnya ada dibawah tangan Hamengkubuwono V. Namun, karena ia masih berusia tiga tahun membuat pemerintahan sehari-hari dilakukan dengan cara perwalian dengan dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Diponegoro menilai bahwa cara tersebut salah dan menolak cara perwalian yang dijalankan di keraton. Keadaan semakin memanas ketika Belanda kala itu memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Pemasangan patok itu dilakukan untuk pembangunan jalan sebagaimana diusulkan oleh Patih Danurejo yang menjadi kaki tangan Belanda.

Diponegoro yang secara terbuka menentang Belanda pun melakukan penolakan pembangunan jalan itu secara terang-terangan. Dengan menyingkir dari desa Tegalrejo, Diponegoro pun pergi membuat barisan perlawanan terhadap Belanda yang bermarkas di Gua Selarong. Perlawanan Diponegoro akhirnya mencakup wilayah yang luas karena dukungan dari elemen bangsawan dan rakyat serta dukungan beberapa tokoh terkenal seperti Kyai Maja Raden, Tumenggung Prawirodigdoyo atau Bupati Gagatan, dan Sunan Pakubuwono VI. Belanda yang kewalahan akhirnya melakukan siasat licik dengan pura-pura mengajak Pangeran Diponegoro berunding di Magelang. Dalam perundingan, ia ditangkap dan dibuang ke Manado, lalu dipindah ke Makassar dan meninggal di sana pada 8 Januari 1855.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

 

0

Roboguru

Pangeran Diponegoro diasingkan ke Manado oleh VOC dan akhirnya meninggal pada tanggal...

Pembahasan Soal:

Pangeran Diponegoro adalah pemimpin Perang Diponegoro (Perang Jawa) yang terjadi pada tahun 1825-1830. Perang Diponegoro dilatarbelakangi oleh adanya rencana pembuatan jalan di atas makam leluhur dan intervensi Belanda terhadap keraton Yogyakarta. Dalam perang melawan Belanda, Pangeran Diponegoro menerapkan sistem perang gerilya, sedangkan Belanda menggunakan siasat perbentengan. Karena usahanya belum berhasil, Belanda menerapkan siasat dan tipu muslihat, yaitu dengan berpura-pura mengajak Diponegoro untuk berunding. Melalui siasat itu, Diponegoro ditangkap di Magelang, Jawa Tengah, lalu diasingkan ke Manado pada tahun 1830. Ia wafat di tempat itu pada 8 Januari 1855. 

Jadi, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Dalam perang Banjar, Pangeran Antasari mendapat gelar ”Khalifatul Mukminin” tujuannya adalah ...

Pembahasan Soal:

Pangeran Antasari bin Pangeran Mas’ud bin Sultan Amir bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah, lahir tahun 1809, ibunya bernama Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman. Ia adalah keluarga Kesultanan Banjarmasin, tetapi hidup dan dibesarkan di luar lingkungan istana, yakni di Antasan Senor, Martapura. Kericuhan-kericuhan yang terjadi di kalangan penguasa kesultanan, menjadikan cicit dari Sultan Aminullah ini tersisih, walaupun ia sebenarnya pewaris pula atas tahta Kesultanan Banjar. Di dalam bulan suci Ramadhan 1278 H (14 Maret 1862, yaitu setelah 11 hari Pangeran Hidayatullah II diasingkan ke Cianjur) para alim ulama dan pemimpin rakyat di Barito, Sihong, Teweh serta kepala-kepala suku Dayak Kapuas Kahayan berkumpul di Dusun Hulu untuk menobatkan Pangeran Antasari menjadi Penembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin, pemimpin tertinggi agama.

Dengan demikian dalam pengertian rakyat, kedaulatan daerah Banjar dipegang oleh Pangeran Antasari. Kekuasaan dan kedaulatan dilaksanakan sesuai dengan keadaan perang yang masih berkobar.space space 

0

Roboguru

Sebutkan 5 contoh nama pahlawan nasional beserta asal daerahnya yang berjuang melawan penjajah sebelum tahun 1908!

Pembahasan Soal:

Tokoh pejuang bangsa Indonesia yang berperang melawan Belanda diantaranya yang pertama adalah Pangeran Diponegoro. Pangeran Diponegoro merupakan putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono III yang memilih melawan Belanda dengan berperang beserta rakyat kecil. Perang Diponegoro (1825-1830) disebut juga sebagai Perang Jawa karena pasukan Pangeran Diponegoro didukung oleh sebagian besar rakyat Jawa. Kedua ada tokoh Tuanku Imam Bonjol yang berasal dari Sumatra Barat yang merupakan pemimpin dalam Perang Padri di Sumatra Barat. Ketiga adalah Pattimura atau Thomas Matullesy yang berperan besar terhadap perlawanan rakyat Maluku terhadap pemerintah kolonial Belanda. Keempat adalah Sisingamaraja XII yang berperan serta terhadap perlawanan rakyat Tapanuli terhadap misi zending pemerintah kolonial Belanda. Terakhir adalah Pangeran Antasari yang berperan serta pada perlawanan rakyat Banjar terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Dengan demikian, 5 contoh pahlawan yang berperang melawan Belanda sebelum 1908 adalah Pangeran Diponegoroyang berjuang didaerah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Tuanku Imam Bonjol yang berjuang di Pagaruyung Sumatera Barat, Pattimura yang berjuang di Saparua Maluku, Sisingamaraja XII yang berjuang di Tapanuli Sumatera Utara dan Pangeran Antasari yang berjuang di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved