Roboguru

Satu-satunya organisasi yang didirikan putra bangsa Indonesia yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas pada masa pendudukan Jepang adalah Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI). Hal ini dilatarbelakangi....

Pertanyaan

Satu-satunya organisasi yang didirikan putra bangsa Indonesia yang diperbolehkan untuk melakukan aktivitas pada masa pendudukan Jepang adalah Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI). Hal ini dilatarbelakangi....

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Organisasi MIAI masih diperbolehkan oleh Jepang karena MIAI bertujuan agar ormas-ormas Islam yang bernaung di bawahnya bisa memobilisasi umat untuk keperluan perang. Jepang pun mengizinkan MIAI untuk aktif kembali pada 4 September 1942. Adapun tugas MIAI saat itu yakni, menempatkan umat Islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Indonesia, mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan zaman, serta ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Dengan demikian, MIAI diperbolehkan untuk melakukan aktivitas karena potensinya untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

E. Data

Terakhir diupdate 12 Mei 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Perhatikan pernyataan berikut ini!   ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan zaman membentuk baitulmal menempatkan umat Islam pada ke...

Pembahasan Soal:

Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) merupakan organisasi keagamaan yang dibentuk kembali oleh Jepang, setelah dibubarkan pada masa Hindia Belanda. Pada tanggal 4 September MIAI diizinkan aktif kembali. Organisasi ini diharapkan segera dapat digerakkan untuk kepentingan militer Jepang. Adapun tugas dan tujuan dibentuknya MIAI adalah 1) menempatkan umat Islam pada kedudukannya yang layak dalam masyarakat Indonesia, 2) mengharmoniskan Islam dengan tuntutan perkembangan zaman, 3) ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.undefined 

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah B.

0

Roboguru

Organisasi masyarakat peninggalan Belanda yang tidak dibubarkan oleh pemerintahan Jepang adalah...

Pembahasan Soal:

Masuknya Jepang ke Indonesia menandai dimulainya babak baru dalam sejarah Indonesia. Setelah ditandatanganinya Perjanjian Kalijati pada 8 Maret 1942, secara resmi Dai Nippon menduduki wilayah Indonesia, menggantikan Belanda. Pergantian rezim penjajahan ini berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia saat itu. Salah satunya adalah dibentuknya sejumlah organisasi kemasyarakatan rakyat Indonesia oleh pemerintahan militer Jepang. Pada masa pendudukan pemerintah militer Jepang, aspek sosial kemasyarakatan menjadi salah satu aspek yang cukup diperhatikan. Ada beberapa gerakan atau organisasi masyarakat yang dibentuk di era penjajahan Dai Nippon di Indonesia pada 1942 hingga 1945, sebagai berikut :

  • Gerakan 3A

merupakan salah satu bentuk propaganda pemerintah pendudukan Jepang agar mendapat simpati dari masyarakat Indonesia. Abdulsalam dalam buku Menudju Kemerdekaan (1964) menyebutkan bahwa pembentukan gerakan 3 A dimaksudkan untuk membantu usaha peperangan Jepang melawan Sekutu di Perang Dunia II. Gerakan 3A dibentuk pada 29 April 1942 dan diketuai oleh Mr. Syamsuddin, memiliki tigas semboyan utama yaitu: Nippon Pemimpin Asia Nippon Pelindung Asia Nippon Cahaya Asia Akan tetapi, gerakan ini tak bertahan lama karena orientasinya yang lebih berfokus terhadap kepentingan Jepang ketimbang rakyat Indonesia. Setelah menuai protes keras dari masyarakat, pada 1943 Gerakan 3A dihapuskan.

  • Putera (Pusat Tenaga Rakyat)

Pemerintah pendudukan Jepang mengubah kebijakan politiknya dengan merangkul barisan nasionalis pemuda Indonesia. Perubahan kebijakan ini dilakukan agar para pemuda Indonesia secara sukarela bersedia membantu peperangan Jepang melawan Sekutu dalam Perang Dunia II atau Perang Asia Timur Raya. Salah satu upayanya adalah dengan sebuah organisasi pemuda yang diberi nama Pusat Tenaga Rakyat, disingkat Putera, dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Ir. Sukarno, Mohammad Hatta, K.H. Mas Mansyur, dan Ki Hajar Dewantara atau Empat Serangkai. Putera secara resmi berdiri pada 16 April 1943 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan bentukan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia. Dalam menjalankan fungsinya, Putera bertugas untuk menghimpun kembali kekuatan rakyat yang sebelumnya telah dihancurkan oleh Belanda. Namun, penghimpunan kekuatan ini bukan tanpa maksud. Jepang tetap mengedepankan prinsip bahwa pembentukan Putera mesti memberikan dampak lebih bagi Dai Nippon di Perang Dunia II. Akan tetapi, Putera justru dimanfaatkan tokoh Empat Serangkai untuk menyebarkan paham nasionalisme kepada kaum pemuda Indonesia. Melihat perkembangan Putera yang memberikan banyak dampak terhadap semangat kebangsaan pemuda Indonesia, maka Jepang membubarkan organisasi pada 1944.

  • MIAI atau Majelis Islam Ala Indonesia

Majelis Islam A’laa Indonesia (MIAI) sebenarnya sudah ada pada masa pemerintah kolonial Hindia Belanda, tepatnya dibentuk pada 21 September 1937. Pendirian MIAI adalah untuk menaungi berbagai organisasi Islam di Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan lainnya. Diharapkan, dengan adanya MIAI dapat memperkuat hubungan antara umat Islam demi mempersatukan suara untuk membela kepentingan kaum muslimin. Sempat dibubarkan, MIAI dibangkitkan kembali pada era pendudukan Jepang di Indonesia pada 4 September 1942.

Dengan demikian, organisasi masyarakat peninggalan Belanda yang tidak dibubarkan oleh pemerintahan Jepang adalah MIAI

0

Roboguru

Program kerja MIAI salah satunya adalah membentuk baitulmal, tujuan diadakannya program ini adalah ….

Pembahasan Soal:

Untuk merealisasikan tujuan organisasinya, MIAI membuat program yang menitikberatkan pada program yang bersifat sosio-religius seperti ; pembangunan masjid Agung di Jakarta, mendirikan universitas, dan membentuk baitulmal. Namun ketiga rencana tersebut yang disetujui oleh Jepang hanyalah pembentukan baitulmal.  Tujuan dibentuknya baitulmal oleh MIAI untuk mendapatkan dana yang akan digunakan dalam pengembangan organisasi dan perjuangan di jalan Allah, bukan untuk membantu Jepang.undefined 

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.

0

Roboguru

Dari beberapa usulan program MIAI yang dierima Jepang hanya satu, yaitu ...

Pembahasan Soal:

Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), merupakan organisasi resmi umat Islam yang diakui dan ada sejak masa penjajahan Belanda, tetapi Jepang mengubah asas dan tujuannya. Bahkan dalam asas dan tujuannya ditambah dengan kalimat “turut bekerja dengan sekuat tenaga dalam pekerjaan membangun masyarakat baru, untuk mencapai kemakmuran bersama di lingkungan Asia Raya di bawah pimpinan Dai Nippon”.  Pada 4 September 1942 MIAI bergerak, tetapi tidak memenuhi harapan Jepang. Hal ini dikarenakan, MIAI berusaha menolak Rancangan Undang-Undang Kolonial Belanda yang dalam beberapa hal bertentangan dengan hukum Islam serta menolak kolonialisme. Jepang khawatir semangat kolonialisme ini akan tumbuh. Disamping itu, MIAI memperkuat persaudaraan dengan Muslim luar negeri. Dikhawatirkan ide Pan-Islam akan terus berkembang dan mengancam ide Pan-Asia. MIAI berhenti sejenak dan kembali bergerak dengan program-program baru demi tercapainya tujuan sosio-religius. Perincian program ini yaitu:

  1. Menyelamatkan dan memelihara kehormatan dan kejayaan Islam dan ummatnya di dunia ini.
  2. Membangun sebuah masyarakat baru di kalangan Muslim yang mampu memelihara perdamaian dan memperhatikan kesejahteraan rakyat.
  3. Meningkatkan semua masalah penting kaum Muslimin tentang perkawinan, waris, masjid, waqaf, zakat, pendidikan dan pengajaran, penyiaran dan dakwah, kesejahteraan (fakir miskin), dan haji.
  4. Membantu Jepang dan bekerja sama untuk Asia Raya.

Dalam pelaksanaannya, MIAI menjalankan tiga proyek, yaitu:

  1. Membangun sebuah masjid agung di Jakarta.
  2. Mendirikan sebuah universitas Islam.
  3. Membentuk Baitul Mal Pusat.

Namun Jepang tak menyutujuin semua proyak MIAI ini. Jepang hanya menyetujui rencana MIAI membentuk baitulmal atau lembaga pengelola amal.

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawaban yang tepat adalah A.

 

0

Roboguru

Organisasi Islam yang mendapat perlakuan istimewa dari Jepang ...

Pembahasan Soal:

Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tak menyukai umat Islam di tanah jajahannya. Masalah ini dimanfaatkan oleh Jepang ketika mengambil alih Nusantara dari tangan Belanda. Jepang ingin mengambil simpati muslim agar mau mendukung Jepang dalam perang melawan negara-negara Barat. Untuk itu, Jepang menghidupkan kembali MIAI atau Majelis Islam a'la Indonesia, federasi ormas Islam yang didirikan oleh K.H. Mas Mansyur dan rekan-rekannya pada 1937 di Surabaya. Namun MIAI akhirnya mati lagi, sehingga Jepang menggantikannya dengan Masyumi.undefined

Dengan demikian, organisasi Islam yang mendapat perlakuan istimewa dari Jepang adalah MIAI.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved