Roboguru

Sarekat Islam dalam perkembangannya pecah menjadi dua kelompok, yakni Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah. Sarekat Islam Putih adalah ....

Pertanyaan

Sarekat Islam dalam perkembangannya pecah menjadi dua kelompok, yakni Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah. Sarekat Islam Putih adalah ....

  1. ...

  2. ...

Pembahasan Soal:

Sarekat Islam ( SI ) adalah organisasi yang didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905, didirikan oleh H.Samanhudi. Awalnya organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam ( SDI ) kemudian pada Kongres pertama namanya berubah menjadi Sarekat Islam ( SI ) . Organisasi ini merupakan organisasi pertama di Indonesia , yang merupakan perkumpulan pedagang-pedagang yang menentang politik Belanda yang memberi kebebasan masuk kepada pedagang asing untuk menguasai komplar ekonomi.

Dengan demikian, organisasi ini terpecah menjadi dua bagian yaitu SI putih dan SI merah . SI putih yang dipimpin HOS Tjokroaminoto yang berlandaskan asas nasional- religius , sedangkan SI merah dipimpin oleh Semaoen yang berlandaskan asas sosialisme-komunisme .

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

SI terpecah menjadi dua kubu setelah disusupi oleh paham....

Pembahasan Soal:

Setelah SI disusupi paham marxisme-komunis maka SI pecah menjadi dua kubu, yaitu

  • kubu nasionalis religius (nasionalis keagamaan) atau dikenal dengan SI Putih, dengan asas perjuangan Islam di bawah pimpinan H.O.S Cokroaminoto.
  • kubu ekonomi dogmatis yang dikenal dengan nama SI Merah, dengan haluan sosialis kiri (komunisme) dibawah pimpinan Semaun dan Darsono.

Pada akhirnya, demi menegakkan disiplin organisasi, Semaun dan semua pengurus yang berhaluan kiri kemudian dikeluarkan dari keanggotaan SI yang kelak mereka mendirikan Perserikatan Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1920 yang akhirnya menjadi Partai Komunis Indonesia pada tahun 1924.

0

Roboguru

Dalam perkembangan Sarekat Islam mengalami perpecahan tahun 1916, Sarekat Islam disusupi ideologi komunisme lewat cabangnya di Semarang yang dipimpin oleh Semaun dan ….

Pembahasan Soal:

Perkembangan Sarekat Islam pada awalnya dimuali dari berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911, oleh H. Samanhudi. Tujuan Sarekat Dagang Islam adalah memperkuat kemampuan pedagang pribumi dalam menghadapi persaingan dagang dengan pedagang Tiongkok dan India. Kemudai pada tahun 1912, Sarekat Dagang Islam berganti nama menjadi Sarekat Islam dengan dipimpin oleh H.O.S. Tjokroaminoto. Dalam rentan waktu yang singkat, Sarekat Islam mendapat dukungan yang besar dari masyarakat. Namun pada tahun 1916, Sarekat Islam disusupi ideologi komunisme lewat cabangnya di Semarang yang dipimpin oleh Semaun dan Darsono. Hal tersebut mengakibatkan Sarekat Islam mengalami kemunduran di kemudian hari.

Dengan demikian, Sarekat Islam dengan idiologi komunisme di Semarang dipimpin oleh Semaun dan Darsono. 

0

Roboguru

H.Agus Salim, Abdul Muis, dan Soerjapranoto tergabung dalam...

Pembahasan Soal:

Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa yang saat itu sedang bersaing dengan para pedagang barik Cina. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam). Organisasi Sarekat Islam (SI) didirikan oleh beberapa tokoh SDI seperti H.O.S Cokroaminoto, Abdul Muis, dan H. Agus Salim. Sarekat Islam berkembang pesat karena bermotivasi agama Islam. Berikut ini latar belakang ekonomi berdirinya Sarekat Islam adalah:

  1. Perlawanan terhadap para pedagang perantara (penyalur) oleh orang Cina,
  2. Isyarat pada umat Islam bahwa telah tiba waktunya untuk menunjukkan kekuatannya
  3. Membuat front melawan semua penghinaan terhadap rakyat bumi putera.

Menurut Semaun yang memiliki pandangan sosialis, bergandeng dengan kapitalis adalah haram. Dalam kongres SI yang dilaksanakan tahun 1921, ditetapkan adanya disiplin partai rangkap anggota. Setiap anggota SI tidak boleh merangkap sebagai anggota organisasi lain terutama yang beraliran komunis. Akhirnya SI pecah menjadi dua yaitu SI Putih dan SI Merah. SI Putih, yang tetap berlandaskan nasionalisme dan Islam. Dipimpin oleh H.O.S. Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan Suryopranoto yang berpusat di Yogyakarta. SI Merah, yang berhaluan sosialisme kiri (komunis). Dipimpin oleh Semaun, yang berpusat di Semarang. Dalam kongresnya di Madiun, SI Putih berganti nama menjadi Partai Sarekat Islam (PSI). Kemudian pada tahun 1927 berubah lagi menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sementara itu, SI Sosialis/Komunis berganti nama menjadi Sarekat Rakyat (SR) yang merupakan pendukung kuat Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dengan demikian, H.Agus Salim, Abdul Muis, dan Soerjapranoto tergabung dalam SI Putih.

0

Roboguru

Dalam Kongres Sarekat Islam di Jakarta pada tahun 1917, Semaun meminta Cokroaminoto memperhatikan nasib kaum buruh dan pekerja serta menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda. Hal terseb...

Pembahasan Soal:

Pada kongres tahun 1919 ideologi marxisme yang dianut Semaun dan Darsono semakin menyebar luas dalam keanggotaan Sarekat Islam. Semaun mengusulkan asas ekonomi Sarekat Islam bersifat Dogmatis, sedangkan H.O.S.Cokroaminoto mengusulkan asas ekonomi nasional keagamaan.

0

Roboguru

Dengan taktik “blok-within” yang dilakukan Sarekat Islam (SI), terpecah menjadi dua, yaitu SI Merah dan SI Putih. Tokoh-tokoh yang termasuk dalam SI Putih, antara lain adalah ....

Pembahasan Soal:

Pada tahun 1911, H. Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam dengan tujuan memperkuat kemampuan para pedagang Islam dalam menghadapi persaingan dengan para pedagang Cina dan India. Namun, setelah masuknya H.O.S. Cokroaminoto, Sarekat Dagang Islam diubah namanya menjadi Sarekat Islam. Hal tersebut dimaksudkan agar ruang gerak organisasi tidak terbatas hanya dalam bidang perdagangan. Dalam perkembangannya, Sarekat Islam terpecah menjadi dua kubu, yakni Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah (berhaluan komunis). Tokoh-tokoh dalam Sarekat Islam Putih adalah Cokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Muis, dan Suryopranoto. Sedangkan tokoh dalam SI Merah adalah Semaun dan Darsono.

Dengan demikian, tokoh-tokoh dalam Sarekat Islam Putih adalah Cokroaminoto, H. Agus Salim, Abdul Muis, dan Suryopranoto.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved