Pendaratan pasukan Sekutu dimaksud adalah pendaratan Sekutu di pesisir Jakarta yang terjadi pada tanggal 29 September 1945 dan dipimpin oleh Jend, Sir Philip Christison. Sebelum pendaratan tanggal 29 September 1945, pasukan Sekutu sudah mendarat di Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 16 September sebelumnya 20 Okt 2019.
Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta (Bapak Proklamator) pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai pernyataan resmi Bangsa Indonesia yang telah melepaskan diri dari penjajahan Belanda dan Jepang. Tetapi kaum penjajah (Belanda) tidak mengakui kemerdekaan Indonesia, bahkan Belanda berusaha dengan berbagai cara untuk kembali menjajah Indonesia. Sementara Bangsa Indonesia tetap gigih berusaha mempertahankan kemerdekaan, sehingga terjadilah beberapa pertempuran sebagai wujud perlawanan rakyat untuk mengusir penjajah dari tanah air, salah satunya adalah melalui pertempuran Ambarawa.
Pertempuran Ambarawa berlangsung dari tanggal 20 November-15 Desamber 1945 di Ambarawa antara Pasukan TKR dengan tentara Sekutu. Pasukan TKR dipimpin Mayor Soemarto. Tanggal 26 Nopember 1945 pimpinan TKR dari Purwokerto, Letkol Isdiman gugur dan digantikan oleh Kolonel Soedirman yang kemudian mengambil alih pimpinan pasukan. Dibawah pimpinan Letkol Soedirman TKR berhasil memukul mundur pasukan sekutu dengan melakukan perang gerilya. Sejak saat itulah nama besar Soedirman menjadi terkenal. Untuk mengenang pertempuran Ambarawa setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri dan di Ambarawa didirikan monumen yaitu Palagan Ambarawa.
Dengan demikian, sebelum pendaratan tanggal 29 September 1945, pasukan Sekutu sudah mendarat di Tanjung Perak, Surabaya pada tanggal 16 September sebelumnya. Pendaratan tanggal 16 September ini dipimpin oleh Wilfrid Patterson. Salah satu perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah melalui pertempuran Ambarawa.