Roboguru

Pewaris tahta Medang Kamulan yang melarikan diri semasa penyerangan oleh Kerajaan Wurawari adalah ….

Pertanyaan

Pewaris tahta Medang Kamulan yang melarikan diri semasa penyerangan oleh Kerajaan Wurawari adalah ….

  1. Dharmawangsa Teguh

  2. Airlangga

  3. Mulawarman

  4. Ageng Tirtayasa

  5. Punakawan

Pembahasan Soal:

Raja Airlangga berkuasa di Kerajaan Kahuripan pada tahun 1019 Masehi sampai 1042 Masehi yang bergelar Śrī Māhāraja Rakai Halu Śrī Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Ia adalah keponakan sekaligus menantu Raja Dharmawangśa Teguh, raja Medang Kamulan yang gugur karena serangan musuh dalam peristiwa Pralaya. Peristiwa Pralaya terjadi saat pesta perkawinan Airlangga dengan anak Dharmawangsa, serangan dadakan tersebut menewaskan Raja Dharmawangsa Teguh dan putrinya gugur dan hampir seluruh penghuni kerajaan binasa oleh serangan Raja Wurawari. 

Dalam peristiwa pralaya itu, Airlangga berhasil menyelamatkan diri bersama Narottama hambanya yang setia. Pada tahun 1019, tiga tahun setelah terjadinya peristiwa Pralaya, para resi, para pendeta Siwa, dan Buddha, serta para Brahmana merestui Airlangga menjadi raja pertama dari Kerajaan Kahuripan.

Dengan demikian jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 12 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di kerajaan Mataram Jawa ...

Pembahasan Soal:

Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah hancur akibat letusan Gunung Merapi. Mpu Sindok kemudian memindahkan ibu kota Medang dari Mataram menuju Jawa Timur. Mpu Sindok tidak hanya memindahkan istana Medang ke timur, tetapi ia juga dianggap telah mendirikan dinasti baru bernama Wangsa Isyana. Salah satu raja yang pernah memerintah di kerajaan Mataram Kuno yang telah berpindah ke Jawa Timur ini adalah Airlangga. Mpu Sindok memiliki putri bernama Sri Isyanatunggawijaya yang menikah dengan pangeran Bali bernama Sri Lokapala. Dari perkawinan itu, lahirlah Makutawangsawardhana yang kemudian memiliki putri bernama Mahendradatta, yaitu ibu dari Airlangga. Mahendradatta menikah dengan raja Bali bernama Udayana Warmadewa sehingga lahirlah Airlangga yang memiliki keturunan raja Bali.

Dengan demikian, salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di kerajaan Mataram Jawa adalah Airlangga.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

​​​Salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di Kerajaan Mataram Jawa Timur adalah ...

Pembahasan Soal:

Airlangga merupakan raja dari Mataram Jawa Timur atau Medang Kamulan yang memiliki darah keturunan raja Bali. Ayahnya bernama Udayana merupakan raja dari Kerajaan Bedahulu, sebuah kerajaan di Bali pada abad ke-8 hingga abad ke-14 Masehi. Ibunya bernama Mahendradatta adalah seorang putri dari Wangsa Isyana, yaitu dari Kerajaan Medang.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.space 

Roboguru

Salah seorang keturunan raja Bali yang memerintah sebagai raja di kerajaan Mataram Jawa Timur adalah …

Pembahasan Soal:

Airlangga adalah pendiri sekaligus raja dari Kerajaan Kahuripan yang memerintah sejak 1009-1042. Kerajaan Kahuripan merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur. Ayahnya bernama Udayana yang menjadi raja di Kerajaan Bedahulu, salah satu kerajaan kuno di Bali. Ibunya adalah Mahendradatta, seorang putri dari wangsa Isyana dari Kerajaan Mataram Kuno. Ia bertakhta di Jawa Timur menggantikan mertuanya, Dharmawangsa Teguh yang tewas karena serangan Raja Wurawari. Dalam berbagai prasasti yang dikeluarkannya, Airlangga mengakui sebagai keturunan Wangsa Isyana yang didirikan oleh Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.space 

Roboguru

Apakah tujuan Airlangga membagi dua wilayah Kerajaan Medang menjadi Jenggala dan Panjalu ...

Pembahasan Soal:

Sebelum mengundurkan diri sebagai raja, Airlangga membagi dua kerajaannya kepada dua putranya, yaitu Kerajaan Jenggala kepada Mapanji Garasakan (anak istri kedua Airlangga) dengan ibukota Kahuripan dan Kerajaan Panjalu atau Kediri  kepada Sri Samarawijaya (putra mahkota) dengan ibukota di Daha. Hal itu dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah karena perebutan takhta. Airlangga sendiri kemudian menjadi pertapa dan wafat 1049 M. Di pemakamannya di Candi Belahan, ia digambarkan sebagai Dewa Wisnu yang sedang mengendarai burung garuda.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tujuan pembagian tersebut adalah untuk menghindari pertumpahan darah karena perebutan kekuasaan.

Roboguru

Perpindahan Mataram Jawa Tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok memutus mata rantai Dinasti Sanjaya maupun Syailendra, karena di Jawa Timur Mpu Sendok mendirikan dinasti baru yakni...

Pembahasan Soal:

Pertentangan di antara keluarga Mataram terus berlangsung hingga masa pemerintahan Mpu Sindok pada tahun 929 M. Pertikaian yang tidak pernah berhenti menyebabkan Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan dari Medang ke Daha (Jawa Timur) dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Isyanawangsa. Di samping pertentangan keluarga, pemindahan pusat kerajaan juga dikarenakan kerajaan mengalami kehancuran akibat letusan Gunung Merapi. Berdasarkan prasasti, pusat pemerintahan Keluarga Isyana terletak di Tamwlang. Letak Tamwlang diperkirakan dekat Jombang, sebab di Jombang masih ada desa yang namanya mirip, yakni desa Tambelang. Daerah kekuasaannya meliputi Jawa bagian timur, Jawa bagian tengah, dan Bali. Dengan demikian, Mpu Sindok mendirikan dinasti Isyana.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved