Iklan

Pertanyaan

Pesawat pertama yang dihasilkan Indonesia yang bekerjasama dengan Belanda, pada tahun 1935 adalah pesawat ....

Pesawat pertama yang dihasilkan Indonesia yang bekerjasama dengan Belanda, pada tahun 1935 adalah pesawat ....

  1. Jet F35

  2. Boeing

  3. Fokker

  4. Walraven 2

  5. Jet

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

01

:

14

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang paling tepat adalah D.

jawaban yang paling tepat adalah D.

Pembahasan

Pada tahun 1923, Belanda berhasil mendirikan Technische Dienst Luchtvaart Afdeling yang berlokasi di daerah Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini merupakan cikal bakal dari berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia. Pusat lembaga ini pada tahun 1924 dipindah ke lapangan udara Andir, yang saat ini sudah berganti nama menjadi Lapangan Udara Husein Sastranegara. Pada saat itu investasi pemerintah Belanda banyak mengucurkan fasilitas dan dana untuk kegiatan perakitan pesawat pembom yang memang pada saat itu digunakan untuk melawan serangan bangsa Jepang yang juga ingin berkuasa di Indonesia. Pada tahun yang sama,muncullah insiyur perakit pesawat terbang seperti Akhmad Taslim dan Tossin yang merupakan tokoh Indonesia yang diajak bekerjasama dengan pemerintah Belanda diwakili oleh Ir. M.V. Pattist dan L.W. Walraven. Mereka berempatlah pionir yang mampu menciptakan beberapa pesawat terbang bermesin tunggal seperti PW1 dan PW2 yang berhasil terbang di udara dengan lancar. Terutama PW2 yang berhasil melakukan perjalanan udara mencapai negeri Belanda pada tahun 1935 dimana pesawat PW2 berhasil mencuri perhatian dunia pada saat itu. Sejarah pesawat terbang pertama yang dihasilkan oleh Indonesia dengan bekerja sama bersama Belanda dapat ditilik daripermintaan dari Khouw Ke Hien, seorang pewaris perusahaan pemotongan sapi. Iamembutuhkan pesawat terbang untuk mengunjungi serta mengawasi cabang-cabang perusahaannya yang tersebar di beberapa wilayah. Pada bulan Maret tahun 1934, Khouw Ke Hien menghubungi Akhmad Taslim perihal permintaannya tersebut, termasuk L.W. Walraven yang merupakan desainer teknik Militaire Luchtvaart van het KNIL (Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Walraven akhirnya memberikan tawaran bahwa dirinya bersamaPattist akan membuatcetak biru dan desainpesawat pertama Hindia Belanda tersebut sedangkan Akhmad Taslim sertaTossin yang mengerjakan sisanya. Akhirnya, dinamakanlah pesawat pertama tersebut dengan Walraven-2 yang mampu terbang sekitar 1.100 mil di udara. Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah D.

Pada tahun 1923, Belanda berhasil mendirikan Technische Dienst Luchtvaart Afdeling yang berlokasi di daerah Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini merupakan cikal bakal dari berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia. Pusat lembaga ini pada tahun 1924 dipindah ke lapangan udara Andir, yang saat ini sudah berganti nama menjadi Lapangan Udara Husein Sastranegara. Pada saat itu investasi pemerintah Belanda banyak mengucurkan fasilitas dan dana untuk kegiatan perakitan pesawat pembom yang memang pada saat itu digunakan untuk melawan serangan bangsa Jepang yang juga ingin berkuasa di Indonesia.

Pada tahun yang sama, muncullah insiyur perakit pesawat terbang seperti Akhmad Taslim dan Tossin yang merupakan tokoh Indonesia yang diajak bekerjasama dengan pemerintah Belanda diwakili oleh Ir. M.V. Pattist dan L.W. Walraven. Mereka berempatlah pionir yang mampu menciptakan beberapa pesawat terbang bermesin tunggal seperti PW1 dan PW2 yang berhasil terbang di udara dengan lancar. Terutama PW2 yang berhasil melakukan perjalanan udara mencapai negeri Belanda pada tahun 1935 dimana pesawat PW2 berhasil mencuri perhatian dunia pada saat itu. 

Sejarah pesawat terbang pertama yang dihasilkan oleh Indonesia dengan bekerja sama bersama Belanda dapat ditilik dari permintaan dari Khouw Ke Hien, seorang pewaris perusahaan pemotongan sapi. Ia membutuhkan pesawat terbang untuk mengunjungi serta mengawasi cabang-cabang perusahaannya yang tersebar di beberapa wilayah. Pada bulan Maret tahun 1934, Khouw Ke Hien menghubungi Akhmad Taslim perihal permintaannya tersebut, termasuk L.W. Walraven yang merupakan desainer teknik Militaire Luchtvaart van het KNIL (Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Walraven akhirnya memberikan tawaran bahwa dirinya bersama Pattist akan membuat cetak biru dan desain pesawat pertama Hindia Belanda tersebut sedangkan Akhmad Taslim serta Tossin yang mengerjakan sisanya. Akhirnya, dinamakanlah pesawat pertama tersebut dengan Walraven-2 yang mampu terbang sekitar 1.100 mil di udara.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat adalah D.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

22

ADRIAN MAULANA

Pembahasan lengkap banget Mudah dimengerti Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Pesawat DC-3 yang digunakan untuk melayani penerbangan dengan bendera Indonesia Airways pada tanggal 26 Januari 1949 dibeli oleh masyarakat dari daerah

2

4.2

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia