Proses pengolahan logam telah dimulai sejak Masa Perundagian (Zaman Logam) merupakan masa dimana kehidupan masyarakatnya sudah semakin maju dan masyarakatnya sudah mengenal teknik – teknik pengolahan logam. Logam awal ditemukan adalah Emas (6000 SM) dan tembaga (4200 SM). Tujuh logam purbakala adalah: Emas (6000 SM), Tembaga (4200 SM), Perak (4000 SM), Timbal (3500 SM), Timah (1750 SM), Peleburan Besi (1500 SM) dan Air Raksa (750 SM). Antara tahun 5000 SM lembaran tembaga dibuat dengan cara dipukul. Artefak tembaga lebur dari tahun 3600 SM ditemukan di lembah sungai Nil.
Sepanjang sejarahnya, metal working mencakup perdagangan, seni, hobi, dan industri yang berkaitan dengan metalurgi. Sebuah seni dan karya yang diperdagangkan dan sebagai industri yang sudah mengakar sejak zaman dahulu. Menyebar luas ke seluruh kebudayaan peradaban. Menilik dari periode sejarah Firaun di Mesir, raja Vedic di India, sampai peradaban Maya di Amerika Utara yang merupakan populasi yang tertua, logam mulia memiliki nilai penting dan terkadang menjadi awal mula terbentuknya hukum kepemilikan, distribusi, dan perdagangan yang dipegang teguh dan disetujui oleh masyarakat pada saat itu.
Pada Masa Perundagian (Zaman Logam) terdapat dua teknik utama membuat barang dari logam yaitu a cire perdue (teknik cetak tuang) dan bivalve (teknik dua setangkup). Seiring berjalannya waktu, logam menjadi hal yang biasa dan menjadi lebih kompleks. Pengolahan logam sangat tergantung pada ekstraksi dari logam yang kemudian diaplikasikan untuk membuat perhiasan, membuat mesin elektronik yang lebih efisien, dan untuk kebutuhan industri dan aplikasi teknologi mulai dari konstruksi sampai kontainer, rel dan alat transportasi udara. Tanpa logam, barang-barang dan jasa akan berhenti bergerak di seluruh dunia.
Dengan demikian pengolahan logam pada Masa Perundagian terdapat dua teknik utama membuat barang dari logam yaitu a cire perdue (teknik cetak tuang) dan bivalve (teknik dua setangkup). Seiring berjalannya waktu, pengolahan logam menjadi lebih kompleks.