Roboguru

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian yang mengakhiri konflik antara VOC dan Kesultanan...

Pertanyaan

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian yang mengakhiri konflik antara VOC dan Kesultanan...

  1. Makassar

  2. Mataram

  3. Ternate

  4. Demak

  5. Banten

Pembahasan Soal:

Pada mulanya, hubungan antara VOC dan Makassar berjalan baik. Posisi strategis Makassar memperkuat hubungan tersebut. Akan tetapi, kebijakan monopoli VOC membuat hubungan itu menjadi retak. VOC ingin memonopoli perdagangan Malaka-Batavia-Maluku. Makassar pun berupaya menerobos monopoli VOC, yang kerap memicu ketegangan. Kebijakan Makassar membantu rakyat Maluku melawan VOC juga memperkeruh hubungan keduanya.

Perang diawali dengan perlucutan dan perampasan terhadap armada VOC di Maluku oleh pasukan Hasanuddin. Tindakan ini memicu perang, yang kemudian dikenal dengan nama Perang Makassar (1666-1669). Dalam perang itu, VOC bersekutu dengan raja Bone yang menjadi seteru Gowa yang bernama Arung Palaka (pada waktu itu Bone berada di bawah kekuasaan Gowa). Kalah persenjataan, Kesultanan Gowa dapat dikalahkan dan Sultan Hasanuddin tunduk pada Perjanjian Bongaya pada tahun 1667.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jelaskan apa makna dan pelajaran yang kita peroleh tentang perjanjian Bongaya di Sulawesi!

Pembahasan Soal:

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian antara Kerajaan Gowa (Makassar) dan VOC. Dengan lokasi yang strategis dan potensi alam yang melimpah, Kerajaan Gowa menjadi salah satu kekuatan maritim yang dominan. Perjanjian Bongaya ditandatangani oleh Sultan Hasanudin pada tanggal 18 November 1667 secara terpaksa untuk menghentikan atau mengurangi jumlah korban yang terus berjatuhan dalam perselisihan antara pihak kompeni dan Kerajaaan Gowa. Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Gowa. Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga bersedia mengadakan Perjanjian Bongaya.undefined

Dengan demikian, makna dan pelajaran yang kita peroleh tentang perjanjian Bongaya adalah Kita hendaknya memikirkan secara matang setiap keputusan yang kita ambil, dampak baik dan buruknya terhadap diri kita dan orang lain. Terkadang kita dihadapkan pada pilihan yang berat dimana kedua pilihan tidak menguntungkan bagi pihak kita, namun kita harus mengambil keputusan yang memiliki risiko terkecil.undefined

1

Roboguru

Untuk mengakhiri perlawanan rakyat Gowa Tallo, VOC memaksa Sultan Hasanuddin menandatangi Perjanjian Bongaya. Konsekuensi yang harus diterima Kerajaan Gowa Tallo berdarsarkan perjanjian tersebut berup...

Pembahasan Soal:

Perlawanan Sultan Hasanuddin kemudian berakhir setelah beliau terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667. Adapun isi dari Perjanjian Bongaya yang sangat merugikan bangsa Indonesia antara lain:

- VOC memperoleh monopoli perdagangan di Makassar.

- Belanda mendirikan benteng di Makassar (kelak bernama Benteng Rotterdam).

- Makassar melepaskan daerah jajahannya, seperti Bone dan pulau-pulau di sekitar Makassar.

- Makassar mengakui Aru Palaka sebagai raja Bone.

0

Roboguru

Perhatikan gambar surat perjanjian kuno berikut!     Surat perjanjian pada gambar berkaitan dengan  perlawanan rakyat Makassar terhadap VOC. lsi surat perjanjian tersebut· dianggap merugikan pereko...

Pembahasan Soal:

Pada tanggal 7 Juli 1667 meletus perang Gowa. Perang ini terjadi antara VOC dan Kerajaan Gowa, VOC yang dipimpin oleh Cornelis Janszoon Spelman dan diperkuat oleh orang-orang Bugis Bone yang dipimpin oleh Aru Palaka. Kekuatan VOC menyerang pasukan Gowa dari berbagai penjuru arah. Serangan tersebut sempat ditahan oleh pasukan Sultan Hasanudin yang mempertahankan kerajaan Gowa.

Namun, karena pasukan gabungan VOC disertai peralatan senjata yangn lengkap, VOC berhasil mendesak pasukan Sultan Hasanudin. Benteng pertahanan Gowa di Barombang dapat diduduki oleh pasukan Aru Palaka. Maka hal itu menandai kemenangan VOC.

Sultan Hasanudin kemudian dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667, yang berisi sebagai berikut:

  1. Gowa harus mengakui hak monopoli VOC.
  2. Semua orang barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah Gowa.
  3. Gowa harus membayar biaya perang.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah "C".

1

Roboguru

Pada 1667 VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin menandatangani Perjanjian Bongaya. Salah satu dampak perjanjian tersebut adalah ...

Pembahasan Soal:

Perjanjian Bongaya adalah perjanjian yang dilakukan oleh Kerajaan Gowa yang diwakili oleh Sultan Hasanuddin dan VOC yang diwakili oleh Cornelis Janszoon Speelman. Kemenangan VOC dalam perlawanan kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin berakhir dengan penandatanganan perjanjian Bongaya yang isinya adalah:

  1. Gowa harus mengakui hak monopoli VOC. undefined
  2. Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah Gowa. undefined
  3. Gowa harus membayar biaya perang. undefined

Dengan ditandatanganinya perjanjian Bongaya, VOC berhasil mengendalikan peran politik kerajaan Gowa, sehingga kehidupan kerajaan Gowa juga dikendalikan oleh VOC. 

Berdasarkan penjelasan diatas, maka jawaban yang tepat adalah C. 

 

0

Roboguru

Bagaimana cara VOC mengalahkan kesultanan Makassar?

Pembahasan Soal:

Kesultanan Makassar mengalami kekalahan setelah kerjasama Kerajaan Bone dengan VOC mendesak Gowa-Tallo. Kerajaan Gowa-Tallo melakukan ekspansi terhadap wilayah pedalaman  yakni kerajaan-kerajaan Bugis yang tergabung dalam persekutuan Tellumpoccoe, yang terdiri atas Bone, Wajo, dan Soppeng.Disisi lain VOC yang ingin mendapatkan wilayah Makassar untuk menyempurnakan rute pelayaran pengakutan rempah dari Maluku ke Batavia. VOC melakukan politik devide et impera politik adu domba dengan cara memanfaatkan dendam raja Bone Aru Palaka yang berada di Buton setelah kerajaannya ditaklukan oleh Gowa-Tallo. Buton merupakan salah satu sekutu VOC di Sulawesi dari sini Aru Palaka membangun kekuatan untuk mengembalikan kedaulatan Bone. Pada Januari dan Februari 1660, VOC mengirimkan rombongan kapal tempurnya dari Batavia menuju Ambon di Kepulauan Maluku. armada VOC terdiri dari 31 kapal perang yang mengangkut 2.600 orang tentara, termasuk prajurit pribumi. Kapal-kapal ini juga digunakan untuk memancing armada tempur Gowa agar berlayar ke Ambon demi melemahkan pertahanan mereka di Somba Opu. Dengan melemahnya benteng Somba Opu dan bantuan pasukan darat dari Aru Palaka kesultanan Makassar kalah.  Dengan kekalahan tersebut Gowa-Tallo dikuasai VOC yang membatasi hubungan dagang dengan pedagang internasional, melepaskan benteng di Ujung Pandang, melepaskan Bone,Bima, dan Luwu, dan menyerahkan budak untuk VOC.

Dengan demikian cara VOC mengalahkan Kasultanan Makassar ialah dengan cara melakukan Devide et Impera dari Kerajaan Bone, memperlemah benteng pertahanan Gowa di Somba Opu dan memblokade hubungan Makassar dengan bangsa luar agar tidak mendapat bantuan kekuatan.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved