Iklan

Pertanyaan

Perhatikan teks berikut ini! Hukuman Mencuri Sendal Suatu hari Mamat sedang asyik makan soto di warung soto Bang Ririn. Setelah kenyang, ia pun pulang menggunakan sepeda motor kesayangannya. Di tengah jalan, ada seorang pengendara motor ugal-ugalan dan menyerempet Mamat hingga terjatuh dan sandalnya terputus. Karena rumahnya masih jauh, Mamat memutuskan untuk membeli sandal ke toko. Namun, uangnya ternyata tidak cukup. Mamat memiliki ide. Ia pergi ke masjid untuk mencuri sepasang sandal. Kebetulan saat itu azan zuhur baru saja berkumandang. Mamat memperhatikan setiap orang yang masuk ke dalam masjid dan berniat mencuri sandal terbaik saat itu. Setelah mendapatkan sandalnya, Mamat pun kabur dari masjid. Sial bagi Mamat, aksinya ketahuan dan akhirnya ia ditangkap dan dilaporkan ke polisi. Di pengadilan, Mamat divonis sepuluh tahun penjara. Mamat kagetdengan keputusan itu dan bertanya kepada Pak Hakim, “Pak Hakim yang terhormat, mengapa hukuman saya sangat berat? Padahal saya hanya mencuri sandal yang harganya Rp30.000,00 saja, sedangkan koruptor yang mencuri uang miliaran rupiah dihukum lebih ringan daripada hukuman saya? Saya tidak terima! Saya mau banding!” Mendengar itu, Pak Hakim dengan santai menjelaskan kepada Mamat, “Saudara terdakwa, Saudara mencuri sandal seharga Rp30.000,00 dari seseorang dan menyebabkan satu orang itu menderita kerugian sebesar Rp30.000,00. Bandingkan dengan koruptor yang mencuri Rp1 miliar uang rakyat dibagi dengan jumlah rakyat Indonesia sebanyak 200 juta jiwa, berarti koruptor hanya merugikan rakyat sebesar Rp5,00 saja, makanya hukuman mereka lebih ringan. Ayo, petugas, bawa Saudara ini ke tahanan!” Mamat hanya pasrah dibawa oleh petugas ke dalam tahanannya. Maksud tersirat cerita dari teks anekdot di atas adalah…

Perhatikan teks berikut ini!
 
Hukuman Mencuri Sendal

Suatu hari Mamat sedang asyik makan soto di warung soto Bang Ririn. Setelah kenyang, ia pun pulang menggunakan sepeda motor kesayangannya. Di tengah jalan, ada seorang pengendara motor ugal-ugalan dan menyerempet Mamat hingga terjatuh dan sandalnya terputus. Karena rumahnya masih jauh, Mamat memutuskan untuk membeli sandal ke toko. Namun, uangnya ternyata tidak cukup.

Mamat memiliki ide. Ia pergi ke masjid untuk mencuri sepasang sandal. Kebetulan saat itu azan zuhur baru saja berkumandang. Mamat memperhatikan setiap orang yang masuk ke dalam masjid dan berniat mencuri sandal terbaik saat itu.

Setelah mendapatkan sandalnya, Mamat pun kabur dari masjid. Sial bagi Mamat, aksinya ketahuan dan akhirnya ia ditangkap dan dilaporkan ke polisi. Di pengadilan, Mamat divonis sepuluh tahun penjara.

Mamat kagetdengan keputusan itu dan bertanya kepada Pak Hakim, “Pak Hakim yang terhormat, mengapa hukuman saya sangat berat? Padahal saya hanya mencuri sandal yang harganya Rp30.000,00 saja, sedangkan koruptor yang mencuri uang miliaran rupiah dihukum lebih ringan daripada hukuman saya? Saya tidak terima! Saya mau banding!”

Mendengar itu, Pak Hakim dengan santai menjelaskan kepada Mamat, “Saudara terdakwa, Saudara mencuri sandal seharga Rp30.000,00 dari seseorang dan menyebabkan satu orang itu menderita kerugian sebesar Rp30.000,00. Bandingkan dengan koruptor yang mencuri Rp1 miliar uang rakyat dibagi dengan jumlah rakyat Indonesia sebanyak 200 juta jiwa, berarti koruptor hanya merugikan rakyat sebesar Rp5,00 saja, makanya hukuman mereka lebih ringan. Ayo, petugas, bawa Saudara ini ke tahanan!”

Mamat hanya pasrah dibawa oleh petugas ke dalam tahanannya.

 

Maksud tersirat cerita dari teks anekdot di atas adalah…

  1. Pencuri sandal harus dihukum berat.

  2. Penabrak sepeda motor yang tidak dihukum.

  3. Penegakan hukum yang tidak adil.

  4. Sulitnya melakukan banding terhadap hukum.

  5. Kita harus pasrah dengan hukum.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

17

:

21

Klaim

Iklan

A. Pusporini

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Teks anekdot ini menyindir penegakan hukum di Indonesia yang terkesan tebang pilih. Koruptor yang mencuri miliaran, bahkan triliunan rupiah uang rakyat dihukum ringan, sedangkan Mamat yang “hanya” mencuri sandal dihukum berat.

Teks anekdot ini menyindir penegakan hukum di Indonesia yang terkesan tebang pilih. Koruptor yang mencuri miliaran, bahkan triliunan rupiah uang rakyat dihukum ringan, sedangkan Mamat yang “hanya” mencuri sandal dihukum berat.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Bacalah teks berikut ini! Hukuman Mencuri Sendal Suatu hari Mamat sedang asyik makan soto di warung soto Bang Ririn. Setelah kenyang, ia pun pulang menggunakan sepeda motor kesayangannya. Di ...

3

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia