Roboguru
SD

Perhatikan persamaan reaksi kimia di bawah ini! Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s) Berdasarkan persamaan reaksi di atas, persamaan reaksi kimia yang sudah setara adalah ....

Pertanyaan

Perhatikan persamaan reaksi kimia di bawah ini!

Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s)

Berdasarkan persamaan reaksi di atas, persamaan reaksi kimia yang sudah setara adalah ....

  1. Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 4C(s) → 3CaSiO3(s) + 4CO(g) + 4P(s)

  2. Ca3(PO4)2(s) + 3SiO2(s) + 6C(s) → 3CaSiO3(s) + 6CO(g) + P4(s)

  3. 2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 4C(s) → 6CaSiO3(s) + 4CO(g) + 2P4(s)

  4. 2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(s)

  5. 2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 8C(s) → 6CaSiO3(s) + 8CO(g) + 2P4(s)

R. RGFREELANCETIGASATU

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan

(Catatan: ruas kiri = sebelah kiri panah; ruas kanan = sebelah kanan panah)

Pertama, kita lihat persamaan reaksi awal.

Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s)

Jumlah unsur P di ruas kiri dan kanan tidak sama. Di ruas kiri unsur P berjumlah 2, sedangkan di ruas kanan unsur P berjumlah 4. Maka, Ca3(PO4)2 di ruas kiri harus dikalikan 2.

2Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s)

Setelah Ca3(PO4)2 dikalikan 2, koefisiennya berubah menjadi 2. Bisa kita lihat sekarang jumlah unsur P di ruas kiri dan kanan sudah sama, yaitu sama-sama berjumlah 4. Lalu, sekarang kita lihat jumlah unsur Ca di ruas kiri dan kanan. Di ruas kiri unsur Ca berjumlah 6, sedangkan di ruas kanan unsur Ca berjumlah 1. Supaya jumlahnya menjadi sama, CaSiO3 di ruas kanan harus dikalikan 6.

2Ca3(PO4)2(s) + SiO2(s) + C(s) → 6CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s)

Setelah CaSiO3 dikalikan 6, koefisiennya berubah menjadi 6. Bisa kita lihat sekarang jumlah unsur Ca di ruas kiri dan kanan sudah sama, yaitu sama-sama berjumlah 6. Lalu, sekarang kita lihat jumlah unsur Si di ruas kiri dan kanan. Di ruas kiri unsur Si berjumlah 1, sedangkan di ruas kanan unsur Si berjumlah 6. Supaya jumlahnya menjadi sama, SiO2 di ruas kiri harus dikalikan 6.

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + C(s) → 6CaSiO3(s) + CO(g) + P4(s)

 

Setelah SiO2 dikalikan 6, koefisiennya berubah menjadi 6. Bisa kita lihat sekarang jumlah unsur Si di ruas kiri dan kanan sudah sama, yaitu sama-sama berjumlah 6. Lalu, sekarang kita lihat jumlah unsur O di ruas kiri dan kanan. Di ruas kiri unsur O berjumlah 28, sedangkan di ruas kanan unsur O berjumlah 19. Supaya jumlahnya menjadi sama, CO di ruas kanan harus dikalikan 10.

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(s)

Setelah CO dikalikan 10, koefisiennya berubah menjadi 10. Bisa kita lihat sekarang jumlah unsur O di ruas kiri dan kanan sudah sama, yaitu sama-sama berjumlah 28. Lalu, sekarang kita lihat jumlah unsur C di ruas kiri dan kanan. Di ruas kiri unsur C berjumlah 1, sedangkan di ruas kanan unsur C berjumlah 10. Supaya jumlahnya menjadi sama, C di ruas kiri harus dikalikan 10.

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(s)

Setelah semua unsur di ruas kiri dan kanan memiliki jumlah yang sama, artinya persamaan reaksi tersebut sudah setara.

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(s) (sudah setara)

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

 

Cara lain untuk menyetarakan persamaan reaksi adalah dengan menggunakan variabel (koefisien a, b, c, d, dan seterusnya).

Pertama kita tuliskan koefisien dengan menggunakan variabel a, b, c, d, e, dan f.

aCa3(PO4)2(s) + bSiO2(s) + cC(s) → dCaSiO3(s) + eCO(g) + fP4(s)

Lalu, kita buat tabel berdasarkan jumlah unsur-unsurnya.

Unsur Ca : 3a = d (persamaan 1)

Unsur P : 2a = 4f (persamaan 2)

Unsur O : 8a + 2b = 3d + e (persamaan 3)

Unsur Si : b = d (persamaan 4)

Unsur C : c = e (persamaan 5)

 

 

Selanjutnya kita buat asumsi salah satu variabel sembarang bernilai 1. Misal, untuk persamaan ini kita asumsikan variabel a sebagai koefisien Ca3(PO4)2 = 1.

Setelah itu, kita substitusi a=1, maka dari persamaan 1 dapat kita masukkan:

3a = d

3x1 = d

d = 3

 

Berikutnya, kita masukkan persamaan 2.

2a = 4f

2x1 = 4f

begin mathsize 12px style f equals 1 half end style

 

Berikutnya, kita masukkan persamaan 4.

b = d

b = 3

 

Berikutnya, kita masukkan persamaan 3.

8a + 2b = 3d + e

(8x1) + (2x3) = (3x3) + e

8 + 6 = 9 + e

e = 5

 

Berikutnya, kita masukkan persamaan 5.

c = e

c = 5

 

Kita sudah mendapatkan semua nilai a, b, c, d, e, dan f. Sehingga, jika kita masukkan ke dalam persamaan reaksi menjadi seperti ini:

aCa3(PO4)2(s) + bSiO2(s) + cC(s) → dCaSiO3(s) + eCO(g) + fP4(s)

1Ca3(PO4)2(s) + 3SiO2(s) + 5C(s) → 3CaSiO3(s) + 5CO(g) + P4(s)

Kita bisa mengubah bilangan pecahan menjadi bilangan bulat dengan cara ruas kiri dan kanan dikalikan 2, menjadi seperti ini:

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + 1P4(s)

 

Namun, koefisien yang bernilai 1 tidak perlu ditulis dalam persamaan.

2Ca3(PO4)2(s) + 6SiO2(s) + 10C(s) → 6CaSiO3(s) + 10CO(g) + P4(s)

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

1rb+

5.0 (2 rating)

Pertanyaan serupa

Sebanyak 1,8 gram glukosa dibakar dengan gas oksigen menghasilkan 2,64 gram gas karbon dioksida dan 1,08 gram uap air. Massa gas oksigen yang telah bereaksi pada pembakaran tersebut adalah ....

38

5.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia