Iklan

Pertanyaan

Perhatikan pernyataan berikut! Pada masa Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat Indonesia meningkat. Menurut Anda, benar atau salah pernyataan tersebut? Jelaskan dasar pendapat Anda!

Perhatikan pernyataan berikut!

Pada masa Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat Indonesia meningkat.

Menurut Anda, benar atau salah pernyataan tersebut? Jelaskan dasar pendapat Anda!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

54

:

23

Klaim

Iklan

N. Puspita

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pernyataan tersebut salah karena pada Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat semakin menurun akibat adanya kebijakan sanering.

pernyataan tersebut salah karena pada Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat semakin menurun akibat adanya kebijakan sanering.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia baru 15 tahun merdeka. Perekonomian masih sangat lemah. Kondisi politik saat itu masih bergejolak. Berbagai pemberontakan terjadi di daerah. Pemberontakan dan gejolak ini membuat aktivitas perekonomian terganggu. Selain itu, konfrontasi dengan Malaysia sejak 1961 berdampak pada perekonomian. Untuk mengtasi krisis ekonomi, salah satu upaya pemerintah yaitu menerapkan kebijakan sanering. anering atau pemotongan nilai mata uang mulai diterapkan terhitung sejak 25 Agustus 1959. Uang pecahan 500 dan 1.000 rupiah diturunkan nilainya 10 persen, menjadi 50 rupiah dan 100 rupiah. Akan tetapi, sebagian kalangan ternyata belum siap dengan kebijakan tersebut. banyak orang yang pingsan, bahkan meninggal mendadak karena syok, akibat penerapan sanering. Sanering juga menyebabkan daya beli masyarakat menurun drastis karena pemotongan nilai uang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga barang. Artinya, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil lantaran yang dipotong adalah nilainya. Dengan demikian, pernyataan tersebut salah karena pada Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat semakin menurun akibat adanya kebijakan sanering.

Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia baru 15 tahun merdeka. Perekonomian masih sangat lemah. Kondisi politik saat itu masih bergejolak. Berbagai pemberontakan terjadi di daerah. Pemberontakan dan gejolak ini membuat aktivitas perekonomian terganggu. Selain itu, konfrontasi dengan Malaysia sejak 1961 berdampak pada perekonomian. Untuk mengtasi krisis ekonomi, salah satu upaya pemerintah yaitu menerapkan kebijakan sanering. anering atau pemotongan nilai mata uang mulai diterapkan terhitung sejak 25 Agustus 1959. Uang pecahan 500 dan 1.000 rupiah diturunkan nilainya 10 persen, menjadi 50 rupiah dan 100 rupiah.  Akan tetapi, sebagian kalangan ternyata belum siap dengan kebijakan tersebut. banyak orang yang pingsan, bahkan meninggal mendadak karena syok, akibat penerapan sanering. Sanering juga menyebabkan daya beli masyarakat menurun drastis karena pemotongan nilai uang tidak diikuti dengan penurunan harga-harga barang. Artinya, nilai uang terhadap barang berubah menjadi lebih kecil lantaran yang dipotong adalah nilainya.

Dengan demikian, pernyataan tersebut salah karena pada Demokrasi Terpimpin daya beli masyarakat semakin menurun akibat adanya kebijakan sanering.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

7

Rahma Anggraini

Mudah dimengerti Makasih ❤️ Bantu banget

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada dasarnya Deklarasi Ekonomi memberi keuntungan bagi perusahaan swasta. Salah satu keuntungan tersebut adalah ...

24

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia