Salah satu kaidah kebahasaan teks cerita sejarah adalah penggunaan konjungsi atau kata penghubung. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) konjungsi adalah kata maupun ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Untuk menentukan kata penghubung yang tidak tepat, kita harus menganalisis setiap kalimat, menentukan kata penghubung yang digunakan, dan fungsi kata penghubung tersebut.
Pada paragraf tersebut terdapat kalimat:
- Manusia membuat gundukan-gundukan sebagai kubur. (kata sebagai)
- Masyarakat asli Amerika Utara tercatat telah membuat gundukan tanah mulai dari 3000 SM hingga abad ke-16. (kata hingga)
- Gundukan-gundukan tersebut diperkirakan untuk keperluan pemakaman sekaligus ritual. (kata untuk)
- Dinasti Qin di Cina juga tercatat membangun mausoleum kaisar pertama Cina berbentuk gundukan tanah raksasa pada periode 300-200 SM. (kata juga)
- Mausoleum tersebut terletak di Mount Li dan dilengkapi patung-patung prajurit terakota. (kata dan)
- Fungsi kata-kata tersebut:
- Kata sebagai sebagai berfungsi untuk menyatakan hal yang serupa; sama; semacam itu.
- Kata hingga hingga menyatakan kata sampai.
- Kata untuk berfungsi untuk menyatakan tujuan.
- Kata juga berfungsi untuk menyatakan sama atau serupa dengan hal yang telah disebutkan.
- Kata dan berfungsi untuk menyatakan makna gabungan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, penggunaan kata hubung yang tidak tepat terdapat pada kalimat, “Manusia membuat gundukan-gundukan sebagai kubur.” Maksud kalimat tersebut adalah “Manusia membuat gundukan-gundukan untuk kubur, yaitu untuk menyimpan mayat”. Penggunaan kata hubung sebagai tidak tepat karena konteks kalimat tersebut bukan bermakna ‘serupa; sama; semacam kubur’, melainkan membuat gundukan untuk menyimpan mayat.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan A.