Iklan

Pertanyaan

Perhatikan nama-nama produk berikut. Coca Cola iPhone/Apple McDonald Unilever KFC Menurut analisamu, bagaimana kaitan nama-nama di atas dengan kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang?

Perhatikan nama-nama produk berikut.

  1. Coca Cola
  2. iPhone/Apple
  3. McDonald
  4. Unilever
  5. KFC

Menurut analisamu, bagaimana kaitan nama-nama di atas dengan kehidupan masyarakat di negara-negara berkembang?

  1. Negara-negara Barat melakukan ekspansi bisnis

  2. Negara Barat bermitra dengan negara-negara Timur

  3. Negara-negara berkembang menjadi investor produk-produk barat

  4. Negara-negara berkembang menjadi objek subur imperialisme gaya baru

  5. Negara Barat dan Timur saling bersaing mengumpulkan aset dan keuntungan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

01

:

06

:

31

Klaim

Iklan

M. El

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Jawaban terverifikasi

Pembahasan

Kaitan antara nama-nama produk, seperti Coca Cola, iPhone/Apple, McDonald, Unilever, serta KFC, dan kehidupan di negara-negara berkembang adalah negara-negara berkembang menjadi objek subur imperialisme baru negara-negara Barat. Paham Merkantilisme yang lahir setelah abad pertengahan di Eropa diadopsi oleh negara-negara Barat hingga saat ini. Paham tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai kesejahteraan, negara akan berfokus untuk mencapai perdagangan surplus. Oleh karena itu, memproduksi barang dagang sebanyak mungkin untuk diekspor ke pasar dunia adalah suatu keniscayaan untuk mendatangkan aset. Belum lagi dengan lahirnya Revolusi Industri yang saat ini sudah memasuki Revolusi Industri 4.0. Perluasanpasar atas produk-produk yang dibuat negara-negara Barat akan semakin mudah dilakukan.Dampaknya, negara-negara yang masih berstatus berkembang (developing), seperti Indonesia, Kamboja, Timor Leste, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia yang notabene tidak semaju negara-negara Barat menjadi pasar empuk pemasaran produk negara-negara kapitalis Barat. Kita bisa dengan mudah mendapati produk negara-negara Barat sebagaimana disebutkan di atas, di Indonesiadan negara-negara berkembang lainnya. Negara-negara berkembang,seperti Indonesia tidak berdaya untuk menolak produk-produk, seperti Coca Cola, iPhone/Apple, dan McDonald karena mereka terlanjur membutuhkan barang-barang tersebut. Penyebabnya adalah ketidakmampuan negara-negara berkembang memproduksi barang-barang komoditas dengan kualitas terbaik dan dengan biaya terjangkau. Sementara itu, negara-negara Barat bisa memproduksi suatu barang dengan kualitas terbaik dengan biaya efisien. Akibatnya, negara-negara berkembang menjadi bergantung dengan produk-produk Barat, sehingga Indonesia dan negara-negara berkembang lain secara tidak langsung menjadi objek subur praktik imprealisme gaya baru. Produk-produk negara-negara Barat dengan mudahnya membanjiri negara-negara Timur yang sedang berkembang. Dampak negatifnya, negara-negara berkembang yang mayoritas ada di Timur semakin konsumtif, sedangkan negara-negara Barat semakin produktif, makmur, dan sejahtera.

Kaitan antara nama-nama produk, seperti Coca Cola, iPhone/Apple, McDonald, Unilever, serta KFC, dan kehidupan di negara-negara berkembang adalah negara-negara berkembang menjadi objek subur imperialisme baru negara-negara Barat. Paham Merkantilisme yang lahir setelah abad pertengahan di Eropa diadopsi oleh negara-negara Barat hingga saat ini. Paham tersebut menyatakan bahwa untuk mencapai kesejahteraan, negara akan berfokus untuk mencapai perdagangan surplus. Oleh karena itu, memproduksi barang dagang sebanyak mungkin untuk diekspor ke pasar dunia adalah suatu keniscayaan untuk mendatangkan aset. Belum lagi dengan lahirnya Revolusi Industri yang saat ini sudah memasuki Revolusi Industri 4.0. Perluasan pasar atas produk-produk yang dibuat negara-negara Barat akan semakin mudah dilakukan. Dampaknya, negara-negara yang masih berstatus berkembang (developing), seperti Indonesia, Kamboja, Timor Leste, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia yang notabene tidak semaju negara-negara Barat menjadi pasar empuk pemasaran produk negara-negara kapitalis Barat. Kita bisa dengan mudah mendapati produk negara-negara Barat sebagaimana disebutkan di atas, di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya.

Negara-negara berkembang, seperti Indonesia tidak berdaya untuk menolak produk-produk, seperti Coca Cola, iPhone/Apple, dan McDonald karena mereka terlanjur membutuhkan barang-barang tersebut. Penyebabnya adalah ketidakmampuan negara-negara berkembang memproduksi barang-barang komoditas dengan kualitas terbaik dan dengan biaya terjangkau. Sementara  itu, negara-negara Barat bisa memproduksi suatu barang dengan kualitas terbaik dengan biaya efisien. Akibatnya, negara-negara berkembang menjadi bergantung dengan produk-produk Barat, sehingga Indonesia dan negara-negara berkembang lain secara tidak langsung menjadi objek subur praktik imprealisme gaya baru. Produk-produk negara-negara Barat dengan mudahnya membanjiri negara-negara Timur yang sedang berkembang. Dampak negatifnya, negara-negara berkembang yang mayoritas ada di Timur semakin konsumtif, sedangkan negara-negara Barat semakin produktif, makmur, dan sejahtera.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

siti

Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan gambar di bawah! Pecahnya Perang Dunia II, serta adanya agresi militer negara-negara super power kepada negara-negara musuh tidak lepas dari dampak buruk penemuan pesawat terbang ...

2

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia