Iklan
Pertanyaan
Perhatikan kutipan fabel berikut!
(1) Kelinci pusing karena kelelahan setelah berlari amat cepat di jalan berbatu. (2) Ia sedang berlomba lari dengan kancil. (3) Namun, kakinya terasa ngilu, bahkan bagian depan kakinya lecet dan berdarah. (4) Tak lama kemudian, kancil datang menghampiri. (5) Ia geleng-geleng kepala melihat kelinci yang kelelahan sekaligus kesakitan. (6) “Amboi, kelinci! Tak kusangka kaulemah sekali! Lihatlah, jalan di depan masih panjang!” kata kancil.
Bagian komplikasi yang paling tepat untuk melengkapi kutipan fabel tersebut adalah ...
Kelinci mengakui bahwa dirinya memang lemah. Akhirnya, ia pun menyerah dan mengatakan, “Baiklah, kaumenang. Aku tak akan berlari lagi.”
“Oi, jalan berbatu ini tak ada artinya bagiku. Tak usah sombong, kancil!” kata kelinci. Kancil pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf pada kelinci.
Awalnya, kelinci tak terima dirinya dihina oleh kancil. Ia balas menghina kancil hingga keduanya berkelahi. Namun, perkelahian itu tak bertahan lama. Mereka akhirnya menyadari kesalahannya dan kembali bersahabat.
Kelinci tak peduli ucapan kancil dan melanjutkan larinya meski kakinya terluka. Namun, kancil menyusul dan menghina dirinya. Setelah mendengar hinaan kancil, amarah kelinci pun terpancing. Akhirnya, kelinci berkelahi dengan kancil di tengah jalan.
Iklan
K. Sahrozat
Master Teacher
2
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia