Iklan
Pertanyaan
Perhatikan kutipan drama berikut!
Demang Patalan: Kau telah lebih dulu di sini, Klinting!
Demang Jodog : Aku lihat mata tombak di atas meja.
Baru Klinting : (memungut mata tombak itu dan melempar-tancapkan pada daun meja) Delapan ratus lagi, harus jadi dalam sepuluh hari.
Demang Jodog : Kita menang, pulang, buat mengasoh dari perang. Masih juga tanganmu gerayangan bikin pekerjaan.
Baru Klinting : Kau masih seperti di medan perang, masih merah seperti kepiting panggang.
Demang Jodog : Ah, kau, Klinting, yang pandai berolok.
Baru Klinting : Tak mengkerut kehijauan seperti sebelum bertarung lawan Mataram
Demang Patalan : (tertawa) Pada gelagat pertama, siapa tidak takut pada Mataram. Semua mengerut kehijauan. Kalau bukan karena kau, kau goncang bangunkan untuk melawan, dan Wanabaya gemilang memimpin serang.
Baru Klinting : (tertawa terkulum)
Demang Jodog : Sekarang bocah angon pun bangkit melawan.
Baru Klinting : [...]
Demang Jodog : Masih di luar sana selesaikan pertengkaran.
Baru Klinting : Kalian berdua, apakah sudah selesai?
Demang Patalan : Kaulah yang selesaikan, Baru Klinting. Aku tarik pergi Demang Jodog, tinggalkan Ki Ageng Mangir Muda di sana sendiri.
Dikutip dari: Pramoedya Ananta Toer, Drama Mangir, Jakarta Kepustakaan Populer Gramedia, 2015
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah...
Inikah pertengkaran kalian?
Kapan selesaikan pertengkaran kemarin?
Apa guna ketampanan pada Wanabaya?
Mana Demang Pajang dan Demang Pandak?
Adakah kau hendak lupakan Klinting?
Iklan
M. Rozalina
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Jambi
1
3.0 (1 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia