Iklan

Pertanyaan

Perhatikan kutipan berikut untuk soal nomor 5 sampai 7! Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia Ateng Hidayat Mahasiswa Sastra UPI Bandung (1) Diterbitkannya kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa (1997) menandai kebangkitan kembali fiksi Islam Indonesia, setelah beberapa dekade terakhir meredup. Sejarah mencatat fiksi Islam Indonesia telah berkembang sejak abad ke-18, antara lain, dengan munculnya Tajussalatin karya Hamzah Fansuri dan Bustanussalatin karya Nuruddin Ar-Raniri. (2) Sejak tahun 1997, karya fiksi Islam kembali membumi. Sederetan penulis dan karyanya berhasil mendulang prestasi besar. Di antara penulis tersebut adalah Fahri Asiza, Gola Gong, Jazimah Al Muhyi, dan Asma Nadia. Salah satu karya Asma Nadia, penulis fiksi Islam yang pernah meraih penghargaan Adikarya IKAPI 2001, adalah cerpen Cerita Tiga Hari, yang termuat dalam antologi cerpen Meminang Bidadari (FBA Press, Maret 2005). (3) Banyak pesan moral dengan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini. Termasuk dalam Cerita Tiga Hari yang mengisahkan kebahagiaan satu keluarga. Cerita yang dikisahkan hanya tiga hari. Hari pertama, menceritakan saat suami berangkat kerja. (4) Karya fiksi Islam yang sekarang sedang membumi terlalu mengedepankan misi dakwah, sehingga aspek estetikanya kurang tergarap dengan maksimal. Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis, yang dijadikan sebagai landasan moral dan etis dalam menulis sebuah karya. Sumber: https://intipena.blogspot.com/2017/03/ Bukti penulis mengkritik karya sastra dalam cerpen Asma Nadia...

Perhatikan kutipan berikut untuk soal nomor 5 sampai 7!

Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia

Ateng Hidayat Mahasiswa Sastra UPI Bandung

 

(1) Diterbitkannya kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa (1997) menandai kebangkitan kembali fiksi Islam Indonesia, setelah beberapa dekade terakhir meredup. Sejarah mencatat fiksi Islam Indonesia telah berkembang sejak abad ke-18, antara lain, dengan munculnya Tajussalatin karya Hamzah Fansuri dan Bustanussalatin karya Nuruddin Ar-Raniri.

(2) Sejak tahun 1997, karya fiksi Islam kembali membumi. Sederetan penulis dan karyanya berhasil mendulang prestasi besar. Di antara penulis tersebut adalah Fahri Asiza, Gola Gong, Jazimah Al Muhyi, dan Asma Nadia. Salah satu karya Asma Nadia, penulis fiksi Islam yang pernah meraih penghargaan Adikarya IKAPI 2001, adalah cerpen Cerita Tiga Hari, yang termuat dalam antologi cerpen Meminang Bidadari (FBA Press, Maret 2005).

(3) Banyak pesan moral dengan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini. Termasuk dalam Cerita Tiga Hari yang mengisahkan kebahagiaan satu keluarga. Cerita yang dikisahkan hanya tiga hari. Hari pertama, menceritakan saat suami berangkat kerja.

(4) Karya fiksi Islam yang sekarang sedang membumi terlalu mengedepankan misi dakwah, sehingga aspek estetikanya kurang tergarap dengan maksimal. Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis, yang dijadikan sebagai landasan moral dan etis dalam menulis sebuah karya.

Sumber: https://intipena.blogspot.com/2017/03/

Bukti penulis mengkritik karya sastra dalam cerpen Asma Nadia...

  1. Paragraf 1 dan 2

  2. Paragraf 2 dan 3

  3. Paragraf 3 dan 4

  4. Paragraf 1 dan 3

  5. Paragraf 2 dan 4

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

17

:

13

Klaim

Iklan

A. ACFREELANCE

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

jawaban yang tepat adalah c.

jawaban yang tepat adalah c.

Pembahasan

Kritik sastra merupakan kegiatan menganalisis suatu karya sastra secara objektif untuk mengamati baik buruknya suatu karya sastra. Teks di atas merupakan kritik sastra. Bukti penulis mengkritik karya sastra dalam teks di atas terdapat pada paragraf ketiga , yakni Banyak pesan moral dan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini dan paragraf keempat , yakni Karya fiksi Islam yang sekarang sedang membumi terlalu mengedepankan misi dakwah, sehingga aspek estetikanya kurang tergarap dengan maksimal. Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis, yang dijadikan sebagai landasan moral dan etis dalam menulis sebuah karya. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah c.

Kritik sastra merupakan kegiatan menganalisis suatu karya sastra secara objektif untuk mengamati baik buruknya suatu karya sastra. Teks di atas merupakan kritik sastra. Bukti penulis mengkritik karya sastra dalam teks di atas terdapat pada paragraf ketiga, yakni Banyak pesan moral dan nilai religius yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini dan paragraf keempat, yakni Karya fiksi Islam yang sekarang sedang membumi terlalu mengedepankan misi dakwah, sehingga aspek estetikanya kurang tergarap dengan maksimal. Kedua, adanya miss-interpretasi terhadap sumber-sumber ajaran Islam, yaitu Alquran dan Hadis, yang dijadikan sebagai landasan moral dan etis dalam menulis sebuah karya. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah c.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Perhatikan kutipan berikut untuk soal nomor 5 sampai 7! Ideologi Patriarki dalam Cerpen Asma Nadia Ateng Hidayat Mahasiswa Sastra UPI Bandung (1) Diterbitkannya kumpulan cerpen Ketika Mas ...

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia