Berdasarkan gambar di atas, maka Nomor 8 adalah Usus Halus (jejunum dan ileum).
Setelah dari lambung, kimus akan masuk ke dalam usus halus. Usus halus memiliki tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus tengah (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
Setelah dari usus 12 jari, pencernaan makanan tersebut dilanjutkan di jejunum. Pada jejunum ini terjadi pencernaan terakhir sebelum zat-zat makanan diserap. Karbohidrat dipecah menjadi gula sederhana (glukosa), protein menjadi asam amino, serta lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Setelah melalui jejunum, zat-zat makanan sudah menjadi bentuk yang siap diserap. Penyerapan zat-zat makanan terjadi di ileum.
Pada dinding usus halus, terdapat jonjot usus halus (vili) dan pada setiap jonjot usus halus terdapat tonjolan kecil yang disebut mikrovili. Adanya vili dan mikrovili menyebabkan permukaan usus halus menjadi sangat luas sehingga zat-zat makanan dapat terserap dengan cepat. Dinding vili banyak mengandung pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah bening. Setelah diserap oleh vili usus halus, glukosa, vitamin yang larut dalam air, asam amino, dan mineral, akan masuk pembuluh darah kapiler; sedangkan asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak, akan dibawa oleh pembuluh getah bening (pembuluh kil) dan akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah kapiler. Zat-zat makanan tersebut akan masuk ke sistem transportasi untuk diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Bagian darah yang membawa dan mengedarkan zat-zat makanan ke seluruh tubuh adalah plasma darah.