Roboguru

Peran Indonesia dalam mengatasi konflik di Kongo t...

Peran Indonesia dalam mengatasi konflik di Kongo tercermin dari pengiriman pasukan yang tergabung dalam Misi Garuda Il dan III. Selama bertugas di Kongo, Misi Garuda mendapat julukan Les Spiritesses karena...undefined 

  1. Kontingen Garuda berjumlah paling sedikit disbanding pasukan lainundefined 

  2. Pasukan pemberontak ketakutan dengan mitos "hantu Putih"undefined 

  3. Kontingen Garuda mengajari masyarakat setempat cara mengolah sumber daya alamundefined 

  4. Pasukan pemberontak di Kongo merupakan warga keturunan Prancisundefined 

  5. Kontingen Garuda berperang dengan strategi perang gerilyaundefined 

Jawaban:

Pada Desember 1962 di Kongo sedang bergolak. Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Kolonel Kemal Idris berangkat sebagai pasukan perdamaian di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo). Saat itu kelompok milisi di bawah pimpinan Moises Tsommbe ingin lepas dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu. Rakyat sipil pun segera menjadi korban pertikaian antar milisi dan tentara pemerintah. Pasukan TNI pun mengajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Selama ini rakyat Kongo hanya mengolah singkong menjadi tepung yang rasanya tidak enak. Suatu hari, terjadi serangan yang dilakukan 2.000 gerilyawan Kongo ke markas Pasukan Garuda. Saat itu markas hanya dipertahankan 300 tentara. Setelah baku tembak berjam-jam, gerilyawan dapat dipukul mundur. Untungnya tak ada korban di pihak Indonesia. Serangan balasan pun segera dirancang untuk menangkap para pemberontak. Penyerangan dilakukan di malam hari dengan kapal yang digelapkan di atas danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah Albertville. Pasukan yang berkekuatan 30 orang menyamar sebagai hantu. Kemal Idris pemimpin pasukan tahu 3.000 pemberontak itu sangat percaya takhayul. Mereka takut pada hantu spritesses yang digambarkan berwarna putih dan melayang-layang di waktu malam. Maka 30 anggota pasukan garuda itu berpakaian jubah putih dan segera menyerang. Dalam operasi kilat itu, ribuan gerilyawan Kongo ditangkap. Senjata-senjata mereka yang ternyata lumayan canggih disita. Sejak itu, anggota Garuda III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

0

Ruangguru

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved