Iklan
Pertanyaan
Kutipan teks cerita sejarah berikut untuk soal nomor 16-20.
Hari masih pagi. Matahari memancarkan sinarnya yang benderang. Burung-burung beterbangan melintasi pucuk-pucuk pepohonan. Kadang-kadang singgah pada dahan sekadar melepaskan Ielah. Burung-burung itu asyik menikmati pagi hari yang cerah. Sekali-kali terdengar kicaunya menyanyikan lagu pujian terhadap keindahan alam.
Pada pagi itu, seorang anak baru saja meninggalkan rumahnya. Ibunya mengantarkannya sampai ke luar pagar halaman. Tubuh anak itu tegap. Kulitnya hitam sebagaimana warna kulit anak lelaki lainnya kelahiran tanah Saparua. Matanya tajam memandang jauh ke depan.
Anak itu segera menuju sebuah dangau. Langkahnya diperlambat ketika seorang lelaki berbadan tegap menyambut kedatangannya.
"Mana ibumu, Thomas?" tanya lelaki itu sambil tersenyum.
Anak itu tersenyum mendengar pertanyaan itu. Akan tetapi, matanya memandang wajah orang yang bertanya itu dengan tajam.
"Engkau mendengar pertanyaanku?" kembali lelaki itu bertanya.
"Maafkan saya, Ayah. lbu akan menyusul jika selesai memasak," jawab anak itu.
"Sebaiknya engkau menjawab sejak pertama aku bertanya," kata ayahnya.
"Ya. Maafkan saya," kata Thomas.
Anak lelaki yang bernama Thomas itu mendekati dangau. Ia meletakkan parang di dekat pintu dangau. Kemudian, dengan secepatnya ia mengangkut sebakul bunga-bunga cengkih. Ia membawanya ke tempat terbuka. Di situ terdapat tikar-tikar daun pandan yang dibentangkan. Cengkih itu dijemur di tikar agar cepat kering.
"Ya, semua keturunan Matulessi di negeri Haria ini sangat gemar bermain bola. Bahkan, kakekmu pernah diutus untuk bermain bola di negeri Ambon," kata ayahnya.
Sumber: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Penggunaan majas personifikasi terdapat pada kalimat ...
Matahari memancarkan sinarnya yang benderang.
Burung-burung beterbangan melintasi pucuk-pucuk pepohonan.
Sekali-kali terdengar kicaunya menyanyikan lagu pujian terhadap keindahan alam.
Kulitnya hitam sebagaimana warna kulit anak lelaki lainnya kelahiran tanah Saparua.
Langkahnya diperlambat ketika seorang lelaki berbadan tegap menyambut kedatangannya.
Iklan
E. Iga
Master Teacher
Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma
9
4.7 (12 rating)
Tria Pujaningsih
Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Bantu banget Makasih ❤️
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2025 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia